Keris Leluhur

Keris Leluhur
ch 47. wanita bernama Sri danuwati


__ADS_3

Setelah itu Rahman dan Subagio pergi ke rumah mereka masing-masing, "sep, ayo ikut kang sabrang" ucap sabrang lalu beranjak berdiri dan masuk kedalam rumah yang di ikuti oleh asep.


Setelah tiba di kamar yang dulu pernah di tempati oleh almarhum kyai suryo sabrang mengecek tempat bawah tidurnya dan mengambil sebuah peti panjang.


Setelah membersihkan debu-debu yang menempel sabrang lalu membukanya, ternyata sebuah tongkat kayu entah dari pohon mana yang pasti tongkat itu masih terlihat baru walau di simpan dalam kurun waktu yang cukup lama.



"tongkat kang ?"


"iya pakailah untuk menemani perjalanan kalian, pasti tidak akan mudah di desa jamping apalagi desanya masih terkenal akan hal-hal yang berbau mistis" lalu sabrang juga memberikan sebuah kitab pada asep.


"kalian tidak langsung pergi, namun kalian akan di bimbing oleh seseorang" (yang dimaksud adalah Cakra yang nanti akan menyamar).


"siapa kang ?" tanya Asep penasaran.


"sudah nanti kalian juga bakal tau" lalu sabrang membaca mantra dan tiba-tiba tongkat itu menghilang.


Lalu sabrang menuliskan mantra untuk memanggil tongkat tadi, "ini ambil, syaratnya puasa mutih 7hari 7malam lalu di tutup dengan puasa pati geni satu hari" lalu sabrang memberikan kertas tersebut.


"tidak usah terburu-buru, ini adalah tugas berat untukmu" ucap sabrang kembali.


"baik kang, lalu nanti yang menjaga desa siapa kang kalo nanti kita pergi ?" balas asep.


"masih ada kang sabrang kan ?, selama kang sabrang masih hidup kang sabrang tidak akan membiarkan siapapun mengacak-acak desa ini" tegas sabrang.

__ADS_1


"hehe" lalu mereka ngobrol-ngobrol santai, setelah itu sabrang pulang untuk menemui kedua orangtuanya.


Di jalan sabrang saling bertegur sapa pada para warga, sesampainya di rumah sabrang langsung mencium kedua tangan orang tuanya dan meminta restu.


Karena ritual kali ini sangatlah berbahaya, jika gagal maka taruhannya adalah nyawa syukur-syukur selamat namun akal mereka akan rusak.


Setelah itu sabrang pamit untuk pergi ke hutan untuk mencari kembang 7rupa, saat sabrang mencari kembang 7rupa sabrang merasa ada yang memperhatikannya.


"keluarlah jangan bersembunyi" ucap sabrang dengan berjongkok dan memetik kembang melati.


Swush


Angin berhembus menerpa wajah sabrang dan memperlihatkan wanita dengan berpakaian adat Jawa dan kebaya berwarna putih.


Parasnya cantik dan putih, "apakah kamu keturunan dari Ki Badrus ?" tanya wanita tersebut.


"maukah kamu ikut bersama nyai sebentar"


"kemanakah nyai ?" tanya sabrang.


"kamu ikut saja nanti juga akan tau"


"baiklah nyai" lalu wanita tersebut membawa sabrang entah kemana.


"bukalah matamu" lalu sabrang membuka matanya dan alangkah terkejutnya jika saat ini sabrang tengah berada di sebuah tempat yang indah.

__ADS_1


"berendam lah di sungai itu" perintah wanita tersebut lalu sabrang langsung berendam di dalam air tersebut.


Saat berendam sabrang merasakan sensasi yang berbeda, sensasinya sama namun berbeda dari sebelumnya sabrang kali ini fokus dan menenangkan jiwanya.


Selang beberapa saat kemudian wanita tersebut datang dengan membawa teko dan cangkir, "sekarang keluarlah dan minum ini" lalu sabrang membuka matanya dan keluar dari sungai itu.


Dengan keadaan sama persis pada waktu itu sabrang keluar dengan keadaan sama persis, pakaiannya kering seperti ia tidak pernah berendam.


Saat sabrang meminum air tersebut, sabrang merasakan sensasi yang hangat yang mengalir di tenggorokannya, rasanya segar dan membuat sabrang melayang terbang.


"ini air apa nyai ?, rasanya segar dan melegakan tenggorokan"


"lasegar cap kaki tiga"


"serius lah nyai"


"ini adalah air murni sabrang, yang hanya berada di atas khayangan" jawab wanita tersebut.


"ngomong-ngomong nama nyai siapa ?"


"kamu bisa memanggil ku, nyai Sri danuwati"


"ingatlah sabrang, selalu tegakan keadilan dan kebajikan pada siapapun itu"


"agama ibaratkan, wadah air di setiap daerah namanya berbeda namun tujuannya sama.begitu juga dengan agama namanya saja yang beda namun tujuannya sama"

__ADS_1


"baiklah nyai terimakasih wejangannya" lalu tiba-tiba sabrang sudah kembali lagi di tempat yang persis dan sama pula ketika sabrang di ajak pergi.


__ADS_2