
Aisyah masih belum mau membuka mulutnya dan dia berusaha untuk duduk
" mba masih lemah jangan di paksakan untuk duduk. mba tenang aja saya bukan penjahat " ucap mak sumi.
" ayo mba makan supaya lekas sembuh, mba pingin cepat sembuh kan? ayo " bujuk mak sumi lagi. karena perutnya memangi betul betu terasa lapar Aisyah pun mau membuka mulutnya.
" ini mba minum teh hangat dulu tadi dokter menyarankan untuk minum yang hangat dulu" sambil membantu Aisyah untuk duduk bersandar dengan menekan setelan tombol pada ranjang pasien.
" ini mba minum tehnya " sembari menyodorkan teh hangat kepada Aisyah. kemudian menyuapi Aisyah bubur.
" biar saya saja bu " kata Aisyah karena merasa nggak enak.
" nggak papa mba pasti masih lemah biar saya suapin " tolak mak sumi.
" kata dokter mba harus banyak makan supaya cepat sembuh dan luka jahitan di kaki mba cepat kering"
Aisyah terdiam sejenak dan tiba tiba bayangan tadi malam kembali muncul dan dengan tiba tiba ia memeluk mak sumi.
" mak saya takut mak, saya takut dia mau mau memperkosa saya mereka jahat mak saya dijual sama mba Iren katanya saya sudah di jual sama laki laki yang namanya Jerry 5 milyar mak mereka jahat... hik.. hik.." cerita Aisyah.
mak sumi memeluk dan membelai rambut Aisyah.
" mba tenang ya mba aman kok di sini mba tenang aja "
" tapi gimana klo mereka mencari dan menemukan saya di sini mak "
" kamu tenang aja mas will pasti akan melindungi kamu "
" mas Will? "
" iya dia anak majikan emak, dulu dia mak yang ngempu sejak kecil. dan yang nyelamatkan kamu kan mas Will. udah sekarang kamu makan lagi, disini kamu aman kok " kemudian mak sumi kembali menyuapi Aisyah sehingga bubur di mangkuk habis tak tersisa.
" oh ya nama kamu siapa ? "
" nama saya Aisyah mak "
" Aisyah, nama yang cantik secantik orangnya " puji mak sumi
" mak bisa aja " saut Aisyah.
sesaat kemudian dokter Fatir kembali masuk ke ruangan tersebut.
" pagi mba gimana apa masih pusing? " tanya dokter Fatir
" ya dok masih sedikit "
" ya nggak papa itu wajar karena efek obat bius "
" saya periksa dulu ya, permisi " kemudian dokter mulai memeriksa tekanan darahnya kemudian detak jantung "
__ADS_1
" berapa dok? "
" 90/70 " saut dokter Fatir
" mba sudah sarapan? "
" sudah dok "
" bagus harus banyak makan ya supaya lekas sembuh, oh ya klo boleh tau nama mba siapa? "
" Aisyah dok "
" usia? "
" mau delapan belas dok "
" masih muda ya? apa mba sudah punya KTP? " Aisyah menggelengkan kepalanya.
" oke udah itu dulu, apa mba ada keluhan? "
" nggak ada dok "
" lukanya apa ada rasa nyeri "
" iya dok sedikit "
" ya itu wajar karena pengaruh obat biusnya mulai menghilang tapi nggak lama lagi insya Allah sembuh asal mba cantik mau makan dan patuh pada kata kata dokter "
" ya udah klo gitu.banyak istirahat ya, mak tolong jagain mba cantiknya ya "
" iya mas Fatir tenang aja mak pasti jagain dengan baik " dan dokter Fatir pun meninggalkan ruangan tersebut diikuti suster di belakangnya.
saat jam istirahat William datang ke rumah sakit.
" assalamu'alaikum "
" waalaikum salam " jawab mak sumi. Aisyah yang mendengar suara orang memberi salam langsung meringsek memeluk mak sumi.
" dia siapa mak? " tanya Aisyah.
" ini mas Will yang mak ceritain namanya William Raihan. " mak sumi memperkenalkan. will hanya menatap dingin wanita yang seperti ketakutan yang berbaring di ranjang rumah sakit.
" kamu sudah sadar? gimana keadaan kamu apa kamu sudah ingat semuanya? " tanya will
" jangan terlalu memaksakan jika kamu belum bisa " ucap dokter Fatir yang muncul dari balik pintu.
