KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
9. Merindukanmu


__ADS_3

"astaga.....gimana bisa tidur kalau begini, sebenarnya, hal ini pernah terjadi dalam mimpiku, malah lebih lagi, saat teman temanku mimpi basah sama artis, aku malah mimpi kamu, gimana kalau kamu tau ya? bisa bisa gue malu banget. saat ini adalah saat terindah dalam hidupku, semoga mereka nggak kembali sampai pagi, aku akan mengenang saat ini selamanya, walaupun kau bukan milikku. mungkin suatu saat kau bisa jadi milikku"


Pikiran Dave menerawang sampai akhirnya terlelap juga dalam pelukan Nara. matahari mulai tinggi ketika Nara terbangun,


"ahhh segarnya, aku benar benar tertidur pulas semalam, wah benar benar hangat"


Nara berkata kata dalam hatinya, dan semakin mempererat pelukannya pada Dave yang dikira bantal guling. perlahan Nara membuka matanya, betapa terkejutnya Nara karena wajahnya tepat di depan wajah Dave bahkan bibir mereka nyaris bersentuhan, nafas Dave bahkan terasa hangat diwajah Nara.


"astaga..... ia benar aku kedinginan, dan Dave meluk aku biar hangat, tapi kok bisa aku yang meluk dia seerat ini sih... gimana kalau dia bangun, bisa malu banget... waduhhh gimana nih..."


belum selesai Nara berpikir, Dave yang masih tertidur pulas, karena baru terlelap setelah subuh, mempererat pelukannya pada Nara, berakibat bibir mereka bersentuhan. membuat jantung Nara berdebar kencang.


"astaga.... gimana nih.... kok bisa nih jantung nggak kompromi disaat begini, duh... gimana kalau Dave bangun?? bisa kedengaran nih jantung, gue!! Clay maaf ya... ! bukannya sengaja, tapi sepertinya jantungku berdebar untuk orang lain. tapi sungguh Clay ini bukan atas kemauanku, tapi kok bisa ya????apa aku masih menyukai Dave?? "


Nara berusaha melepaskan diri dari pelukan Dave, tapi Dave memeluk Nara sangat erat sehingga sangat sulit bagi Nara untuk melepaskan diri tanpa membuat Dave terbangun. karena merasakan pergerakan Dave terbangun dari tidurnya, tapi masih pura pura tidur. dan berkata dalam hatinya


"andaikan aku bisa menghentikan waktu, aku ingin saat ini takkan pernah berakhir, kau selamanya dalam pelukanku, tak ingin kulepaskan, wajahmu hal yang pertama kulihat saat membuka mataku, andaikan kau menerimaku, aku tak perduli menjadi pacar simpananmu Nara"


Dave sesaat menikmati memeluk erat gadis pujaan hatinya lalu membuka matanya, menatap Nara yang masih pura pura tidur, membuat kedua ujung bibir Dave tertarik ke atas menciptakan senyum yang sangat memikat kaum hawa.


"selamat pagi Nara, andaikan saat ini bisa menjadi selama lamanya"


sambil mengecup kening Nara dan membelai rambut Nara dan diselipkannya dibelakang telinga gadis cantik itu.


ditenda Drew yang terbangun karena merasa sesuatu menekan lehernya, yang ternyata adalah kaki Riki yang entah bagaimana awalnya tidur sejajar kini terbalik kepala di bawah, dan kakinya di leher Drew yang membuat Drew kesulitan bernafas


"hei.. bangun... kakimu bau tau...yakkk.."


"ayo semuanya bangun..."


satu persatu mereka keluar dari sleepingbag


Drew berkata pada Meycan


"matahari sudah sangat tinggi ayo kita liat Dave ama Nara"


tanpa dihitung tiga Meycan sama Livi langsung melompat setengah berlari keluar dari tenda menuju kearah tenda Mereka sambil mengucek mata yang belum terbuka sempurna, diikuti Drew, Owen, dan si kembar.


Meycan dan Livi membuka resleting tenda dan mengangkat tirainya lebar lebar, sehingga kelihatan kedua insan yang pura pura masih tertidur dan berpelukan erat


"astagaaa..... mesra banget, hei kalian bangun.... kalian resmi pacaran ya..? kok tidurnya berpelukan sejak semalam!!!, ayo bangun"


Meycan menarik selimut sehingga terlihat mereka benar benar berpelukan. Dave kembali menarik selimut


"aahhh. kalian mengganggu aja. biarkan sepuluh menit lagi seperti ini"


Nara mengucek matanya, sambil bangun, lalu duduk. tapi Dave kembali memeluk Nara dan menariknya hingga kembali terbaring.


