
pagi hari menyapa
setelah puasa mutih kini Sabrang sering diikuti oleh Cakra buana, bahkan sekarang Sabrang juga merasakan bahwa tubuhnya merasa sangat ringan.
'cu kau harus belajar raga Sukma nantinya, biar kakek sendiri yang membimbingmu' suara Ki Badrus terdengar di telinga Sabrang.
"pagi kepala desa" sapa seseorang, siapa lagi kalau bukan Rendy.
"apaan sih Rend walau gw jadi apapun nanti, gw masih tetep Sabrang yang sama" balas Sabrang.
"huhu terhura aku,dengan kata-kata mu sab" ucap Rendy lalu menepuk pundak Sabrang dengan tertawa khas nya.
"merinding gw denger tawa Lo" sahut Sabrang dengan bergidik.
"ciah ilah, sekarang langkah pertama Lo apa sab"
"langkah pertama pastinya gw bakal ada in yang namanya TPQ untuk anak-anak desa" ujar Sabrang dengan menempelkan jari telunjuk di dagu.
"bagus tuh gw setuju, lalu untuk ekonomi desa ?"
"untuk masalah ekonomi desa gw pikirin nanti, soalnya itu bukan perkara hal yang mudah, ah bapak lu kan peternakan sapi tuh gimana sekarang udah nambah belum sapi nya hehe" sahut Sabrang dengan tertawa kecil.
"Alhamdulillah sab makin hari makin ada saja rezekinya, kemarin aja habis di beli dua ekor" balas Rendy.
"wih bagus tuh semoga usaha keluarga lu lancar"
"amin, ya udah yuk kita latih anak-anak" ucap Rendy lalu kami bergegas pergi ke rumah Asep.
dijalan kami banyak bertegur sapa dengan warga desa yang hendak ke ladang maupun pergi bekerja di luar desa, selang beberapa saat Sabrang dan Rendy sampai.
"assalamualaikum" ucap kami lalu anak-anak langsung menjawabnya dan berlari menghampiri kami untuk bersaliman.
"semangat sekali nih kayaknya" ujar Rendy dengan tersenyum.
"iya dong kang, apalagi yang ngajar kang Sabrang yang ganteng pisan" jawab salah satu siswanya Sabrang.
"kang Rendy ?"
"enggak, kang Rendy mah pas-pasan" ucapnya yang membuat semua anak-anak tertawa, begitu juga Sabrang yang ikut tertawa.
"***** lu emang" ujar Rendy yang membuat sabrang cengar-cengir.
"sudah-sudah yok kita latihan, kemarin kalian sudah mempelajari jurus lompatan harimau, sekarang kang sabrang dan kang Rendy mau lihat sudah sejauh mana kalian berlatih" ucap Sabrang lalu mereka berbaris membentuk lingkaran.
satu persatu anak-anak mempraktekkan jurus lompatan harimau yang telah mereka pelajari, "bagus-bagus, tak sia-sia aku mengajarkan kalian" ucap Sabrang dengan tersenyum dan bertepuk tangan.
__ADS_1
"terimakasih kang" ucap seorang siswanya.
setelah melihat hasil latihan mereka Sabrang langsung memerintahkan mereka untuk baris,"sekarang kalian baris, jurus selanjutnya yang akan mengajarkan kalian adalah kang Asep"
"eh ?, aku ?" sahut Asep dengan terkejut.
"iya kamu kang Sabrang hanya mengamati saja, jika ada yang salah nanti kang Sabrang betulkan" jawab Sabrang sambil mengacungkan jempolnya.
"gak pp kan di latih kang Asep untuk jurus kali ini"
"gak pp kang" jawab mereka serempak
"bagus kalau begitu kang Sabrang mengamati dari sana" ucap Sabrang yang menunjuk ke arah pohon mangga.
"ngokey"
sedangkan Rendy melatih Subagio dan Rahman, khusus Sabrang tentu saja melatih Asep dan anak-anak lainnya, latihan kali ini dibilang cukup lancar.
anak-anak atau siswa dari sabrang sudah hampir hafal dengan gerakan-gerakannya, "stop, latihan kita lanjutkan besok jika kalian ada waktu senggang, sekarang kalian boleh pulang" ucap Sabrang lalu mereka semua bersaliman pada Sabrang.
