Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
di rumah sakit


__ADS_3

William Raihan Taufik seorang pengusaha alat komunikasi dan juga pemilik beberapa hotel juga memilik saham terbesar salah satu rumah sakit terbesar di jakarta.


pengusaha tampan dan sukses tersebut termasuk pengusaha yang bersih dari dunia malam, karena ada sang mama yang senantiasa memantau sang putra.


dengan kecepatan penuh william mengendarai mobilnya menuju rumah sakit.


" Fatir cepat loe periksa wanita itu " perintah will pada sepupunya yang kebetulan menjabat sebagai salah satu manager di rumah sakit tersebut.


" ngomong ngomng siapa wanita ini apa ini pengganti kalina? " sindir Fatir


" udah diam loe nggak usah banyak tanya apa loe mau loe nggak gua promosiin jadi kela rumah sakit ? "


" oke oke...gua periksa sekarang tapi pasien sudah ditangani perawat kan? "


" udah tapi gua mau loe yang nangani "


"ya ni gue periska, lagian baru juga nyampe rumah sudah balik lagi kesini " gerutu Fatir


" apa loe bilang? "


" nggak ada gue nggak bilang apa apa, udah gue ke dalam dulu " ucap dokter Fatir lalu masuk ke dalam ruang IGD.


" bagiaman Sus keadaan pasien? " tanya Fatir


" seperti nya kaki nya terluka dok dan ini sudah saya bersihkan " jawab salah satu suster jaga


" oke coba saya liat " dan dokter Fatir segera memeriksa kondisi kaki pasien


" kamu bersihkan lalu jahit agar lukanya cepat sembuh sepertinya lukanya cukup panjang dan dalam "


" baik dok " kemudian Fatir memeriksa detak jantung dan nadi pasien dan saat bersamaan will masuk ke dalam ruangan tersebut.


" kamu periksa juga kondisi tubuh nya siapa tau ada yang terluka " ucap Will.


Fatir menghentikan kegiatannya lalu melanjutkan memeriksa detak jantung nya.


" detak jantung nya sangat lemah dan sepertinya dia juga mengalami shoch yang sangat hebat "


" mungkin "


" will ikut ke ruangan gue sekarang " ajak Fatir


" kenapa loe merintah gue " ucap will. Fatir menarik nafas sejenak.


" tuan Will bisakah anda ke ruang saya sebentar "


" hem.. " jawab Will lalu keluar dari ruang IGD melangkah di iringi Fatir.

__ADS_1


" eehg...untung loe sepupu gue klo nggak "


" klo nggak kenapa apa loe lupa gua ini pemilik saham terbesar di rumah sakit ini apa loe mau gua turuni jadi dokter jaga hem..! "


" ya.. ya.. tuan William yang terhormat saya tau..! itu aja ancaman loe..! ayo masuk "


" mana minuman dingin loe? " tanya Will yang langsung membuka lemari pendingin di ruangan tersebut.


" hanya air putih dan jus aja apa tidak ada minuman bersoda gitu "


" minuman bersoda nggak baik buat kesehatan, udah loe minum jus jambu itu saja atau itu jus jeruk juga ada " jawab Fatir yang kini sudah duduk di sofa.


" sekarang ceritakan siapa wanita itu kenapa dia bisa terluka seperti itu dan sepertinya dia mengalami kejadian yang cukup membuatnya shok berat"


" gua juga nggak tau " jawab Will sambil menyeruput jus jeruknya.


" gua serius Will "


" iya gua juga serius, jadi gini tadi itu gua ada janji ketemu klien di salah satu klub malam dan dia gue lihat masuk ke dalam klub tersebut bersama seoarang wanita mungkin temannya atau mucikarinya "


" gila loe sudah berani main ke klub malam aja loe nanti klo tante diah tau bagaimana bisa di gorok loe "


" gua nggak ngapa ngapain makanya dengerin dulu cerita gua dodol.. "


" oke oke.. lanjutkan "


" jadi elo nggak tau siapa cewek itu?"


" iya "


" wah jangan jangan dia terlibat kasus penjualan manusia Will "


" gua juga berfikir seperti itu jadi gua minta sama loe untuk menutup akses info tentang pasien ini, gua takut orang orang klub tadi mencari keberadaan cewek ini karena dia kan meninggalkan jejak luka di kaki nya "


" ya loe benar dan satu lagi loe harus menghapus rekaman CCTV di sekitar lokasi tersebut."


