Keris Leluhur

Keris Leluhur
ch 35. ajian Waringin sungsang


__ADS_3

sesampainya di mushola desa, pak Sanusi langsung maju ke depan untuk mengimami sholat subuh berjamaah, walau hanya ada beberapa warga saja yang ikut sholat subuh berjamaah, itu sudah lebih dari cukup daripada tidak ada sama sekali.


setelah menunaikan ibadah sholat subuh, kami mengobrol sebentar tentu saja di sana ada Asep yang memang Sabrang tugaskan untuk adzan setiap subuh.


"gimana pak tadi malam ronda nya, aman kan ?" tanya Sabrang pada bapak-bapak, yang ikut sholat subuh tadi.


"tentu aman dong, apalagi suasana desa yang udah gak seseram dulu, ya gak"


"betul-betul, karena mas kepala desa, sekarang rumah warga sudah ada lampunya" sahut teman bapak itu.


"bisa saja bapak ini, ini kan juga desa kelahiran saya pak sudah sepantasnya saya membuat desa ini lebih makmur" balas Sabrang dengan tersenyum.


"ya udah kalo gitu saya pamit dulu, ayo sep kita pulang" ajak Sabrang.


*****


"assalamualaikum" ucap mereka bertiga saat sampai di rumah.


"waalaikumsalam" sahut Bu Susi dari dalam lalu membukakan pintu.


"eh pak sudah pulang, ayo kita makan bareng-bareng" ucap bu Susi mencium tangan suaminya, dan mengajak mereka masuk.


terlihat menu sayur daun singkong, tempe, tahu serta sambal membuat mereka tergoda, "makan sama nasi hangat nikmatnya tiada tara" ucap Sabrang lalu mengambil piring.


mereka semua makan dengan sangat nikmat, dan bahagia walau dengan menu sederhana tapi di tambah dengan kebersamaan akan terasa sangat nikmat dan spesial.


"Alhamdulillah, sungguh nikmat Allah yang tiada tara" ucap Sabrang lalu mencuci tangannya.


"betul sekali, terkadang apa yang kita butuhkan semua itu sudah Allah yang mengatur tapi manusia terkadang tidak sadar dan malah tidak mensyukuri nikmat itu" balas pak Sanusi.


"betul pak, apa yang kita butuhkan saat ini maka itulah yang baik untuk kita" setelah perbincangan kecil itu Sabrang dan Asep pamit.


"pak Sabrang ke rumah Asep dulu ya" ucap Sabrang.


"hati-hati sab"


"siap pak"


******


"kita ke rumah kang Rendy dulu aja gimana" ucap Sabrang dengan berjalan santai.


"boleh tu, okelah kang Asep ikut" balas Asep lalu mereka menuju ke rumah rendy.


di jalan Sabrang saling bertegur sapa pada warga yang sedang melakukan kegiatannya sehari-hari.


"assalamualaikum" ucap mereka saat sampai di rumah Rendy.


"Rendy main yok!" teriak Sabrang.


"waalaikumsalam, eh nak Sabrang toh dan Asep masuk-masuk Rendy nya sedang bantuin ibu nya tuh di dalam" sahut pak Rohim.

__ADS_1


"iya pak, emang Rendy bantuin apa pak ?" tanya Sabrang yang penasaran.


"tuh lagi bantuin ibu nya masak" balas pak Rohim.


"sejak kapan Rendy bantuin ibunya, perasaan dari dulu paling susah kalo di suruh" ujar Sabrang yang udah kenal dekat dengan Rendy.


"ya sejak di marahin ibu nya, haha" ucap pak Rohim Dengan tertawa kecil.


"coba bilang apa lagi pak!" sahut Bu Hani dengan berteriak.


"gak apa-apa Bu!" sahut pak Rohim, Sabrang dan Asep melihat itu hanya saling lirik dan mengasih kode dengan gerakan badan.


