Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
Panggilan mama


__ADS_3

Sesampai di rumah, mak sumi langsung meminta Sri salah satu asisten rumah tangga untuk memijat Aisyah.


" punggungmu ini sakit karena


..mbenturan dan urat punggungmu ada yang memar makanya sakit"


" iya mba badan kayak remek rasanya. "


" ya badanmu juga agak hangat Aisyah, abis ini kamu minum obat agar nyerinya berkurang "


" ya mba " saut Aisyah. Selesai di pijat Aisyah memilih tidur lebih awal karena ia merasa badannya sedikit meriang.


saat jam makan malam ibu salma masuk ke kamar Aisyah.


" kamu kenapa Aisyah demam ? "


" eh iya ibu Aisyah ngerasa kurang enak badan, maaf ya bu Aisyah nggak ikut turun makan malam"


" iya nggak papa, ini ibu dibawakan obat demam dan besok kamu nggak usah ke restoran dulu istirahat aja di rumah "


" makasih bu " dan bersamaan dengan itu lana datang membawakan nampan berisi makan malam untuk Aisyah.


" makasih mba lana maaf sudah ngerepotin"


" udah nggak papa kita ini kan sudah seperti keluarga, ayo kamu makan nasinya abis itu minum obat. apa perlu mba suapin ? "


" nggak mba biar aku saja aku bisa kok " ucap Aisyah lalu berusaha duduk dan mengambil nampan makan malamnya .


" ya udab ini obatnya kamu minum abis ini dan langsung istirahat supaya lekas sehat "


" ya bu makasih ya...! Mba lana juga" dan Ibu salma juga Lana keluar dari kamar Aisyah.membiarkan Aisyah untuk istirahat.


Selama dua hari Aisyah istirahat dan ia sudah sangat bosan diam tanpa melakukan aktifitas.


Dan hari ini Aisyah bangun pagi pagi tubuhnya sudah enakan. Ia turun ke bawah ikut menyiapkan sarapan pagi.


" kamu sudah enakan ? " tanya Ida


" sudah mba lagian tiduran terus malah bikin badan aku sakit semua" ucapnya sembari ikut menata piring dan sendok di atas meja.


" kamu sudah baikan Aisyah ? " kini gantian ibu salma yang bertanya saat mereka duduk bersama untuk sarapan


" Alhamdulillah bu udah "


" lho kamu sakit sah ? " tanya pak Ilham

__ADS_1


" ya tu gara gara dia manjat pohon mangga pa trus jatuh " saut William..


" lho jatuh gimana ? "


" ya jatuh dari atas pohon pa untung aja aku bisa menangkapnya, kalau nggak mungkin tulang tulangnya udah patah semua."


" benarkah ? "


" iya pa tanya aja sama dia "


" maafin Aisyah pak tapi sebelumnya Aisyah jago kok naik pohon cuman kemaren itu lagi apes aja abis ada yang marah marah makanya Aisyah kepeleset "


" ya tapi bagiamana pun itu berbahaya lagian kamu itu anak cewek kan ada mang Hasan sama kang yanto yang akan metik mangganya kalau kamu mau "


" iya pak sekali lagi Aisyah minta maaf " ucap Aisyah sambil menundukkan kepalanya.


" udah pa jangan dimarahin lagi dari kemaren sudah William yang memarahinya "


" bukan marahin ma papa cuman nasihati aja "


" nggak papa kok bu Aisyah senang kalau di nasehati Aisyah merasa seperti punya orang tua " saut Aisyah.


" oh sayang kita ini kan sekarang orang tua mu walau hanya orang asuh " ucap ibu salma sembari mengusap punggung Aisyah.


" makasih bu "


" memang boleh ? " tanya Aisyah ragu sembari menatap ibu salma dan pak Ilham secara bergantian.


" tentu saja boleh ya kan pa ? Lagian saya udah lama kepingin punya anak perempuan.sini mama peluk" ucap ibu salma. Dan Aisyah pun menghambur memeluk ibu salma.


sedang pak Ilham hanya tersenyum melihat istri dan anak asuhnya tersebut. ia faham dengan kondisi istrinya yang sangat ingin memiliki anak perempuan. Walau sebenarnya William memiliki seorang adik perempuan namun saat usia 5 tahun ia meninggal karena sakit demam berdarah dan itu meninggalkan kesedihan yang amat mendalam, terutama bagi ibu salma.


" udah pelukannya kita jadi makan nggak ni ? " celetuk William


" kau ini..! ya udah ayo makan " ajak ibu salma. Dan mereka semua pun memulai menikmati sarapan mereka.


Siang harinya Willian sedang sibuk di kantornya tiba tiba ponselnya berdering tampak Wisman sedang menghubunginya. setelah menerima panggilan tersebut William segera keluar dari kantornya menuju restoran mamanya.


" ma..! Aisyah mana ? "


" tumben kamu kemari mau makan siang di sini ? " tanya ibu salma


" nggak ma aku mau ajak Aisyah makan siang di luar "


" oh ya..? Ada angin apa nih... Tapi mama setuju kok kalau kamu mendekati Aisyah dan dia jadi menantu mama " goda salma sembari mengedipkan matanya.

__ADS_1


" apa sih ma..! mama jangan aneh aneh deh "


" mama nggak aneh aneh "


" udah deh mana Aisyahnya aku nggak ada waktu banyak ini "


" ya ampun nggak sabaran banget sih sebentar mama panggilin " dan ibu salma memencet tombol earphone. Tak berapa lama Aisyah masuk ke dalam ruangan tersebut. Q


" ya bu ada apa ? "


" mama Aisyah..! " protes ibu salma


" eh ya ma"


" tu si Will abang mu mau ngajak kamu makan siang di luar katanya "


" hah .. Beneran ? Kok tumben ? "


" udah nggak usah banyak tanya ayo cepat " ucap Will


" ya sebentar mas Aisyah cuci muka dan ganti seragam dulu kan abis dari dapur. Tunggu sebentar ya "


" jangan lama lama "


" 5 menit " ucap Aisyah lalu secepat kilat hilang dari balik pintu.


5 menit kemudian Aisyah sudah kembali dengan berganti pakaian santai. dengan sentuhan bedak dan sedikit lip thin semakin tampak terpancar aura kecantikannya.


" aku berangkat ya ma "


" ya hati hati ajak anak gadis mama" saut salma


" Aisyah pergi dulu ya ma, Assalamualikum " pamit Aisyah sembari mencium tangan ibu salma.


" walaikum salam kamu hati hati ya "


" ya ma " dan Aisyah pun berjalan mengekor di belakang William sedang mama salma terus mengintip dari balik tirai.


" mas Will kok tumben ajak Aisyah makan di luar ada apa ? apa mas Will ulang tahun hari ini ? " tanya Aisyah saat di dalam mobil.


" nggak "


"trus ada pa nih dan kita mau makan di mana ?"


" udah nggak usah banyak nanya ntar juga kamu akan tau " jawab Will sembari fokus pada kemudinya.

__ADS_1


__ADS_2