Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
ke rumah utama


__ADS_3

"jadi begitu ceritanya bu. sungguh sesungguhnya saya tidak ingin merepotkan keluarga ini, tapi saya masih takut jika harus keluar rumah" terang Aisyah dengan wajah melasnya.


" kamu kalau tau suami mu punya perempuan lain kenapa kamu tidak berusaha kabur saja? " tanya Salma


" saya sudah pernah bicara hendak kembali ke panti dan meminta cerai tapi suami saya mengancam akan menghancurkan panti jika saya berani kembali ke panti jadi saya tidak berani. kalau betul dia menghancurkan panti trus adik adik mau tinggal dimana? " jawab Aisyah. salma menarik nafas dalam dalam.


" trus sekarang kamu mau bagiamana kamu masih sangat muda kenapa sih kamu mau menikah sama laki laki jahat seperti dia " ucap Salma gregetan.


" ma dia kan nggak tau kalau suaminya bakal kayak gitu " kini William menimpali


" dulu sebetulnya saya belum ingin menikah, saya masih ingin kuliah terus bekerja supaya bisa bantu keuangan panti."


"trus kenapa kamu mau diajak nikah?" kata Salma lagi.


" ya karena dia berjanji setelah menikah dia akan menguliahkan saya dan lagipula dia adalah salah satu donatur panti jadi saya tidak kawatir lagi masalah panti kedepannya. "


" trus sekarang apa rencamu ? "


" saya ingin bekerja bu tolong berikan saya pekerjaan nanti setelah saya dapat pekerjaan saya ingin kuliah bu "


" ya saya kasian sih sama kamu tapi kamu Jangan kerja di sini kamu ini masih muda cantik lagi dan Will juga masih muda saya nggak mau terjadi apa apa nantinya jika kalian terus tinggal berdua dalam satu atap"


" ma.. nggak mungkin lah "


" jangan bilang nggak mungkin kalau setan lewat semua bisa saja terjadi "


" bisa saya liat KTP mu? " kata salma lagi


" saya belum punya KTP bu karena sekarang ini saya baru 17 tahun. tapi saya punya kartu pelajar saya yang dulu sebentar saya ambil" lalu Aisyah masuk ke kamarnya. mengambil Kartu pelajar dari dalam dompetnya.


" ini bu " sambil menyerahkan kartu pelajarnya.


" oh jadi kamu dari kota C nama mu Aisyah Amini? "


" iya bu "


" oke saya percaya sama kamu nanti saya akan coba bantu kamu mencari kan pekerjaan dan kamu boleh tinggal di sini tapi ditemani mak sumi. sum kamu di sini aja sampai Aisyah mendapatkan pekerjaan, atau kamu pindah di rumah utama saja saya kawatir jika kamu di sini "


" Terima kasih bu, Terima kasih kalian semua memang orang orang baik semoga Allah membalas kebaikan ibu mak dan juga mas William "


" ya sudah kalau gitu saya kembali ke rumah utama sekarang "


" ehm maaf bu, ibu nggak makan malam dulu di sini kebetulan saya sudah masak tadi dan lumayan banyak saya rasa cukup untuk makan kita berempat " Aisyah menawarkan.


" boleh juga lagian lama saya tidak pernah makan bareng anak saya "


" kalau begitu saya hangatkan dulu masakannya bu, ibu dan yang lainnya tunggu di sini "

__ADS_1


" Ayo Aisyah biar mak bantu "


" boleh mak ayo..! " dan mereka berdua berjalan menuju dapur sedang will dan salma tetap duduk di ruang tamu.


" gimana mama percaya kan sama aku "


" ya mama percaya cuman kan kamu kebiasaan ada apa-apa nggak pernah cerita sama mama "


" ya aku minta maaf aku hanya nggak mau mama kawatir aja, eh tapi mama kok bisa tau ada perempuan di sini? " tanya William penasaran.


" tadi menjelang siang mama Minta salah satu anak buah mama mengantarkan beberapa desain bangunan restoran mama buat ke kamu dan dia bilang yang nerima perempuan makanya mama kaget karena setau mama kamu nggak senang jika ada orang lain di apartemen kamu selain mak sumi.apalagi perempuan "


" ya sebenarnya sih begitu ma tapi ya bagaimana lagi jika aku usir dia takutnya dia malah nggak akan selamat "


" ya kamu benar dan mama bangga sama kamu will maaf ya kalau tadi mama sudah nuduh kamu yang bukan bukan "


" aku ngerti kok ma, mama kan hanya kawatir aja "


dan beberapa menit kemudian Aisyah datang mengajak Salma dan William untuk makan malam bersama.


