Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
Kakak angkat


__ADS_3

tiga hari sudah Aisyah berada di apartemen William dan ia hampir tidak pernah bertemu dengan si empunya Apartemen. dan malam ini Aisyah merasa tenggorokan nya sangat kering.


Aisyah terpaksa keluar kamar dan turun ke dapur untuk mengambil air putih.


Aisyah memencet dispenser mengisi gelasnya dengan air putih.


" ehem kamu belum tidur? "


" astaghfirullah halazim " ucap Aisyah sedikit kaget.


" kenapa kaget? "


" maaf mas "


"duduk..! "


" hah..? "


" kalau minum itu duduk nggak baik minum sambil berdiri "


" ah iya " dan Aisyah pun duduk kemudian meneguk air digelasnya.


" gimana kondisi kaki kamu? aku lihat kamu sudah baikan, jalan mu sudah tidak pincang lagi "


" iya mas alhamdulillah "


" kamu kenapa belum tidur jam segini apa kamu lapar belum makan? "


" nggak mas saya tadi cuman haus "


" ya udah kalau begitu aku kembali ke kamar dan kamu segera tidur sudah malam "


" i iya mas" dan Will pun bangkit dari duduknya berjalan berjalan menuju tangga.


" eh mas "


" apa ? " Will berhenti


" em itu aku mau minta maaf atas kejadian kemaren "


" kamu itu sudah tiga kali minta maaf apa nggak capek apa minta maaf terus"


" mas Will sudah nggak marah kan sekarang ? "


"hem.. " jawab Will lalu naik ke lantai atas dan menghilang dari balik pintu kamarnya.sedang Aisyah tersenyum bahagia karena William sudah tidak marah lagi padanya.


ke esokan harinya William sedang sibuk di kantor dan tiba tiba ponselnya berbunyi.


" ya hallo ada apa loe " jawab Will


" ya ampun bos besar nadanya sensi mulu "


" ada apa loe nelpon gue, gue lagi sibuk "


" ya elah iya tau tau loe sibuk. tapi gua mau nanyain pasien gue Aisyah gimana kondisinya gue mau periksa kondisinya. gue ke apartemen loe ya sekarang "


" jangan sekarang nanti sore aja sekarang nggak ada orang di apartemen gue loe nunggu gua pulang atau mak sumi ada di apartemen.bahaya klo loe gue ijinin berdua sama dia. "


" ya ampun nggak percaya amat ama sepupu sendiri"


" ya klo ama loe gue nggak percaya buaya "


" ck nggak akan macam macam lah sama Aisyah mana tega gue dia perempuan baik baik "


" pokoknya jangan skrg, lagian tumben dokter datang ke tempat pasien. biasanya kan pasien yang datang ke rumah sakit "


" ya dia kan pasien spesial dia kan elo yang tanggung jawab"


" alah alasana loe, pokoknya loe nggak boleh nemuin dia sendirian ntar nunggu mak sumi atau gue ada di sana "

__ADS_1


" ya udah terserah loe lah "


" oke kalo gitu nanti gue kabari" dan Will pun menutup panggilannya.


dan sore hari dokter Fatir datang berkunjung ke apartemen William.


" assalamu'alaikum "


" waalaikum salam silahkan masuk dokter silahkan duduk sebentar mak panggil kan Aisyah "


" ya mak, oh ya Will belum pulang?"


" belum tapi katanya sudah mau pulang "


" oh "


" nak dokter mau minum apa biar mak buatin "


" nggak usah repot mak air putih aja"


" klo begitu tunggu sebentar ya " mak sumi masuk ke dapur menyiapkan air putih kemudian meletakkan di ruang tamu


" silahkan mas Fatir di minum, mak ke atas dulu manggil Aisyah "


" ya mak " dan mak sumi pun naik ke atas memanggil Aisyah.


mak Sumi turun ke ruang tamu bersama Aisyah


" sore Pak dokter "


" sore gimana keadaan kamu Aisyah apa masih sakit kakinya? "


" masih sakit sedikit kalau di bawak jalan terlalu lama "


" ya itu wajar karena kan baru sembuh luka jahitannya. kalau begitu saya periksa ya "


" oke bagus lukanya sudah mengering cuman ya memang jangan dulu di bawak jalan terlalu lama "


" ya dok,tapi kadang-kadang terasa gatal dok "


" iya itu wajar karena jaringan kulitnya mulai tumbuh dan menyatu tapi jangan di garuk , takut infeksi. trus kebersihan nya tetap di jaga "


" iya dok "


" sekarang saya periksa tensi nya, permisi " ucap dokter Fatir sambil memasang kan alat pengecek tensi.