"bagaimana keadaannya mba Aisyah sudah enakan? " katanya lagi. Aisyah mengangguk.
" alhamdulillah klo begitu obatnya jangan lupa di minum dan makan yang banyak "
__ADS_1
" iya dok " jawab Aisyah.
" kamu sudah baikan kan sekarang jelaskan dan ceritakan kamu siapa?" ucap will lagi.
" nggak papa ayo,..! dia baik kok " bisik mak sumi sambil mengelus lengan Aisyah. Aisyah menatap mak sumi dan mak sumi menganggukkan kepalanya berusaha memberikan keyakinan dan kekuatannya.
" sa.. saya Aisyah. nama saya Aisyah "
"dari mana asalmu atau rumah orang tua kamu " will terus melontar kan pertanyaan. Aisyah diam sejenak ada bulir air mata yang hendak lolos dari matanya.
" oke sekarang ceritakan bagaiamana kamu bisa ada di tempat itu apa kamu kerja di sana? " tanya will lagi.
" will...! " Fatir berusaha mengingatkan. dan tiba tiba tubuh Aisyah terguncang ia menangis terisak. mak Sumi berusaha menenangkan Aisyah. setelah lima menit
" saya bukan bekerja di sana tapi,... saya dijual oleh kekasih suami saya 5 milyar. mereka jahat hik.. hik.. "
" tapi bagaimana bisa bukannya kamu datang waktu itu saya liat kamu tidak dalam keadaan 𝚝𝚎𝚛𝚙𝚊𝚔𝚜𝚊 " saut will.
" saya tidak tau kalau itu tempatnya seperti itu karena kata mba Iren saya mau di ajak makan malam tapi taunya.. hik.. hik.. "
" lalu apa suami mu tau " kata Will penuh emosi.
" saya juga tidak tau tapi kata mba Iren nanti dia akan menyusul "
" apa Iren itu pacar suami mu " kini Fatir menimpali. Aisyah mengangguk.
" sekarang ceritakan tentang diri kamu, bagaimana kamu bisa di jual jangan jangan mereka kerja sama melakukan itu " timpal Will.
" saya tumbuh dan besar di salah satu panti asuhan di kota C. orang tua saya meninggal saat saya masih kecil dan suami saya adalah salah satu donatur panti. dan enam bulan yang lalu ia melamar saya dan kita langsung menikah " Aisyah mulai cerita.
" terus " ucap Will penasaran.
" ternyata sebelum menikah suami saya sudah memiliki seorang kekasih namanya mba Iren.tapi mama angkat suami saya tidak setuju, mas Wisman kalo mau mendapatkan seluruh warisan orang tua angkatnya harus menikah dengan saya " dan Aisyah melanjutkan ceritanya hingga selesai. setelah mendengar semua kisah Aisyah Will diam membisu ada rasa iba dalam hatinya. begitu pula dengan dokter Fatir dan mak Sumi.
" berapa usiamu? " tanya Will
" sekarang jalan delapan belas "
" berarti waktu menikah kamu baru tujuh belas tahun " timpal dokter Fatir. Aisyah mengangguk.
" bukannya menurut undang undang batas minimal usia menikah itu 19 tahun " sambungnya lagi
" tapi kami tidak menikah di kantor hanya ijab kabul di panti saja " saut Aisyah.
" lalu apa rencana kamu sekarang jika kondisi kamu sudah membaik ?" tanya Will. Aisyah menggeleng
" saya nggak mau kembali ke rumah suami saya tapi saya juga takut klo kembali ke panti. gimana klo mereka mencari saya di sana dan membawa saya kembali ke tempat itu, sungguh saya takut pak " mendengar Will di panggil dengan sebutan pak hampir saja Fatir tertawa. Will menatap Fatir dengan sorotan tajam.
" trus apa rencana kamu nanti? "
__ADS_1
" nggak tau pak tapi saya mohon lindungi saya pak saya nggak mau dibawa ke sana lagi tolong bawa saya jauh dari tempat itu pak saya mohon" mohon Aisyah sambil memegang pergelangan tangan Will dan menggoyang-goyangkan.
" jangan panggil saya pak " ucap will yang sudah tak tahan melihat senyuman penuh ledekan Fatir sepupunya.kemudian memilih pergi dari ruangan tersebut untuk kembali ke kantornya.