Keris Leluhur

Keris Leluhur
ch 33. mencari keberadaan warga yang hilang


__ADS_3

"assalamualaikum" ucap Sabrang dan Asep.


"waalaikumsalam" sahut Bu Susi lalu membuka pintu.


"mandi dulu nak nanti makan bareng-bareng sama bapak" ucap Bu Susi lalu Sabrang dan Asep mencium tangannya.


"iya Bu,...iya bude" jawab mereka bareng.


setelah Asep mandi giliran Sabrang yang mandi, setelah mandi Sabrang menuju meja makan, "kayaknya enak nih, sambel daun singkong tempe dan ikan asin" ucap Sabrang saat melihat menu makanan.


"iya ayo kita makan bareng-bareng" ajak pak Sanusi lalu kami semua makan alakadarnya, namun nikmat bahkan Sabrang dan Asep sampai nambah dua kali.


"Alhamdulillah kenyang" ucap Sabrang lalu mencuci tangannya.


"gimana sab, rencana kamu untuk kedepannya" ujar pak Sanusi.


"rencananya sih ya mau bikin TPQ untuk anak-anak, nanti malamnya pengajian nah nanti bapak sendiri yang ngomong" balas Sabrang.


"bapak setuju, kalau untuk itu nanti bapak usahakan yang penting para warga setuju dulu"


"iya pak nanti sehabis sholat magrib Sabrang sampaikan, rencana sabrang sep nanti bantu kang Sabrang ya ?" ucap Sabrang dengan santai.


"siap kang beres, semua yang kang Sabrang perintahkan bakal beres ditangan Asep" balas Asep dengan mengacungkan jempolnya.


"bagus sep" setelah mengobrol santai kami berangkat ke mushola desa.


magrib pun sudah memasuki waktunya, Sabrang menyuruh Asep untuk mengumandangkan adzan, setelah adzan para warga sudah berada di mushola yang cukup untuk menampung mereka.


"ayo sab kamu yang imam mi" ucap pak Sanusi yang mempersilahkan untuk ke saf paling depan.


"iya pak" balas Sabrang lalu membaca niat sholat magrib imam.


setelah sholat magrib usai, Sabrang mulai membuka pembicaraan, "bapak-bapak ibu-ibu, rencana saya untuk awal adalah membuat TPQ untuk anak-anak menurut bapak-bapak dan ibu-ibu gimana, nanti malamnya di lanjutkan dengan pengajian untuk bapak-bapak atau ibu-ibu yang berkenan isinya diantara lainnya kurang lebih doa-doa khusus dan bagaimana cara bertaqwa dan lainnya nanti akan di pimpin khusus oleh bapak saya langsung."


"saya setuju, biar anak-anak sorenya ada kegiatan gak main Mulu"


"ya saya juga setuju apalagi demi kemaslahatan masyarakat"


"insyaallah rencana saya akan terlaksana secepatnya, untuk bapak-bapak dan ibu-ibu terimakasih untuk masukannya" ucap Sabrang dengan tersenyum.


selang beberapa saat kemudian seorang bapak-bapak masuk ke mushola dengan ngos-ngosan, Sabrang yang melihat itu langsung berdiri dan menghampirinya.


"ada apa pak ?" tanya Sabrang pada orang itu.

__ADS_1


"i-itu mas, i-itu temen saya hilang mas saat sedang mencari rumput di hutan"


"apa!, bapak di sini dulu saya akan berusaha mencari keberadaan temen bapak itu, bapak-bapak siapa yang ingin ikut saya tidak perlu semua hanya beberapa saja sisanya di sini dan menemani bapak ini" ucap Sabrang.


"saya"


"saya-saya"


"jangan lupakan gw" sahut Rendy yang keluar dari kerumunan bapak-bapak.


"baik sisanya, di sini bantu dengan doa, bapak-bapak yang ikut saya silahkan bawa senter atau sumbu" pinta Sabrang pada mereka.


"pak bapak di sini saja" ucap Sabrang pada pak Sanusi.


"hati-hati nak" balas pak Sanusi pada Sabrang.


"iya pak Sabrang akan hati-hati, saya tunggu di gapura desa" ucap Sabrang yang dahulu ke gapura desa.


"Cakra aku butuh bantuan mu" ucap sabrang sembari berlari.


"hamba disini Raden"


"aku butuh bantuan mu untuk mencari warga desa ku yang hilang" balas Sabrang yang masih berlari.