" gimana pak dokter? "


" normal 100 per 80" ucapnya seraya memasukkan kembali alat alatnya ke dalam tas kerjanya.


" gimana kamu kerasan tinggal di sini? "


" kerasan pak dokter "


" jangan panggil saya pak dokter lah saya merasa tua sekali "


" Oh ya maaf dok "


" kalau di luar rumah nggak usah panggil dokter santai aja "


" terus saya panggil apa? masak Fatir aja kan nggak sopan "


" eemmm gimana kalau kamu panggil saya kakak "


" emang boleh? "


" boleh dong boleh benget malah "


" oh baik kakak, wah senang nya akhirnya aku punya kakak sekarang "

__ADS_1


" oh ya ngomong ngomong si William gimana apa dia baik sama kamu? "


" emmm baik.. ya baik "


" kok terpaksa gitu jawabnya "


" ya memang baik buktinya aku di ijini tinggal di sini di kasi makan, aku bahagia bisa bertemu dengan orang orang baik kayak kalian " ucap Aisyah terharu dengan mata mulai berkaca.


" ini mungkin sudah jalan Tuhan kamu bertemu Will.dia itu laki laki baik cuman ya gtu dingin.oh ya Aisyah kamu kalau ada apa apa butuh bantuan hubungin saja aku kan aku sekarang kakak kamu "


" tapi saya kan nggak punya nomor kakak "


" ah iya aku lupa, mana ponselmu "


" ponsel saya masih di pegang mas William katanya nggak boleh ngaktifin dulu "


" ya sih takutnya orang yang nyari kamu mendeteksi pakai GPS "


" iya mas Will juga ngomong nya kayak gtu " dan mereka pun lanjut mengobrol banyak hal Fatir sosok yang hambel membuat Aisyah bisa tertawa lepas.


William baru saja tiba ia melihat di ruang tamu sedang ada Fatir dan Aisyah sedang tertawa bersama.


" hey will baru pulang loe " sapa Fatir


" loe liat..! "


" ck sadis banget loe jawabnya "


" suka suka gue. rumah rumah gue. loe sudah selesai kan meriksanya sekarang loe boleh pulang "


" wah nggak sopan banget loe sama sepupu lagian gua di ajak makan malam sama mak sum, kata orang tua dulu, nggak boleh nolak rezeki "


" mau loe...! awas aja loe macem macem "


" gua nggak akan macam macem paling juga satu macam pingin ngobrol aja sama wanita cantik di depan gua " sambil memainkan alisnya


" ih kak Fatir pinter banget ngegombalnya, udah ah saya mau ke dapur bantuin emak " ucap Aisyah lalu melangkah menuju dapur sedang William memilih naik ke kamarnya.


setelah semua masakan tersaji di atas meja mereka pun segera menikmati makan malam bersama


Aisyah beberapa kali tertawa melihat kekonyolan Fatir sedang William hanya sesekali tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" kak Fatir klo gini beda benget sama klo lagi di rumah sakit "


" beda gimana? " tanya Fatir


" iya klo di sini kelihatan lucunya kayak bukan dokter tapi kalau di rumah sakit terlihat sangat berwibawa "


" aku ini ya seperti ini aslinya cuman kan nggak mungkin aku kayak gini di rumah sakit ya jaim lah dikit "


" ya ya.. betul kalo kakak seperti ini di rumah sakit mereka bisa bisa nggak percaya "


" nggak percaya gimana? "


" iya ini dokter apa pelawak? "


" dia maunya jadi badut ancol tapi nggak lulus seleksi makanya sekarang jadi dokter " saut William.


" ya gua nggak lulus seleksi karena terlalu ganteng " kelakar Fatir


" alah narsis loe"


" kan emang gua ganteng loe aja nggak nyadar punya sepupu ganteng"


" udah udah nggak usah bertengkar..! mas will dan kak Fatir sama sama ganteng kok " Aisyah menengahi.


" makasih adik Aisyah yang baik...! tu loe liat kan, Aisyah aja bilang gua ganteng "


" ya tapi narsis saking narsisnya selalu tebar pesona dimana mana " timpal William dengan senyum mengejek. mak sumi yang melihat perdebatan di meja makan hanya bisa geleng geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2