"ayo-ayo masuk" ajak pak Rohim yang membuat Sabrang dan Asep susah untuk menolak.


"mau minum apa biar bapak ambilkan" ucap pak Rohim yang mempersilahkan kami duduk.


"apa aja pak asal bisa di minum hehe" jawab Sabrang dengan tertawa kecil.


selang beberapa menit pak Rohim membawakan dua cangkir teh untuk Sabrang dan Asep, "makasih pak"


"gimana nih kang ?" bisik Asep.


"eh iya pak gimana usaha pak Rohim, lancarkan pak" tanya Sabrang dengan basa-basi.


"Alhamdulillah lancar nak" setelah itu Rendy muncul dengan tergesa-gesa.


"lu mau latihan kan, ayo kita latihan" ucap Rendy dengan terburu-buru.


"ah elu mah, gak lihat sikon" ucap Rendy lalu menarik Sabrang dan membawanya keluar.


"pak!, kami permisi dulu ya" ucap Sabrang yang masih di tarik oleh Rendy.


'dasar kelakuan, kang Sabrang dan kang rendy' batin Asep lalu pamit pada pak Rohim dan menyusul Sabrang.


********


"hosh hosh hosh"


"ngapa sih lu Rend"


"g-gw kayak lu gak tau ibu gw aja sab, kalo dah sekalinya marah bisa-bisa panci melayang ke kepala gw" jawab Rendy lalu terduduk di tanah.


"makanya jadi anak tuh yang berbakti, jangan suka ngelawan orang tua, dengerin nih:


Wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā


yang artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.


surah Al isra ayat 23"


"iya Gus Sabrang"

__ADS_1


"nah sip, eh ini Asep mana ?" tanya Sabrang.


"tuh di belakang lu" tunjuk Rendy lalu Sabrang membalikkan badannya.


"anak-anak pada sekolah, gimana kalo kita latihan di gua" ucap Rendy.


"boleh tuh kita ajak Asep sekalian" balas Sabrang.


"hosh, kang udah lah jangan main kek gituan lagi, Asep capek ngejarnya" ujar Asep yang ngos-ngosan.


"ya udah ayo ikut kita" ajak Sabrang.


"kemana ?" tanya Asep.


"ikut aja udah" sahut rendy lalu mereka berjalan ke arah hutan larangan.


"ini kan jalan hutan larangan?" ucap Asep.


"lah emang iya, udah tenang aja"balas rendy lalu mereka berjalan ke gua misterius itu.


"ayo masuk" ucap sabrang saat sampai di depan pohon beringin dan membuka pintu gua.


"lah ada gua ?, gimana ceritanya" ujar Asep yang masih kebingungan.


"udah gak usah bingung ayo latihan" sahut Sabrang lalu masuk kedalam.


"sep kamu latih jurus yang kang Sabrang berikan"


"oke kang" balas Asep lalu mulai pemanasan.


Sabrang duduk di sebuah batu yang kemarin ia gunakan untuk memperhatikan Rendy, "Raden kenapa gak mempelajari kitab itu ?" tanya Cakra yang tiba-tiba muncul.


"lain kali salam kek" gerutu Sabrang pada Cakra.


"hehe maaf"


"tapi gw gak bawa kitabnya" balas Sabrang.


"ini ?" ujar Cakra yang membuat mulut sabrang ternganga, bagaimana tidak kitab yang ada di rumahnya sudah ada di tangan Cakra.


"gak usah kaget, Raden pelajari lah terlebih dulu" ucap Cakra lalu memberikan kitab itu.


saat membuka halaman pertama Sabrang menemukan, 'ajian Waringin sungsang', "ajian Waringin sungsang ?"


"oh itu, itu ajian yang di ciptakan oleh sunan kali jaga kala itu, fungsi ajian Waringin sungsang adalah untuk melumpuhkan lawan" jawab Cakra.


"Oooo"


"apakah Raden tertarik?"


"iya aku akan mempelajarinya"

__ADS_1


__ADS_2