
William sudah dipindahkan ke ruang perawatan
" mak aku lapar " ucap Willam pada mak sumi, sesaat setelah ia di pindahkan ke ruang perawatan.
" mas Will mau makan apa? " tanya sang pengasuh
" aku pingin yang seger seger mak "
" ya udah nanti mama pesankan soup iga ya " kini ibu Salma yang menawarkan
" ya terserah mama aja"
" sebentar mama pesankan lewat aplikasi " dan sang mama pun mulai mengetik pada ponsel nya.
" mama sama papa nggak pulang atau mau bermalam di sini? " tanya sang putra
" ya biar mama sama papa menemani kamu di sini "
" memang mama nggak capek aku nggak papa kok ma di sini kan ada mak sumi yang menemani mama istirahat saja besok mama ke sini lagi kasian papa kalau harus bermalam di sini besok kan papa harus kerja lagian aku sudah nggak papa kok "
" tapi kamu nggak papa mama tinggal "
" ya ma nggak papa "
" ya udah mama sama papa pulang ya! dan kamu Aisyah,kamu temani mak sumi di sini ya "
" ya bu nggak papa Aisyah di sini nemani mak sumi "
" ya udah kami pulang, Aisyah ini kamu pegang siapa tau kalian butuh sesuatu nanti "
" nggak bu nggak usah Aisyah punya uang kok yang kemaren ibu kasih kan masih ada"
" ya itu kan uang kamu ini untuk keperluan Will siapa tau ada yang harus dibeli nanti. udah ini kamu pegang " kata ibu Salma sambil memeberikan sepuluh lembar uang merah.
" mak kami pulang ya titip William nanti kalau ada apa apa kamu telpon kami" kata pak Ilham sebelum akhirnya meninggalkan ruangan tersebut bersama istrinya ibu Salma.
tak berapa lama pesanan soup iga datang mak sumi segera menyuapi William.
" Aisyah kamu kalau mau istirahat silahkan tidur duluan " ujar mak sumi
__ADS_1
" ya ma Aisyah belum ngantuk " bohong nya.
" ya kamu tidur sana nanti kita gantian jagain mas Will kamu tidur sekarang nanti tengah malam gantian mak yang istirahat "
" baik mak " jawab nya patuh karena memang saat ini Aisyah merasakan kantuk yang luar biasa. dan tak berselang lama Aisyah pun mulai terlelap.
" mas tau nggak? dari tadi Aisyah cemasin mas lho dan dia merasa bersalah benget atas kejadian ini " cerita mak sumi sembari terus menyuapi Willam.
" hem " saut William cuek.
" tapi gimana ceritanya lengan ini bisa tertembak "
" ya mak waktu penggerebekan karena dia bersembunyi di ruang rahasia dan kita waktu itu sedikit terkecoh makanya ia bisa mengawasi kita dan saat lengah itulah dia menembak aku tapi untung hanya kenak lengan kalau di sini nggak tau apa jadinya "
" ya syukur lah lukanya tidak terlalu parah. trus gimana penjahatnya apa ke tangkap? "
" iya mak dia juga tertembak di lengan dan kakinya. "
" sh syukur lah klo begitu jadinya sekarang Aisyah bisa tenang menjalani hari harinya. "
setelah selesai menyuapi William dan memberinya obat, Mak sumi membereskan tempat makan. William pun kembali tertidur sehabis minum obat sedang mak sumi memilih menyalakan TV sembari menjaga Willam.
Aisyah melangkah mendekati ranjang pasien William masih terlelap dengan selang infus di tangannya sedang tangan satunya di bungkus perban.
Aisyah menatap kagum wajah tampan di depan nya laki laki yang sudah menolongnya. ia menghayalkan cerita dongeng sebagaimana pangeran berkuda putih sudah menyelamatkannya.
saat ia sedang menatap wajah William tiba tiba ia membuka matanya.
" mas Will sudah bangun? apa lukanya sakit? "
" ya sepertinya obat biusnya sudah mulai hilang "
" terus apa yang harus saya lakukan mas? " ucap Aisyah panik
" saya panggilkan dokter ya ? " Will mengangguk. lalu dengan cepat Aisyah melangkah keluar menuju ruang jaga.
tak berapa lama beberapa orang memasuki ruangan tersebut. memeriksa kondisi William.
" jahitannya terasa nyeri dok "
__ADS_1
" ya itu wajar karena efek obat biusnya sudah mulai hilang tadi jam berapa minum obatnya? "
" sekitar jam 11 "
" bisa saya liat obatnya? " dan Aisyah segera memberikan nampan berisi obat.
" oke sekarang coba minum ini untuk mengurangi
rasa nyerinya "
" baik dok "
" sus infusnya juga tolong di ganti "perintah sang dokter
" baik dok " dan suster pun segera mengganti kantong infus yang hampir habis.
oke kalau begitu kita permisi tuan William mari mba "
" ya dok Terima masih " balas Aisyah.
" mas Will mau minum obatnya? tapi kan belum makan, makan roti aja ya? " William mengangguk. dan Aisyah segera mengambil roti yang tadi sempat di beli ibu Salma sebelum berangkat ke rumah sakit.
" biar saya suapi ya? "
" nggak usah biar saya makan sendiri "
" tapi kan lengan mas masih belum boleh banyak gerak dan tangan satunya di infus, dokter kan pesan jangan banyak gerak dulu, takut jahitannya berdarah, saya suapi ya?" dan William pun patuh. Aisyah menyuapi roti ke mulut William lalu meminumkan obat tanpa berani menatap mata William.
" sudah sekarang mas istirahat ini masih jam 3 pagi " kata Aisyah
" makasih ya maaf sudah merepotkan mu "
" nggak usah berterima kasih mas, saya yang harusnya berterima kasih mas sudah banyak membantu saya juga ibu sama bapak. saya minta maaf ya gara gara saya mas Will ketembak kayak gini "
" kamu nggak salah saya yang ceroboh dan tidak hati hati. ya udah kamu istirahat lagi saya juga mau istirahat "
" ya mas Will tidur aja lagi saya di sini aja jagain gantian sama mak lagian saya nggak bisa tidur mas tadi kan sudah banyak tidurnya. " ucap Aisyah kemudian memilih duduk di salah satu sofa di samping mak sumi.
Aisyah menatap William yang seperti nya sudah mulai memejamkan matanya melihat William mulai tertidur Aisyah masuk ke kamar mandi untuk berwuduk dan sholat malam.
__ADS_1