"itu sudah lebih dari cukup" balas Sabrang yang sudah sampai di dekat gapura desa.


hanya butuh menunggu sebentar para bapak-bapak yang ikut ke hutan sudah datang dengan membawa obor ataupun senter, "sebelum kita berangkat, terlebih dulu kita berdoa untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT, berdoa mulai"


"berdoa selesai, ayo kita berangkat sekarang lebih cepat lebih baik" ucap Sabrang lalu meminta obor pada salah satu bapak-bapak dan memimpin jalan.


saat menyusuri jalan setapak hutan larangan, dingin menyeruak masuk ke pori-pori kulit, "ada yang membawa air ?" tanya Sabrang lalu salah satu bapak-bapak menjawab.


"ada mas ini saya bawa"


"kesini" pinta Sabrang.


"ini mas" ucapnya lalu memberikan sebotol air putih.


setelah membacakan ayat 15, Sabrang meniupkan ke air itu lalu menyuruh para bapak-bapak yang ikut untuk meminumnya, "silahkan di minum, semua harus kebagian" setelah semua bapak-bapak meminum air yang sudah di bacakan ayat 15 Sabrang melanjutkan lagi pencariannya.


"Raden warga Raden ada di semak-semak 500meter dari kanan" ucap Cakra.


"terimakasih Cakra" balas Sabrang melalui telepati.

__ADS_1


"bapak-bapak kita ke kanan" ucap Sabrang lalu mereka semua mengikuti langkah Sabrang.


semakin ke kanan hawa merinding menyebar membuat rasa takut para warga, Rendy yang melihat itu langsung menyuruh mereka untuk berzikir, "bapak-bapak sekalian lebih baik kita berzikir jangan ada yang melamun"


srak


srak


bunyi seperti orang menyapu kian mendekat ke arah mereka, "jangan takut, teruslah berzikir" ucap Sabrang yang mulutnya sedang membaca ayat 15.


suara yang tadinya mendekat kini sudah tidak ada lagi, "ayo kita lanjutkan tidak bagus kita berlama-lama di sini, walau sudah aman tapi tidak memungkinkan kita untuk di sesatkan" ucap Sabrang lalu mereka mempercepat langkahnya.


"Raden, walau bedowo sudah musnah tapi mahkluk laknat itu masih ada yang berbuat iseng, apakah hamba harus memusnahkan mereka sekalian ?" ucap Cakra melalui telepati.


"tidak usah, selagi kejadiannya hanya sekali biarkan kalau mereka berbuat lagi baru kita turun tangan" balas Sabrang melalui telepati.


"t-tolong" suara seperti bapak-bapak meminta tolong dengan suara yang serak.


"kita lihat di balik semak-semak itu" ucap Sabrang lalu bapak-bapak yang ikut langsung mengeceknya.


Sabrang terkejut mendapati genderuwo yang sedang bertengger di atas pohon di dekat pria itu, 'kali ini aku mengampuni mu tapi jika kejadian ini terulang lagi maka jangan salahkan aku jika kamu tidak di dunia ini lagi' ucap Sabrang melalui suara batin.


genderuwo yang bertengger tadi langsung menghilang, "air yang tadi masih ada ?" tanya Sabrang lalu salah satu bapak-bapak menyerahkan botol air yang tadi sudah di bacakan ayat 15.


"bismillahirrahmanirrahim" Sabrang meminumkan nya pada pria itu.


"uhuk-uhuk"


"bapak-bapak tolong bantu angkat" pinta Sabrang lalu 2 orang bapak-bapak langsung memapah pria itu.


"kita kembali nampaknya kita sudah lama di sini" ucap Sabrang lalu mereka mengangguk setuju.


perjalanan menuju desa kali ini sangat lancar tanpa halangan, karena Sabrang menyuruh Cakra untuk memperingatkan makhluk-makhluk itu untuk tidak iseng.


setelah keluar dari hutan larangan, para bapak-bapak yang memapah bapak tadi langsung menuju ke mushola desa untuk membaringkannya.


"makasih mas sudah menemukan teman saya" ucap bapak tadi yang meminta tolong pada Sabrang.


"sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai kepala desa, untuk bapak-bapak sekalian saya sangat berterimakasih untuk bantuan bapak-bapak" balas Sabrang.


"gak papa mas, kami senang bisa membantu kalau gak ada mas kepala desa mungkin kami juga akan ikut hilang" ucap salah satu bapak-bapak yang membuat semuanya tertawa.


"bisa saja bapak-bapak ini"

__ADS_1


__ADS_2