"tunggu sebentar lagi, aku nggak bisa tidur semalam, sebentar saja kumohon"


Narapun hanya terdiam dalam pelukan Dave, dengan mata yang sudah terbuka lebar, membuat Meycan Drew dan kawan kawan berbalik dan mulai mempersiapkan sarapan.


"ayo makan... sarapan sudah siap..."


teriak Meycan karena memang sudah dimasakin sekalian buat para pria.


"Nara... ayo bangunin Dave kita sarapan"


ajak Livi dari luar tenda.


"ayo..Dave bangun sarapan dulu"


"hmmm... nggak mau"


ujar Dave manja sambil terus memeluk Nara


"ayo bangun kamu ngoroknya kencang banget, bikin sakit kuping"


Dave terperanjat langsung duduk


"ah.. masa sih....???"


"ha..ha..ha... aku bercanda Dave, sudah bangun sana gosok gigi trus sarapan"


merekapun keluar, menggosok gigi dan bergabung dengan para sahabatnya, yang sedang asik sarapan sambil bercanda dan tertawa.


"cie..cie...yang lagi kasmaran mesra banget!"


celetuk Meycan


"iiihh... siapa yang kasmaran kamu kali yeee.."


balas Nara


"yaelaah...semalam siapa yang tidur berpelukan kayak teletubies... ha..ha..ha.."


yang lainpun ikut tertawa, membuat panas wajah Nara karena malu, sedangkan Dave tersenyum senang mendengarnya.


"itu karena kayu bakarnya dimakan sama kalian, jadinya kedinginan, kalo gue kena hipotermia gimana? siapa yang tanggung jawab coba?"


semuanya terdiam


"untung ada gue, yang dengan rela hati menghangatkan gadis yang sangat beruntung didepan gue ini"


Dave berusaha mencairkan suasana


"enak aja... yang ada tuh kamu yang beruntung...bisa meluk gue"


Nara sewot


"wahh... teman teman sipa yang beruntung, Nara atau gue sih, yang jelas Nara kan?"


"ya elu.. tuh yang beruntung"


jawab mereka kompak


"kesempatan dalam kesempitan"


sambung Drew


"nah... siapa suruh kalian menghilang bahkan kayu bakar pun menghilang, gue jadi curiga nih...jangan jangan kalian sengaja ya..."

__ADS_1


tanya Dave penuh selidik menatap mereka satu persatu mulai tertunduk.Meycan langsung berdiri


"udah selesai sarapanya, sini piring kotornya biar aku cuci"


"biar kubantu"


Drew ikut Meycan menjauh.


"Nara rencana hari ini apa?"


tanya Livi


"hiking ke puncak, sekalian mau makan di cafe hills di puncak."


"kami ikutan gabung boleh nggak?"


"nggak boleh!"


Nara langsung menjawab Dave


"kenapa nggak boleh? boleh aja lagi! malah bagus ada pria yang ikut"


"nah gitu dong Liv keren"


Dave kesenangan bisa ikut kelompok Nara. setelah bersiap merekapun mulai perjalanan ke cafe gunung di puncak bukit. memang ada jalan untuk mobil dari desa tapi harus turun gunung satu kilo berjalan kaki, dan orang orang dari perkemahan memilih berjalan kaki sekalian menikmati panorama keindahan alam, taman bunga yang indah, dan pemandangan perkebunan teh yang terbentang luas dan tertata rapi sehingga indah dipandang mata.


"Memey... Nara... gue capek banget.."


Livi ngos ngosan karena nggak biasa berjalan jauh.


"sini gue pegangin"


Nara menawarkan


"gue nggak sanggup jalan Ra.."


"ya.. udah.. kalu gitu kita istirahat sebentar"


"pengen banget gue duduk dekat Nara, tapi nanti gue diledekin lagi"


"kok si Dave jadi menjauhi gue ya?? tapi kenapa gue peduli dia dekat atau jauh ya?? apa gue masih ada rasa ke Dave? apa gue pengen diperhatiin sama Dave? apa bisa Clay tergantikan dari hati gue*?"


pertanyaan pertanyaan tanpa jawaban bermain dalam pikiran Nara, sehingga Dave dan Nara tenggelam dalam pikiran mereka masing masing.sambil beristirahat para gadis berfoto foto di tempat yang dianggap bagus. dan para pria bernyanyi lagu boomerang diiringi gitar,


kubernyanyi.....


kubernyanyi lagu tentang


cerita asmara kita


tiada pernah dan tak kan pernah


dapat kulupa


tersimpan slalu dalam jiwa


ku mencintaimu....


mendengar alunan lagu yang mengena dihati, Nara kembali teringat kenangannya bersama Clay dan membuat kesedihan kembali tampak diwajahnya. melihat hal itu sahabatnya langsung mengajak untuk meneruskan perjalanan.


