Keris Leluhur

Keris Leluhur
ch 40. Hamzah dari istana giok putih


__ADS_3

"ibu dan bapak pulang ya nak" ucap Bu Susi lalu Sabrang, Asep serta Rendy bersaliman.


Setelah Bu Susi dan pak Sanusi agak jauh, Sabrang duduk di teras dengan hembusan nafas berat, 'semoga Sarah baik-baik saja' batin Sabrang.


"gw tau isi di otak lu apa, tenang saja dia bakal baik-baik saja gw yakin 100persen apalagi di doain Ama lu" ujar Rendy yang menepuk pundak Sabrang.


"makasih Rend" balas Sabrang dengan tersenyum.


"itulah gunanya sahabat ada di saat suka dan duka" mereka pun bercanda dan tertawa bersama.


*******


Setelah sholat ashar Sabrang langsung melanjutkannya dengan berdzikir, karena Sabrang meliburkan anak-anak karena masih dalam suasana lebaran.


Seperti biasa Sabrang berzikir hingga sukmanya keluar dari raganya, dan yah di temani Cakra dan kali ini Cakra membawa teman.


"itu siapa ?" tanya Sabrang pada Cakra.


"ini Hamzah salah satu panglima dari istana giok putih" jawab Cakra yang memperkenalkan sosok seperti seorang ksatria.


"hormat saya pada Raden" jin itu berlutut di depan Sabrang.


"bangun-bangun tidak perlu seperti ini, kita di ciptakan sama untuk menyembah Allah, jangan seperti ini" ucap Sabrang lalu memegang pundak panglima dari istana giok putih untuk berdiri.


"lantas Hamzah, ada tugas apa hingga kau datang menemui ku ?"


"hamba di suruh untuk menjadi pendamping dari nona Sarah wanita yang Raden cintai" balas Hamzah dengan hormat.


"benar Raden, Hamzah akan selalu mengikuti nona Sarah kemanapun dan melindunginya dari sasaran mahkluk gaib yang ada di negara sana" ujar Cakra dengan merangkul Hamzah.


"tentu saja tidak semuanya, jika nona Sarah mandi dan berhubungan dengan ekhem, hamba akan menghilang" sahut Hamzah.


"iya aku paham, lalu jika kau pergi siapa yang akan menggantikan tugasmu?" tanya Sabrang yang masih belum tau seluk beluk istana giok putih.


"panglima di istana cukup terbilang banyak, jadi Raden tenang saja" balas Cakra.


"berikan hamba perintah Raden" ujar Hamzah dengan membungkuk.

__ADS_1


"baiklah-baik, namanya Sarah dia kuliah di negara Jerman" balas Sabrang lalu membisikkan nama panjang Sarah.


"baiklah Raden saya akan menjaga nona Sarah dengan segenap nyawa saya sendiri" ucap Hamzah lalu menghilang.


"percayakan pada Hamzah, dia jin yang patuh dan selalu menyelesaikan tugasnya dengan baik" ucap Cakra yang menenangkan sabrang.


"aku percaya, hanya saja kenapa bisa Sarah sampai di sakiti oleh mahluk gaib" Sabrang menghela nafas panjang.


"karena pada waktu itu sarah sedang, M nah mahkluk gaib suka akan bau darah perempuan yang sedang M, apalagi iman mereka tipis akan sangat mudah sekali untuk di taklukkan oleh makhluk gaib, sebab itu kenapa perempuan sedang M pikirannya tidak boleh kosong" jelas Cakra.


"pantas saja, kukira di Jerman tidak ada penunggunya" kekeh Sabrang.


"setiap tempat ya pasti ada penunggunya Raden, tapi tidak sebanyak di negara kita, bukan hanya mahkluk gaib yang ada jin dengan bentuk apapun juga ada di negara kita, apalagi seperti di gunung dan hutan-hutan, jangan di tanya lagi" balas Cakra santai.


"iya juga ya"


"nah, Raden sekarang kembali soalnya nanti akan ada orang yang mencari Raden" ucap Cakra lalu menghilang.


setelah sukmanya masuk ke tubuhnya, Sabrang langsung beranjak dari dzikir nya untuk pulang ke rumah, saat sampai di halaman rumahnya Sabrang melihat mobil berwarna putih yang terparkir.


