
"pulihkan tenaga mu dulu anakku Cakra, aku akan menghabisi panglima kidal berserta antek-anteknya" ucap Ki Badrus tanpa membalikkan badannya.
dengan tasbih di tangannya Ki Badrus melafalkan password doa, seketika angin berhembus kencang ke arah panglima kidal berserta pasukannya.
"kekuatan macam apa ini" ucap panglima kidal yang berusaha melawan kekuatan Ki Badrus.
"itu adalah kekuatan doa orang-orang yang beriman kepada Allah, rasakan lah apa yang kau perbuat dimuka bumi ini sudah berapa manusia yang kau ganggu dan menyesatkan mereka ?, maka terimalah hukuman alam yang berlaku" ucap Ki Badrus lalu melafalkan password doa.
sekitar langit bergemuruh, langit gelap semakin tebal kilatan-kilatan cahaya petir mulai beradu di awan hitam nyali panglima kidal pun ciut.
jdarrrr
jdarrr
petir menyambar seluruh pasukan Buto, panglima kidal melihat pasukannya semakin ciut dan berniat untuk melarikan diri.
disisi lain orang-orang desa dikejutkan dengan bumi yang bergetar, tong tong, bunyi kentongan dipukul dengan keras para warga segera berhamburan ke luar.
"ada apa ini pak Kasim ?" tanya salah satu warga desa.
"pak Kasim lihatlah kesana!" ucap seorang warga yang menunjuk kilatan petir yang menyambar di atas hutan larangan.
__ADS_1
"kita doakan supaya pak Sanusi dan yang lainnya selamat" ucap pak Kasim lalu warga desa mengaminkan.
kembali lagi kehutan larangan, Ki Badrus kini telah melenyapkan pasukan Buto hanya tersisa panglima kidal yang sengaja Ki Badrus sisakan.
"kakek pamit dulu, sisanya aku serahkan padamu anakku Cakra" ucap Ki Badrus lalu menghilang.
"terimakasih kakek guru, sekarang tinggal kau mahluk terkutuk" ucap Cakra sembari memainkan pedangnya.
"penghamburan raga" ucap Cakra yang tiba-tiba sudah melewati panglima kidal.
bugh
panglima kidal pun terjatuh dan terbakar menjadi abu dan terbang, "Cakra" panggil Sabrang yang masih berada di dalam lingkaran.
"terimakasih atas bantuannya" ucap Sabrang.
"sudah tugas hamba Raden, jika Raden sudah tidak ada apa-apa lagi hamba pergi..."
"tunggu sebelum kamu pergi bisa tolong sadarkan mereka" ucap Sabrang lalu Cakra buana mendekati pak Rohim dan Rendy.
hanya dengan mengusap kelopak mata mereka Rendy dan pak Rohim mulai membuka matanya, "sekarang pergilah, terimakasih atas bantuannya" ucap Sabrang lalu Cakra pergi.
__ADS_1
"pak buka mata bapak, semuanya sudah tidak ada sekarang kita bangunkan Rendy dan pak Rohim" ucap Sabrang yang membangunkan bapaknya dari zikir nya.
"iya, ngomong-ngomong itu siapa kenapa dia memanggil mu dengan sebutan Raden ?" ucap pak Sanusi.
"oh itu teman Sabrang pak, bapak tenang saja sekarang kita bangunkan Rendy dan pak Rohim terlebih dulu" balas Sabrang lalu berjalan mendekati Rendy.
"Rend-rend bangun Rend" ucap Sabrang sembari menepuk-nepuk pipi Rendy.
"pergi-pergi"
"Rend ini gw Sabrang"
"ah elu sab, kemana makhluk-makhluk itu ?" ucap Rendy yang masih bingung dengan kondisinya.
"makhluk apaan ?, gw malah gak liat apa-apa dah dibilang kan jangan pernah putus ber zikir mungkin tadi cuma halusinasi lu aja kali"
"udah-udah sekarang kita istirahat besok kita harus melanjutkan lagi" ucap pak Sanusi.
"bener kata pak Sanusi kita harus istirahat soalnya besok kita gak tau rintangan apa yang kita hadapi nanti" ucap pak Rohim yang membenarkan.
"iya pak" jawab Rendy dan Sabrang serempak.
__ADS_1
(author sedang ujian, setelah ujian author insyaallah akan up 3bab sehari)