
"tapi tidak mudah, untuk menguasai ajian Waringin sungsang, selain bersih dari sifat iri dan dengki seorang yang mempelajari ajian Waringin sungsang harus melewati ritual terlebih dulu seperti wirid dan doa, tujuannya supaya diri kita lebih dekat kepada Tuhan yang maha esa" jelas Cakra.
"sepertinya sulit sekali" balas Sabrang dengan lesu.
"tidak sulit sebenarnya untuk Raden karena Raden sudah menjalankan itu semua setiap harinya, saya percaya bahwa Raden akan menguasainya" ujar Cakra buana.
"mungkin nanti aku akan mempelajarinya, karena di kitab ini di tulis jika ingin menguasai ajian Waringin sungsang harus puasa mutih selama 21hari, untuk kali ini aku akan berlatih tenaga dalan terlebih dahulu"
"silahkan Raden" balas Cakra buana, lalu Sabrang duduk bersila dan merasakan energi alam yang ada di sekitarnya, Cakra buana yang melihat energi putih samar-samar di sekitar Sabrang hanya tersenyum.
'cicit kakek guru memang tidak pernah salah' batin Cakra.
setelah selesai melakukan latihan, mereka semua pulang, terkecuali Asep yang ikut Sabrang untuk makan di rumahnya, hari-hari kami lalui dengan lancar.
pelaksanaan TPQ juga sudah di mulai, dan malam nya pak Sanusi mengisi acara pengajian tentang amalan ataupun doa khusus dan sebagainya.
Sabrang melaksanakan tugasnya sebagai kepala desa dengan baik, bahkan jika ada perselisihan di antara warganya Sabrang turun tangan langsung untuk melerai dan menengahi perselisihan.
2 bulan berlalu Sabrang juga sudah melakukan raga Sukma dan penerawangan, serta menguasai ajian Brajamusti dan mempelajari semua warisan dari almarhum kyai Suryo.
hingga akhirnya puasa ramadhan di tetapkan, para warga menyambut bulan suci ramadhan dengan bahagia dan gembira, pak Bram dan istrinya serta pak Tio juga sempat bersilaturahmi dengan keluarga Sabrang.
bahkan pak Bram senang atas kinerja Sabrang sebagai kepala desa, dengan itu pak Bram menyerahkan amplop tebal untuk kepentingan masyarakat setempat.
__ADS_1
tentu Sabrang menerima nya dengan senang hati apalagi untuk kemaslahatan masyarakatnya, pak Bram juga senang jika pemberiannya di terima baik oleh Sabrang.
puasa tidak membuat Sabrang lemas, justru puasa ramadhan membuat iman Sabrang semakin tebal dan Sabrang juga dapat memahami lebih cepat apa yang tertulis dalam kitab yang di berikan oleh kakek buyutnya.
bahkan anak-anak beraktivitas seperti biasanya walau sedang menjalani ibadah puasa, begitu juga dengan siswa Sabrang dan Rendy mereka semakin semangat.
mushola desa juga di gunakan untuk tadarusan, Sabrang melihat para warganya hidup berdampingan penuh suka cita sangat bahagia sekali.
"gimana masih kuat gak ?" tanya Sabrang pada Rendy.
"hosh, hosh masih kuat kok santai aja" balas Rendy sembari mengaduk kuali berisi bahan pembuat jenang (dodol).
sudah menjadi tradisi memang di desa jati Rejo, memasuki hari -2 lebaran para warga bergotong royong untuk membuat dodol, nantinya akan di bagikan secara merata ke seluruh warga.
akhirnya yang di tunggu-tunggu tiba, hari kemenangan umat muslim di seluruh dunia karena usai sudah puasa ramadhan, takbir menggema di desa jati Rejo.
para warga berbondong-bondong melaksanakan sholat id bersama, lalu di lanjutkan dengan makan bersama dan bersalaman untuk meminta maaf lahir dan batin.
"mohon maaf lahir dan batin Rend" ucap Sabrang lalu memeluk sahabatnya.
"mohon maaf lahir dan batin juga sab, mungkin gw banyak salah Ama Lo" balas Rendy sembari melepaskan pelukan Sabrang.
"para warga sekalian, saya selaku kepala desa mengucapkan selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin, bila kinerja saya ada yang salah mohon di maafkan" ucap Sabrang pada warga desa nya.
__ADS_1
"iya mas kepala desa, kami selaku para warga juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin" balas salah satu warga.
setelah makan bersama usai, mereka saling bermaaf-maafan dan berpelukan senyum mereka membuat hati Sabrang tersentuh.
"Bu maafin Sabrang, yang belum bisa membuat ibu bahagia" ucap sabrang lalu mencium tangan ibunya dan memeluknya dengan air mata yang menetes.
"ibu melihat mu saat ini sudah bahagia kok nak, bahkan ibu sangat senang melihat anak ibu menggunakan ilmu nya demi kebajikan dan kemaslahatan umat" balas ibu nya sembari mengusap-usap pundak Sabrang.
"betul yang di katakan ibu mu, bapak juga bangga melihat mu saat ini" sahut pak Sanusi lalu memeluk Sabrang.
di antara mereka semua Asep lah yang sendirian, melihat itu Sabrang memanggilnya, "sini sep!" laku Asep menghampiri Sabrang.
"eh Asep, sini nak" ujar bu Susi.
"iya bude, mohon maaf lahir dan batin ya bude selama ini Asep selalu merepotkan bude" balas Asep lalu mencium tangan Bu Susi dan pak Sanusi.
"kata siapa merepotkan, bude sudah menganggap Asep sebagai anak bude sendiri" dan saat itu jugalah air mata Asep pecah.
"b-bude boleh gak Asep memeluk bude, Asep sudah lama tidak merasakan pelukannya seorang ibu" mendengar itu bu Susi langsung mengangguk dan memeluk Asep dengan lembut dan kasih sayang.
"iya sep, kang Sabrang sudah menganggap Asep adek sabrang sendiri"
"betul itu sep" lalu mereka berpelukan dan menyambut dengan bahagia hari raya idul Fitri.
__ADS_1