" sudah gua sudah minta di Reza buat menghapus rekaman CCTV di sekitar lokasi "


" Will klo benar dia korban penjualan manusia kasian cewek tadi apalagi sepertinya dia wanita baik baik "


" ya gua juga berfikirnya begitu. awalnya gua benci banget waktu liat dia masuk ke klub dengan pakaian Muslimah nya itu masuk ke dalam klub malam, tapi waktu dia menggedor pintu mobil gua sambil memohon gua yakin ada yang tidak beres "


" ya mungkin Tuhan memilih loe buat nyelametin wanita itu. tapi kita belum tau kejadian sebenarnya seperti apa "


" ya loe benar jadi kita tunggua saja sampai dia siuman. klo gitu gua pulang dulu capek gua "


" trus pasien itu loe tinggal gitu bagaiamana klo dia kabur "

__ADS_1


" ya bagus lah jadi gua nggak usah pusing lagi ngurusin dia "


" gila loe ya nolong kok separuh separuh. tapi klo gua liat dia cantik juga "


" jangan bilang loe mau jadiin dia pacar loa..! sadar loe ganti ganti pacar mulu ntar ada orang disumpahin mantan pacar "


" hey bro kita ini cowok jadi bebas memilih emang loe nggak move on move on dari kalina "


" diam loe "


" tok.. tok..! permisi dok pasien tapi sudah sadar dan dia mengamuk dok"


" hah iya kita segera ke sana. ayo Will " dan mereka bertiga segera menuju ruang IGD.


" jangan mendekat..! jangan sentuh saya atau saya akan bunuh diri. kamu... kamu wanita jahat kamu kan yang sudah jual aku sama laki laki itu jahat kamu..! Hu hu hu..! " Aisyah menangis sesegukan


Fatir masuk bersama William


" hay nona tenang anda aman di sini kita orang baik baik kok sekarang anda berada di rumah sakit saya dokter Fatir dan ini William orang yang sudah menolong anda " ucap dokter Fatir berusaha mendekat


Aisyah mengangkat wajahnya menatap dokter Fatir dan William


" bohong kalian kalian orang orang mereka kan..! tuan tolong lepasin saya saya mau pulang biarkan saya kembali ke panti tuan saya mohon..!" isak Aisyah. sambil berusaha membuka selang infus dari tangannya.


" Sus kasi obat penenang " bisik dokter Fatir. suster mengangguk sebagai tanda mengerti lalu menyiapkan obat penenang dan perlahan mendekati Aisyah.


" mba yang tenang ya nanti klo sudah sehat kita akan antar mba ke panti "


" bener "


" iya bener ya kan dok "


" nggak kalian bohong aku mau pulang aku mau ketemu ibu.. ibu... tolong aku bu mereka jahat bu... tolong Aisyah bu " dan dengan cepat beberapa suster memengang Aisyah lalu dokter Fatir segera menyuntikkan obat penenang. dan tak lama berselang Aisyah pun terlelap tak sadarkan diri.


" sebaiknya pasien di pindahkan ke ruang perawatan di sini takut menggangu pasien lain besok aku akan meminta psikolog untuk memeriksa nya "


" ya terserah loe saja gua percayakan ini sama loe. gua kasian juga sama perempuan itu "


" sekarang loe pulang istirahat pasien akan tertidur kurang lebih selama 7 jam jadi loe bisa pulang istirahat. oh ya klo bisa mak sumi suruh ke sini siapa tau melihat mak sumi bisa meredam sedikit emosinya. " kata Fatir lagi


" kenapa mak sumi sih "


" ck loe kan tau dia rindu sama ibunya siapa tau melihat sosok mak sumi dia bisa tenang nggak ngamuk ngamuk lagi kayak tadi "


" ya besok gua bawa mak sumi gua pulang dulu Assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " dan will pun melangkah menuju parkiran mobil. kejadian malam ini sungguh melelahkan ia segera kembali menuju apartemen nya untuk mengistirahatkan tubuh nya karena besok dia masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.

__ADS_1


".


__ADS_2