Keris Leluhur

Keris Leluhur
ch 30. penyaluran listrik


__ADS_3

Sabrang melakukannya hingga adzan subuh berkumandang, "bangun-bangun sholat subuh" ucap Sabrang sembari menepuk-nepuk kaki Rendy.


"sana mandi kita sholat berjamaah bareng"


"hm" lalu Rendy beranjak berdiri dan mandi


setelah membangunkan Rendy, Sabrang langsung menuju ke kamar untuk membangunkan Asep, "sep bangun sep kita sholat subuh berjamaah"


"iya kang" balas Asep lalu beranjak dari tempat tidur nya.


setelah itu mereka bersiap-siap untuk melaksanakan sholat subuh, "Allahuakbar"


setelah sholat subuh selesai Sabrang melanjutkan berdoa, "Alhamdulillah kita semua dapat sholat subuh berjamaah, keutamaan sholat subuh itu lebih baik daripada dunia seisinya, jadi jangan malas untuk sholat subuh tapi ya jangan sholat subuh aja sholat yang lainnya juga harus dilaksanakan"


"siap Gus Sabrang" ucap Rendy dengan tersenyum.


"Rend lu anggetin gih makanan sisa semalam kita makan sama-sama" pinta Sabrang pada Rendy.


"oke siap bos" balas Rendy lalu berdiri dan menuju dapur.


"sambil nunggu kita cerita nabi-nabi"


"boleh kang, tapi nabi siapa yang mau kang Sabrang ceritakan"


"nabi Adam as"


"jadi gini sep cerita,Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah. Adam diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi. Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Adam AS. Suatu ketika, Allah SWT memberitakan kepada para malaikat bahwa Ia akan menciptakan makhluk dari bangsa manusia, ada pula bahwa nabi Adam di usir dari surga karena memakan buah kuldi yang di mana Allah melarang nabi Adam memakannya" cerita Sabrang.


"jadi kita itu keturunan nabi Adam ya kang"

__ADS_1


"iya sep betul, dan juga kita adalah umat nya nabi Muhammad Saw" setelah perbincangan kecil akhirnya Rendy datang dengan membawa tiga piring berisi makanan.


"yok makan" ujar Rendy yang langsung menyedok makanannya.


"kita berdoa dulu" sahut Sabrang yang membatalkan suapan pertama Rendy.


"hehe lupa" setelah berdoa mereka bertiga melahap makanannya hingga habis.


"Alhamdulillah, sederhana tapi nikmat nya luar biasa" ucap Sabrang yang diselingi sendawa.


"Rend nanti gw ada urusan sama pak Kasim lu jaga Asep ya disini" lanjut Sabrang lagi dengan menepuk pundak Rendy.


"oke-oke santai, gw bakal jaga Asep seperti adek gw sendiri lu tenang aja" jawab Rendy lalu Sabrang pamit.


******


"waalaikumsalam" sahut seseorang dari dalam rumah.


"eh kang Sabrang masuk-masuk" ucap seorang wanita paruh baya.


"iya Bu makasih, pak Kasim nya ada gak Bu ?" ujar sabrang dengan sopan.


"ada-ada sebentar saya panggilkan" jawab wanita itu yang ternyata istri dari pak Kasim.


selang beberapa saat pak Kasim keluar dengan menggunakan peci hitam dan sarung yang dipakainya, "tumben pagi-pagi kesini ada apa toh emangnya" ucap pak Kasim lalu duduk di dekat Sabrang.


"gini pak saya kemarin sudah mintai tolong pada pak Bram untuk menyalurkan listrik ke desa ini, dan Alhamdulillah pak Bram bersedia membantu jadi kedatangan saya kemari untuk mengajak pak Kasim untuk nanti bertemu dengan pak Bram dan juga orang PLN" ucap Sabrang.


"wah bagus itu belum di angkat menjadi kepala desa saja sudah memikirkan desa, apalagi nanti ketika sudah jadi kepala desa, memang gak salah saya pilih kamu untuk kepala desa selanjutnya" balas pak Kasim dengan senang.

__ADS_1


jam 8:00 sebuah mobil berwarna hitam dan putih memasuki desa jati Rejo, "assalamualaikum" seorang pria mengucapkan salam.


"waalaikumsalam pak Bram" balas pak Kasim.


"ini perkenalkan namanya pak Hanum, nanti dia yang akan memasang tiang-tiang listrik dan juga meteran listrik pada setiap rumah, dan saya juga menjamin ini semua gratis tanpa di pungut biaya sama sekali jadi insyaallah bisa berkah untuk warga desa disini" ujar pak Bram dengan senang sekali.


"amin, terimakasih pak sudah mau dimintai tolong" ucap Sabrang.


"gak masalah, nak Sabrang tenang saja jika ada masalah atau kendala bisa hubungi saya masih di simpan kan nomer bapak" balas pak Bram dengan tertawa kecil.


"ya masih lah, pak" jawab Sabrang.


"nah kalau begitu saya permisi dulu, nanti kalian bisa bicarakan sama pak Hanum" ujar pak Bram lalu pergi.


setelah perkenalan dan berbincang panjang kali lebar, akhirnya pembangunan tiang listrik akan di langsungkan serta pemasangan kabel.


di malam harinya Sabrang izin menginap di rumah almarhum kyai Suryo yang kini telah berganti nama menjadi Asep, dimalam harinya Sabrang sholat tahajud lalu memanggil kakek buyutnya untuk meminta izin sekaligus doa agar pemasangan kabel dan tiang listrik berjalan dengan lancar.


'iya cu, tidak apa kalau itu baik untuk para warga desa pasti kakek akan izinkan' suara dari ki Badrus terdengar di telinga Sabrang.


'terimakasih kek'


di ke esokan hari Sabrang puasa mutih yang di suruh oleh bapaknya, hari pertama masih sangat lancar Sabrang berkeliling sembari melihat proses pemasangan Kabeh listrik.


15hari sudah berlalu kini Sabrang telah menyelesaikan puasa mutih nya, dan juga desa jati Rejo sekarang sudah teraliri listrik secara merata.


Sabrang juga telah di angkat oleh warga desa setelah tahu jika Sabrang adalah keturunan dari Ki Badrus, dan lagi Sabrang lah yang membuat desa jati Rejo sekarang tidak gelap lagi.


pada awalnya Sabrang menolak dan menunggu beberapa hari hingga dirinya siap, tapi apalah daya Sabrang tidak bisa melawan warga desa dan akhirnya Sabrang setuju.

__ADS_1


__ADS_2