Ajak Livi, merekapun kembali berjalan, tak berapa lama sampailah ke cafe gunung, dan mereka mulai memesan makanan.selesai makan, mereka memesan cemilan dan minuman hangat, mendengarkan petikan gitar, dan bernyanyi bersama, bersenda gurau, membuat Nara terkenang saat tamasya di pantai bersama Meycan, Clay, dan kawan kawannya Clay, suasananya persis sama hanya saja bedanya saat ini mereka di puncak gunung. saat mereka bernyanyi dan bercanda, Nara menyendiri duduk dibawah pohon menatap kearah pemandangan, namun dengan tatapan kosong. dan pikiran yang melanglang buana entah kemana.


"Clay, kamu lagi ngapain sekarang, lagi dimana? sama siapa? apa kamu sudah makan? apakah kamu juga Merindukanku? ataukah kamu sudah melupakanku? apakah kamu bertemu gadis cantik disana? apa kamu tau dipikiranku selalu ada kamu?


ahh... Clay aku rindu, rinduuuuu... banget, rindu kehadiran kamu yang selalu tiba tiba, yang mampu membuatku terkejut setiap kali kamu hadir, dalam keseharianku. yang selalu membuatku bahagia dengan semua tingkahmu, bahkan tatapan malumu bisa menenangkan aku. Clay... dimana kamu sekarang???"


Nara yang sedang melamun dikagetkan dengan kehadiran Dave yang tiba tiba duduk disampingnya.


"ngelamunin siapa hayoooo.."


"ah.. kamu ngagetin aja Dave"


Nara berkilah.


"keliatan tau dari sana, dari tadi kamu ngelamun aja, kayaknya sediiihh banget"


"nggak kok aku hanya menikmati pemandangan"


"menikmati apaan.... pemandangannya indah begini, yang menikmati kayak mau nangis....ngaku aja deh lagi mikirin mantan ya???"


canda Dave


"mantan...? enak aja, mikirin pacar lah"


"lah.. pacarnya mana???"


"pergi"


"trus kabarnya gimana?"


"entahlah... nggak ada kabar beritanya"


"kan udah pergi tanpa kabar berita, mana mungkin disebut pacar, yang begitu namanya mantan.."


"kalau aku sabar menunggu, nanti juga pasti ada kabarnya"


"nunggu sampai kapan?? sampai tua?"


"iiihh.. Dave nyebelin banget deh"


"kok nyebelin, itu kan kenyataan??"


"iya tapi dia janji kalau sukses nanti bakalan nyari aku"


"siapa yang ngomong gitu"


"temennya Clay"


"ohh..... jadi namanya Clay, dan dia nggak ngomong langsung, sukses itu relatif Nara, sukses menurut orang lain belum tentu sukses menurut ukuran kita, trus kalau si Clay apes trus nggak pernah sukses gimana??? sayangnya kamu bisa nggak menikmati masa muda, masa yang paling indah."


Nara membenarkan ucapan Dave dalam hati

__ADS_1


"aku yakin dia pasti kembali."


"sambil menunggu dia kembali mau ya jadi pacar aku??? pleaseee... aku bisa jadi pacar simpanan kamu kok aku rela diduakan asalkan pacar kamu yang satu nggak ada disini"


"kamu udah gila ya.. pengen gua jitak beneran nih orang"


"Nara, aku benar benar waras, hanya kamu yang bisa membuat aku rasanya pengen gila beneran"


"aaaahhh... susah ngomong sama kamu, yuk kita turun gunung udah sore nih, nanti keburu malam."


"ayo kita pulang teman teman"


panggil Dave


"iya ayo pulang, kita sudah keasyikan sampai lupa waktu, bisa bisa keburu malam"


Livi juga baru sadar


"ayo kita berfoto, sunset nya bagus banget, Dave tolong potret dong!"


Meycan menyodorkan kamera pada Dave, tapi ditolak sama Dave.


