Keris Leluhur

Keris Leluhur
ch 42. kesurupan massal


__ADS_3

"ini kita apakan mereka semua ?" tanya Rendy yang sudah melumpuhkan anak buah dari dukun tadi.


"buang saja ke hutan larangan" ucap Sabrang tanpa melihat ke arah anak buat dukun tadi.


"ampun kang ampun, jangan buang kami ke hutan kang" ke tiga anak buah dukun tadi bersujud meminta ampun.


"lepaskan mereka dan suruh jangan pernah kembali mengusik di desa" ucap Sabrang tanpa membalikkan badannya.


"kalian dengar kan, cepat pergi!, sebelum kepala desa berubah pikiran kembali" bentak Rendy lalu para anak buah dukun tadi lari tunggang langgang.


"terimakasih kang sudah membantu kami" ucap Asep.


"sebenarnya kalian bisa saja mengalahkan anak buah dukun itu dengan mudah, namun kalian tidak yakin jika mampu mengalahkan mereka, ayo kembali kalian nanti tetap di pos ronda untuk keamanan"


"siap laksanakan kang" jawab mereka kompak lalu Sabrang kembali untuk membantu para warga desa, tentunya kali ini di bantu dengan Rendy.


*******


"gimana mas urusannya sudah selesai?" tanya salah satu bapak-bapak yang tengah beristirahat.


"Alhamdulillah sudah selesai, selagi saya masih hidup tidak akan ada yang menggangu ketenangan dan ketentraman para warga desaku" balas Sabrang.


"beruntung sekali kita punya kepala desa seperti mas Sabrang ini, selalu memikirkan warganya" sahut bapak-bapak yang ada di belakang.


"bapak-bapak bisa saja, saya hanya menjalankan kewajiban saya saja, sekarang mari kita lanjutkan untuk merenovasi mushola"


lalu mereka semua bergotong royong lagi untuk mulai perenovasian mushola desa, tak terasa waktu sholat ashar pun tiba dan kami melaksanakan sholat ashar dengan keadaan seadanya.


Anak-anak juga di liburkan ngajinya oleh Sabrang karena mushola ingin di renovasi, setelah selesai sholat ashar Sabrang serta bapak-bapak istirahat sejenak.


"perkiraan pak Mulyo Ini selesainya kapan ?" tanya Sabrang pada pak Mulyo yang berada di sampingnya.


"kurang lebih ya 1bulanan lah mas, tergantung material dan tenaga para warga" balas pak Mulyo.


"gitu ya pak"

__ADS_1


"ya gitu mas, kalau saya gak salah kalkulasi nya" balas pak Mulyo lalu mereka melanjutkan kembali pekerjaannya.


Selang beberapa saat datang seorang pengendara motor menanyakan tentang Sabrang, "tuh orangnya mas" tunjuk seorang bapak ke Sabrang yang tengah mengaduk semen.


"makasih pak" balas seorang seperti kepala desa.


"sore pak" panggil seseorang yang tadi.


"sore juga pak, ada perlu apa ya pak sampai ke sini menemui saya" tanya Sabrang sopan.


"anu pak saya boleh minta tolong gak, para warga di desa saya mengalami kesurupan massal" jawabnya dengan mengkhawatirkan para warganya.


"kalau begitu ayo sekarang kita berangkat, tapi saya ganti celana sama baju dulu ya ?" lalu bapak tersebut meng iyakan.


Sabrang mengajak sekalian bapak tersebut untuk bertamu ke rumahnya, setelah berganti pakaian Sabrang langsung berangkat bersama bapak kepala desa sebelah.


"emang di desa bapak ada apa ?" tanya Sabrang saat di perjalanan.


"mas nanti bakal liat, saya udah gak sanggup lagi mas mau menolong gimana lagi" jawab pak kepala desa.


Selang beberapa saat mereka sampai di desa sekar Arum, 'auranya sangat kental dengan energi negatif' batin Sabrang saat memasuki desa tersebut.


"lihatlah mas hampir seluruh warga desa saya kesurupan" ucap pak kepala desa yang membuat Sabrang tersadar.


"kumpulkan semua warga di area yang luas, insyaallah saya bantu"


"tapi mas para warga desa kami agamanya berbeda-beda"


"pak saya menolong karena ikhlas dan tidak membeda-bedakan satu sama lain, jika saya mampu saya akan bantu" balas Sabrang yang memegang kedua bahu kepala desa tersebut dengan yakin.


mendengar itu pak kepala desa tersenyum lalu memerintahkan beberapa pemuda untuk memindahkan para warga yang kesurupan massal ke area yang luas.


"sekarang kalian semua bantu saya, dengan doa sesuai kepercayaan kalian masing-masing" pinta Sabrang pada para warga desa.


"bismillahirrahmanirrahim"

__ADS_1


Sabrang membaca doa, seperti ayat kursi, ayat 15 dan doa-doa yang lainnya, 'kalian keluar baik-baik atau saya paksa kalian' Sabrang berbicara pada semua mahluk yang ada di dalam tubuh warga desa dengan suara batin.


'siapa kau berani memerintah kami hah!'


'aku hanya seorang manusia biasa yang di beri kelebihan, oleh Allah'


'jangan sebut nama itu' mahkluk itu meronta dengan menutup telinganya.


'cakra paksa mereka keluar' pinta Sabrang pada Cakra.


'baik Raden'


Cakra langsung menarik mahkluk-mahkluk itu dengan paksa, setelah itu memasukannya ke dalam penjara buatannya, "gimana ini mas, kok semuanya gak sadarkan diri" ucap kepala desa tersebut dengan khawatir.


"tidak apa, sekarang saya minta air seadanya saja" pinta Sabrang lalu kepala desa tersebut langsung menyuruh salah satu abdi nya.


"ini mas" kepala desa tersebut menyerahkan sebotol air kepada Sabrang.


"terimakasih pak" balas Sabrang lalu membaca ayat 15, dan meniupkannya ke air tersebut.


"sekarang minumkan kepada para warga, usahakan semuanya kebagian, pak tolong antarkan saya untuk kembali ke desa ya" ucap Sabrang.


"tapi mas, kami belum berterimakasih pada mas Sabrang"


"udah gak papa, kalau bapak tidak mau mengantar ya gak papa saya jalan kaki saja" ucap Sabrang yang langsung di tahan oleh kepala desa tersebut.


"baik mas saya antarkan" lalu kepala desa tersebut langsung mengambil montornya dan membonceng Sabrang.


"sudah pak sampai sini saja" pinta Sabrang saat motor tersebut memasuki gapura.


"makasih pak" ucap Sabrang yang langsung berjalan masuk ke desa.


"capek juga, ternyata"


"Raden semua makhluk-makhluk itu sudah saya musnahkan"

__ADS_1


"bagus, kamu awasi desa itu untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan aku mau istirahat sebentar, badanku rasanya capek sekali" pinta Sabrang yang mempercepat langkahnya untuk pulang.


Setelah sampai Sabrang langsung ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur dan tertidur pulas.


__ADS_2