"waalaikumsalam, nah ini pak anak saya" sahut pak Sanusi yang memperkenalkan Sabrang.


"saya pak ghofur mas" ucap seorang bapak-bapak yang mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"nama saya Sabrang" balasnya lalu mereka bersalaman.


"darimana pak ?" tanya Sabrang lalu duduk di samping bapaknya.


"dari Bogor mas" jawab pak ghofur.


"jauh dong pak" balas sabrang masih berbasa-basi.


"kurang lebih 2jaman lah mas"


"kalau boleh tau kedatangan pak ghofur ke sini untuk apa ya, gak mungkin dong cuma silahturahmi ke sini" ucap Sabrang dengan sedikit tertawa.


"gini mas, istri saya itu sakit udah 1tahun lebih gak sembuh-sembuh saya udah coba berobat kemana saja hasilnya tetap nihil mas, istri saya bukannya sembuh malah tambah parah"

__ADS_1


"baiklah insyaallah saya bantu, tapi sesungguhnya yang menyembuhkan adalah Allah jika istri bapak sembuh maka bapak harus berterimakasih pada Allah, dengan bersedekah atau ibadah yang lainnya" setelah meminta nama istri dari pak ghofur, Sabrang langsung menggunakan penerawangannya untuk melihat kondisi istri pak ghofur.


Benar saja dugaan Sabrang tepat, karena di tubuh istri pak ghofur terdapat banyak sekali mahluk yang bersemayam di tubuhnya.


Setelah membuka matanya dan menjelaskan secara singkat Sabrang meminta satu air botol, setelah di bacakan doa-doa air tersebut di berikan kepada pak ghofur.


"tolong di minumkan sedikit lalu sisanya untuk di basuhkan ke seluruh tubuh istri bapak" ucap Sabrang yang menyerahkan sebotol air berisi 1,5 liter.


"terimakasih mas, saya tidak tau harus mengasih apa untuk mas Sabrang, ini tolong di terima ya mas" ucap pak ghofur dengan wajah yang berseri-seri.


"tidak usah, saya ikhlas uang itu lebih baik bapak gunakan untuk ibadah, o ya pak setelah istri bapak sembuh lakukanlah syukuran di rumah bapak undanglah anak yatim-piatu dan kaum dhuafa." ucap Sabrang yang menolak amplop berwarna coklat.


"tapi mas.."


"sudahlah pak, anak saya menolong bapak ikhlas" potong pak Sanusi.


"kalau begitu sekali lagi saya terimakasih ya mas pak,bu" lalu pak ghofur pamit.


Tin! Tin!


"bapak bangga sama kamu nak menggunakan ilmu mu untuk menolong orang-orang tanpa pamrih dan ikhlas"


"sudah sepantasnya sesama manusia harus tolong menolong" balas Sabrang singkat dengan tersenyum.


"ayo nak masuk, sudah di tunggu Asep tuh di dalam, kita makan sama-sama" ucap pak Sanusi lalu berjalan sembari merangkul anaknya dengan perasaan bangga.


"sambel dan daun singkong, wah favorit nih" ucap Sabrang yang melihat sambal dan daun singkong rebus.


"ayo kita makan, setelah itu ke mushola" ajak pak Sanusi lalu kami semua makan dengan lahap dan nikmat.


Setelah makan kami berangkat ke mushola desa, sekarang tepatnya malam Jumat, jadi nanti ada kegiatan yasinan dan istighosahan.


setelah adzan magrib berkumandang, Sabrang di suruh imam lagi oleh bapaknya, setelah menunaikan ibadah sholat magrib dan di lanjutkan dengan doa.


Sehabis sholat isya yasinan di mulai dengan di pimpin oleh pak Sanusi, setelah acara yasinan para bapak-bapak tidak langsung pulang melainkan mengobrol sembari menikmati rebusan singkong maupun tela, yang di nikmati dengan secangkir kopi rasanya sangat nikmat sekali.


Sekitar jam 22:30 semua kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2