Keris Leluhur

Keris Leluhur
ch 25. kekuatan khodam pendamping


__ADS_3

"walau begitu kau harus tetap mati di tanganku" ucap bedowo lalu membaca mantra.


"wes suwe Kowe Sem Sem Semar mesem" tanah bergetar dengan kuat langit berubah menjadi hitam kelabu, petir saling menyambar.


jdarr


swush


"Weits santai-santai kalem, kita pemanasan dulu" ujar Cakra yang siap dengan pedangnya.


"tangan kosong kalo berani" cibik bedowo lalu mengeluarkan pusaka berupa tombak.


"betumbuk kita" ucap Cakra lalu melesat menyerang bedowo.


Trang


dua pusaka tingkat tinggi berbenturan hingga membuat percikan api, "sekali lagi" lagi-lagi pusaka tingkat tinggi saling berbenturan hingga membuat mereka berdua terpental beberapa langkah.


"tujuh pusaran jagad samudera" langit bergemuruh petir menyambar angin berhembus kencang, pedang Cakra di selimuti dengan cahaya keemasan.


swush


Trang


"pusaka yang hebat sayang bukan tandingan pusaka tombak ku" puji bedowo lalu mendorong Cakra hingga terpental dan menabrak pohon.


*******


disisi lain Sabrang sudah tidak bisa lagi tenang, "cakar harimau bodas" serangan biasa tidak ada dampak apa-apa bagi mahluk itu.


"oh nak sayang sekali kau hanya akan mengantarkan nyawa mu saja, terimalah serangan ku ini" ucap mahluk tersebut lalu menyerang Sabrang.


crash


uhuk


Rendy memasang badannya untuk melindungi Sabrang, "Rendy!" teriak Sabrang lalu memangku sahabatnya.


"kau!, akan menerima akibatnya jika menyakiti temanku" ucap Sabrang yang sudah tersulut amarahnya.


bening putih di pipinya kini di lapnya matanya sekarang berubah menjadi putih, "kau akan menerima akibatnya" ucap Sabrang yang kini telah di kuasai oleh khodam murninya.

__ADS_1


swush


bugh


mahluk tersebut terpental hingga menabrak dinding gua, "Rendy! anakku" ucap pak Rohim lalu memangku anaknya yang sudah tidak sadarkan diri.


"kau juga akan bernasib sama seperti kawanmu" ucap Sabrang lalu melesat cepat ke mahluk yang satunya.


swush


bugh


dalam sekejap mahluk tersebut dikalahkan dengan mudah, setelah itu Sabrang melesat keluar.


"sudah kubilang bukan, dia pasti akan menghabisi mu" ucap Cakra yang melihat Sabrang yang telah keluar dari gua.


"haha aku ingin melihat bagaimana kekuatan bocah itu" ucap bedowo lalu membalikkan badannya, seketika tubuhnya menjadi berat dan merasa takut.


"apa kau takut mahluk laknat ?" ucap Sabrang lalu melesat dan menatap dengan tajam mahluk itu.


"ini untuk kejadian semalam" lalu Sabrang memukul tubuh mahluk itu.


"ini untuk teman ku" lalu Sabrang meninju perut mahluk tersebut hingga isi didalamnya keluar.


'sudah cukup'


seketika Sabrang langsung tersadar, bersamaan dengan itu angin berhembus Ki Badrus menampakkan dirinya, "anakku cucuku kemarilah" ucap Ki Badrus yang tengah berdiri di atas awan.


swush


"kek ibu dan temanku kek" ucap Sabrang dengan mulut bergetar dan butiran air bening menetes.


"sudah cu tidak apa-apa, kamu beruntung mempunyai teman seperti Rendy yang mau mengorbankan dirinya demi kamu temanmu bisa di selamatkan cu."


"tapi aku harus memulihkan tenaga mu terlebih dulu" ucap Ki Badrus lagi lalu menyuruh Sabrang untuk duduk bersila.


"anakku Cakra kau juga harus memulihkan staminamu"


"baik kakek guru" jawab Cakra.


setelah stamina Sabrang di pulihkan Ki Badrus mengeluarkan dua butir Pill, "ini apa kek ?" tanya Sabrang yang mengeryitkan dahi nya.

__ADS_1


"yang hijau kau telan kan pada sahabat mu dan yang biru ini untuk ibu mu, nyawa sahabat mu masih bisa tertolong" ucap Ki Badrus lalu Sabrang menyimpan dua butir pil tersebut.


zlep


tiba-tiba Sabrang sudah di dalam gua, "pak, tolong minumkan ini pada Rendy" ucap Sabrang lalu memberikan Pill berwarna hijau.


glek


setelah itu tubuh Rendy di selimuti cahaya seperti kunang-kunang, luka yang tadinya basah kini telah kering, "anakku, syukur lah kau tidak apa-apa" ucap pak Rohim lalu memeluk Rendy.


"pak Rohim tolong jaga Rendy di sini dulu, kami akan masuk kedalam" ucap Rendy lalu pak Sanusi yang berjalan berbarengan di samping Sabrang.


"bagaimana kamu bisa dapat Pill itu nak ?" tanya pak Sanusi.


"dari kakek buyut pak, katanya yang hijau buat Rendy yang biru buat ibu" jawab Sabrang lalu mengeluarkan satu Pill berwarna biru.


"ibu!" teriak Sabrang saat pandangannya tertuju pada sebuah altar.


"pak itu ibu pak" ucap Sabrang lalu mereka berlari kecil dan melepaskan semua rantai yang melilit Bu Susi.


setelah melepaskan semua rantai yang melilit Bu Susi pak Sanusi langsung mengecek nadi Bu Susi, "gimana pak"


"masih bisa tertolong nak, sini pil nya" Jawab pak Sanusi lalu meminum kan Pill berwarna biru pada Bu Susi.


uhuk


"dimana ini pak kok seperti di dalam gua" ucap Bu Susi sembari memegang kepalanya yang sangat pusing.


"ibu" Sabrang langsung memeluk ibunya dengan erat, begitu juga dengan pak Sanusi yang memeluk mereka dengan hangat.


"ayo kita keluar, ibu juga harus istirahat" ucap pak Sanusi lalu mereka berdiri Sabrang memapah ibunya dengan pelan-pelan karena kondisi belum sepenuhnya fit.


disisi lain warga desa dan polisi serta pak Bram telah sampai di pohon beringin, "lihat pak seperti ada bekas pertarungan di sini" ucap seorang warga desa.


"tapi kemana pak Sanusi dan lainnya" ujar pak Bram.


"kami disini" celetuk pak Rohim bersama yang lainnya.


"syukurlah kalian selamat dan berhasil menemukan Bu Susi" ucap pak Kasim dengan bersyukur.


"Alhamdulillah pak, saya juga akan menyampaikan bahwa hutan ini sekarang sudah aman untuk kita masuki, saya sudah menjamin itu" ucap pak Sanusi yang membuat para warga bersorak Sorai.

__ADS_1


ada juga beberapa warga yang menanyakan berapa tahun pohon beringin itu, pak Rohim juga mengusulkan untuk melakukan syukuran di desa.


__ADS_2