"gimana sep, ngelatih anak-anak capek gak ?" tanya Sabrang pada Asep.
"ya gitu kang harus sabar, tapi Asep kalem-kalem aja kang dan bahagia melatih anak-anak apalagi ilmunya digunakan untuk kebaikan" balas Asep lalu duduk di samping Sabrang.
"kau benar, gimana jika kalian latih tanding bersama kang Rendy dan kang Sabrang ?" ucap sabrang dengan menaik turunkan alisnya.
"sana beritahu kang Rendy dan kedua sahabat mu"
tanpa menjawab Asep langsung menghampiri Rendy dan kedua sahabatnya, setelah memberitahu jika mereka bertiga akan latih tanding bersama Rendy dan Sabrang, mereka sangat bersemangat sekali.
*****
"wedeh, kok gua diikutin segala" ujar Rendy saat sampai di teras rumah.
"hehe butuh temen bro, gimana kalian sudah siap atau belum ?"
"kita mah selalu siap kang, mau dimulai kapan ?" jawab Rahman dengan semangat sembari meregangkan otot-ototnya.
"kalem-kalem nanti sore aja kita latih tanding, gimana ?" ujar Sabrang dengan tersenyum.
"boleh tuh kang udaranya malah segar, okelah kami setuju" jawab Asep lalu Sabrang dan Rendy pamit pulang.
"kita pulang dulu sep, kalo laper ntar ke rumah kang Sabrang atau ke kang Rendy aja, jangan sungkan-sungkan ya sep" ucap Sabrang.
"makasih kang" balas Asep lalu bersaliman pada Sabrang.
__ADS_1
******
Rendy dan Sabrang berjalan berbarengan, "bener-bener gak nyangka gw, Rend"
"nama nya juga takdir kita sebagai manusia bisa apa" ujar Rendy.
"iya Rend, eh iya Rend kita ke gua itu yuk penasaran gw" ajak Sabrang pada Rendy.
"sebaiknya jangan" balas Rendy dengan bergidik.
"udah gak pp ada gw" jawab Sabrang yang lebih tepatnya ada Cakra.
"aih ya udah yok, gw juga masih penasaran" balas Rendy, lalu Sabrang dan Rendy pergi ke hutan larangan.
...****************...
"menurut gimana kalo kita Pagari besi mengeliling" ujar Rendy dengan telunjuk mengetuk-ngetuk dagu.
"gw mah serah lu aja, lagian kan lu yang keturunannya bukan gw jadi pohon tu, dah jadi tanggung jawab lu" balas Rendy dengan menepuk-nepuk pundak Sabrang.
"e-eh ?, tumben lu bener" sahut Sabrang dengan memiringkan wajahnya ke arah Rendy.
"dah gak usah lebay kali"
"dah yuk masuk" lalu Sabrang membuka pintu gua misterius itu bersama Rendy.
alangkah terkejutnya Sabrang melihat banyak mahkluk-mahluk yang sedang bermain di dalam gua itu, 'kalian boleh di sini tapi jangan pernah ganggu warga desa ku, jika kalian melanggar maka kalian harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya' pesan Sabrang melalui suara batin.
"kalian dengarkan yang di ucapkan Raden Arya!" ucap Cakra buana yang tiba-tiba hadir, tentu saja suara Cakra hanya bisa di dengar oleh Sabrang.
"eh ni bocah ngapa ya" ucap Rendy yang melihat Sabrang terdiam.
"woi bangun dari lamunan lu woyy, gini nih kalo ceweknya pergi ke luar negeri" cibik Rendy pada Sabrang.
"berhubung kita disini kenapa lu gak latih yang ada di kitab yang di berikan oleh kyai Suryo" balas Sabrang.
"o iya hampir lupa gw, ide bagus tuh lu ajarin gw yak"
"iye, kalo gw mampu gw bakal bantu lu"
"sip"
"Raden kenapa gak melatih tenaga dalam ?" sahut Cakra buana.
"memangnya bisa ?" balas Sabrang melalui telepati.
__ADS_1
"ya bisa, nanti saya bantu deh" jawab Cakra.
"oke, kalau begitu"