"Riko tolong di potret, ambil kameranya"


"lha..trus gue nggak ada bayang dong!"


"nanti kamu tukeran ama Riki"


Dave pun selalu mengambil tempat disamping Nara, bahkan menggandeng Nara mesra. setelah sesi pemotretan selesai, merekapun mulai berjalan turun, sekali lagi Nara dan Dave menjadi bulan bulanan sahabatnya maka Nara menjauh setiapa kali Dave berusaha mendekat. membuat Dave kesal. tiba tiba sandal yang dipakai Nara putus.


"Dave tolong pinjamkan Nara sandal kamu, sandalnya Nara putus"


Meycan minta tolong sama Dave


"trus aku pakai apa?"


"ya... kan kamu laki laki, masa Nara jalan nggak pakai sendal???"


"ya..salahnya sendiri nggak hati hati"


padahal sebenarnya Dave sudah mau memberikan sandalnya, tapi gengsi karena merasa sedang dijodohkan sama Nara jadi sok jual mahal maunya di paksa sedikit, biar merasa jadi pahlawan tapi hasilnya malah Drew memberikan sandalnya duluan, hingga bukannya jadi pahlawan malah jadi cowok menyebalkan


"sudahlah Mey nggak apa apa kok"


ucap Nara lembut.


"ini pakai sandalku"


Drew menyodorkan sandalnya pada Nara


"terima kasih Drew..."


Pikiran Nara kembali teringat pada Clay, saat Nara tidak pakai sandal, Clay membelikan dan memakaikan sandal untuk Nara, kembali teringat perasaan bak Cinderella pada saat itu.


setelai sampai ditenda mereka menyalakan api unggun dan mulai menyiapakan makan malam.


"Ra.. aku minta maaf ya...!"


"memangnya kamu salah apa Mey? "


Meycan pun menceritakan rencananya sama Drew semalam dari awal sampai akhir.


"nggak apa apa kok"


"iya sih tapi gue nyesel jodohin kamu sama Dave, pinjam sandal aja nggak rela, apalagi lebih dari sandal nggak jantan banget, kesel gue Ra!"


"udah.... jangan dipikirin, itu dagingnya udah matang, kalau kelamaan nanti hangus."


"iya.. iya....gue tau"


kedua sahabat itu pun bercanda, tertawa, sambil menyelesaikan masakan mereka. setelah selesai tibalah waktu makan malam


"ayo makan, makanannya sudah siap"


ajakan Nara membuat semua kegiatan terhenti dan semuanya fokus untuk makan. selesai makan Nara duduk menatap bintang dilangit yang bertaburan bagaikan taburan berlian dilangit malam, membuat Nara teringat saat menatap bintang di langit bersama Clay di pantai, lalu Dave datang duduk disamping Nara, dan ikut menatap langit


"sayang orang disampingku saat ini bukan kamu Clay, apakah kamu juga menatap langit yang sama malam ini Clay, apakah kamu sudah makan? apakah kamu makan sop? aku rindu sop buatan kamu Clay! sop cinta kata bi Wati, rindu Pie susu buatan kamu! terutama merindukanmu, andaikan kau disisiku malam ini, betapa bahagianya aku"


Nara menatap langit malam sambil senyum senyum sendiri mengenang Clay, membuat Dave penasaran akan apa yang ada di benak Nara saat ini.


"Nara..."


"hemm..."


"apa yang kamu pikirkan saat ini, Clay?"


"hemm.."


Nara mengangguk


"Nara, bolehka aku juga menjadi orang yang penting bagimu? aku janji akan selalu disisimu"


Nara tersenyum sinis lalu berdiri dan meninggalkan Dave.


"pinjam sandal aja nggak boleh, sekarang pengen selalu disisiku? wah ... jangan mimpi"


Nara berdiri hendak pergi meninggalkan Dave


"Nara mau kemana, aku boleh bertanya?"


Nara menghentikan langkahnya


"silahkan"


"kalau aku disisimu trus Clay tiba tiba datang gimana????"


Nara diam dan melngkah pergi dengan anggun, dan tanpa disangka terpeleset jatuh, bukannya menolong Nara, Dave malah tertawa terbahak bahak.


"ha..ha..ha.... rasain... ha..ha..ha..makanya, ditanyain malah kabur ha..ha..ha..."


"kalau aku mau sama Dave, walaupun tinggal kamu satu satunya lelaki di bumi, aku pasti sudah gila"

__ADS_1


Nara berjanji dalam hati.


Bersambung........


__ADS_2