" hem enak ini siapa yang masak? " tanya Salma


" ini masakan Aisyah " jawab mak sumi


" pantas beda, enak..! "


" beneran bu? "


" dari panti bu karena dulu saya memang suka bantu ibu memasak di panti dan semakin ke sini saya sering menggantikan ibu untuk menyiapkan makan malam untuk penghuni panti."


" kamu bisa masak apa saja? "


" rendang soup, lodeh kare insya Allah bisa bu "


" oke nanti mungkin kamu bisa bekerja di restoran saya kalau kamu mau "


" beneran bu? mau mau bu saya mau, saya janji akan bekerja keras dan sungguh sungguh "


" baiklah nanti saya akan buatkan menu baru tapi kamu yang masak "


" siap bu... " jawab Aisyah antusias.


" oke klo begitu sepertinya ini sudah hampir magrib mama pulang dulu. mungkin dua tiga hari lagi mama balik ke kalimantan setelah urusan mama di sini selesai kasian papa mama tinggal lama lama"


" terus mama jadi mau buka cabang di Jakarta? " tanya William


" ya dan sepertinya mama mulai dapat ide baru tentang variasi menu restoran nanti "

__ADS_1


" ya udah nanti aku bantu desainnya aku punya beberapa arsitek yang handal "


" itu yang mama suka dari kamu, ya udah mama pamit ya, dan kamu Aisyah besok kamu tinggal di rumah utama "


" baik bu terima kasih sekali lagi "


" ya udah mama pamit Assalamu'alaikum " pamit Salma lalu melangkah keluar dari apartemen putranya.


dan keesokan harinya Aisyah di ajak pindah oleh mak sumi ke rumah utama. di sana mereka di sambut tiga orang pelayan lainnya yang masing masing memiiki tugas berbeda seperti sri bertugas bersih bersih rumah ida bagian masak yang di bantu mak sumi tentunya sedang satu lagi Lana ia bertugas sebagai juru cuci. dan satu lagi pak burhan sebagai tukang kebun. Aisyah di ajak berkeliling oleh tiga pembantu lainnya yang umur mereka lebih tua beberapa tahun dari Aisyah.


" jadi kamu ya yang katanya mau kerja di restoran? " tanya sri yang tampak lebih ramah


" iya ibu minta saya jadi tukang masak di restorannya. "


" wah hebat kamu Aisyah, trus kamu tinggal di sini juga " kini Lana yang bertanya


" iya mba "


" wah kita bakal tambah rame nih, semoga kamu betah ya di sini " kata sri lagi


" tapi kamu tenang aja ibu orangnya baik kok dia tidak pernah membedakan antara pembantu dan majikan, kita aja betah kerja di sini ya kan sri lana? " ucap Ida


" ya semoga aku betah lagian aku harus betah soalnya aku belum punya tempat tinggal yang aman "


" ya mak sumi sempat sedikit cerita tentang kamu kita ikut prihatin "


" makasih ya tolong bimbingannya kalau saya banyak salah "


" eh nggak usah kaku kayak gtu santai aja klo ibu di sini yang penting kerjaan kita beres kita mau jalan jalan atau santai santaian ibu nggan marah "


" ya memang kelihatan ibu sangat baik "


" tapi ibu akan marah kalau kita sampai nggak sholat atau telat sholat, uhh marah da ibu sama kita " kata sri lagi.


" oh ya..! "


" iya.. "


" ya udah kita ke dalam lagi nanti ibu nyariin kamu lagi " ucap Ida dan mereka segera kembali ke dapur.


" Aisyah kamu dari mana? " tanya Salma yang sudah duduk di sofa tamu.


" ah itu bu aku dari belakang di ajak keliling sama mba lana mba sri dan mba Ida "


" oh ya udah kamu istirahat dulu sana nanti jam sebelas kita langsung eksekusi bahan bahan di dapur buat kamu masak nanti "


" sekarang aja bu lagian aku nggak ngapa ngapain juga jam segini"

__ADS_1


" ya udah ayo kita ke dapur saya mau lihat proses memasak kamu "


" baik bu " dan Aisyah serta salma dan juga yang lainnya segera ke dapur untuk memulai mengeksekusi bahan bahan yang sudah di siapkan Salma.


__ADS_2