Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
pulang dari rumah sakit


__ADS_3

dua hari sudah Aisyah di rawat di rumah sakit dan besok ia sudah di perbolehkan untuk pulang.


sejak kemaren hanya mak sumi yang menemani Aisyah. sedang William ia sibuk dengan pekerjaan nya hanya sesekali ia menanyakan kondisi Aisyah pada mak sumi.


walau terlihat cuek namun di dalam hati kecilnya ada perasaan iba pada wanita muda yang sudah ia tolong itu.


dan sore ini ia mendapat kabar dari Fatir sepupunya bahwa Aisyah besok sudah di perbolehkan untuk pulang. malam harinya sepulang kantor ia sempatkan diri untuk menjenguk Aisyah.


" gimana keadaannya mak? " tanya Will sambil melihat ke arah Aisyah yang tertidur sehabis minum obat tadi.


" alhamdulillah sudah baikan mas, mas sudah makan? mak belikan makanan ya di kantin " tanya mak sumi penuh perhatian


" aku udah makan mak, tadi kebetulan ada meeting di luar ama klien jadi sekalian makan malam "


" gimana mak? tadi kata Fatir dia sudah boleh pulang terus bagaimana selanjutnya nggak mungkin kan kalo di bawa ke rumah apalagi ke apartemen ku kalau mama tau bisa gawat. mak kan tau gimana mama "


" ya mak tau, tapi membiarkannya sendirian di jalan mak juga kasian takut orang orang jahat itu mencarinya "


" ya mak benar kemaren kata resepsionis ada yang menanyakan keberadaan pasien yang ciri cirinya persis seperti Aisyah jadi sudah di pastikan itu mereka untung saja Fatir segera memerintah kan untuk menutup akses informasi tentang dia. "


" ya terus bagaimana? klo mak bawa ke rumah utama, di sana kan tidak butuh tenaga pembantu lagi, apa kita bawak aja dia ke panti" usul mak sumi


" jangan mak di sana belum aman bagaimana klo suaminya itu benar benar benar nekat, dia bisa saja tidak hanya melukai Aisyah mak tapi penghuni panti yang lain terutama anak anak "


" ya mas Will benar, tapi kalo menurut mak sementara ini tempat paling aman itu apartemennya mas Will "


" tapi mak kalau mama tau kan bisa bahaya "


" ya kan kalau tau kalau nggak kan nggak akan terjadi apa apa, lagian nyonya jarang ke tempat mas Will "


" ya nanti aku pikirkan tapi nanti kita tanya dulu dia mau kemana "


" ya mas "


sepuluh menit kemudian Aisyah terbangun saat itu mak sumi sedang berada di kamar mandi


Aisyah sedikit terkaget dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"dimana mak sumi ? " tanya Aisyah


" dia masih di kamar mandi " jawab Will lalu duduk di kursi di samping ranjang.


" gimana kondisi kamu apa sudah sembuh " tanya Will


" ya mas sudah baikan "


" tadi dokter mengatakan kalau kamu besok sudah boleh pulang, terus selanjutnya apa rencana kamu? " tanya Will bersamaan dengan itu mak sumi keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


" saya tidak tau mas tapi saya mohon jangan tinggalin saya mas tolong lindungi saya, saya mau jadi apa saja pembantu pun tidak apa apa, saya bisa masak cuci baju cuci piring bersih bersih saya bisa mas, tolong ya jangan tinggalin saya sendirian saya tidak punya siapa siapa di sini " Aisyah memohon


" saya mohon mas. mak tolong saya saya janji akan bekerja dengan rajin, ya mas.. " ucapnya lagi


" gimana mak? "


" ya mak pikir nggak ada salahnya Aisyah sementara waktu tinggal di apartemen mas Will "


" tapi kalau mama tau bagaimana "


" Aisyah kamu akan di bawa mas William ke apartemen nya tapi kamu harus janji jangan pernah keluar rumah atau berkomunikasi dengan siapa pun gimana? "


" ya mak saya mau "


" ya sudah kalau begitu besok kamu pulang ke apartemen mas William"


" saya hanya berdua mak? " tanya Aisyah sedikit ragu.


" nanti mak temani kamu "


" siapa juga yang tertarik sama kamu " celetuk William yang seolah olah ia akan berbuat macam macam sama Aisyah.


" makasih ya mak "


" tapi mak..! "


" nggak papa mas insya Allah aman" kata mak sumi


" ya mas tenang aja, makasih ya mas saya tau mas orang baik " kata Aisyah,


" ya sudah kamu istirahat lagi supaya besok benar benar membaik"


" baik mak, mak juga istirahat " mak sumi mengangguk


" kalau begitu saya kembali ke apartemen besok biar sopir kantor yang akan jemput mak karena aku ada meeting jam 8 besok " sambil melangkah keluar dari ruang perawatan Aisyah. diikuti mak sumi yang mengantar sampai keluar pintu.


" ya nggak papa, makasih ya, mas Will sudah mau bantu Aisyah "


" mak nggak usah terima kasih "


" ya mak bangga sama mas Will, yang suka nolong, mak itu kasian sekali sama dia, dia yatim piatu sejak bayi. kalau mas Will nggak nolong dia mak takut dia akan di jadikan wanita penghibur kan kasian apalagi dia sepertinya memang wanita baik baik wanita sholehah "


dari mana mak tau ? ingat mak kita jangan terpedaya dengan penampilan luarnya"


" ya mak bisa liat walau baru beberapa hari kenal Aisyah. buktinya ia tetap memaksa untuk sholat walau kondisinya seperti itu "


" ya semoga saja seperti itu. ya udah mak aku pulang dulu mau istirahat. "

__ADS_1


" ya hati hati mas "


" ya mak Assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " jawab mak sumi kemudian William melangkah meninggalkan ruangan tersebut.


keesokan harinya Aisyah di perbolehkan pulang dengan diantar supir perusahaan Aisyah dan mak sumi pulang menuju apartemen milik William.


karena kondisi jahitan di kaki Aisyah belum kering betul terpaksa ia menggunakan kursi roda.


" mak gedung nya tinggi banget "


" ya ini apartemen nya mas Will. dan kita naik menggunakan tangga lift ini kamu harus ingat kalau mau naik kamu pencet tombol ini, apartemen mas Will berada di lantai 30 " ucap mak sum sambil memencet beberapa tombol dan arah panah ke atas "


" tinggi banget mak "


" ya makanya kamu harus ingat kalau mau naik pencet tombol panah ke atas kalau mau turun pencet yang ini " mak sumi masih menerangkan.


" ya mak " jawab Aisyah.


"ting" suara dentingan lift menandakan mereka sudah tiba di lantai yang di tuju. mak sum mendorong kursi roda Aisyah lalu mengajaknya masuk ke salah satu ruang yang ada di ujung lantai tersebut dan nampak ruangan itu yang lebih besar dibandingkan ruang yang lain.


mak sumi memencet sandi yang ada di pintu kemudian membukanya dengan kartu akses.


" nah ini apartemen mas Will " terang mak sumi sambil terus mendorong kursi roda Aisyah


" wah mak luas banget dan ini bagus banget kayak kamar hotel yang aku liat di TV " mak sumi terkekeh.


" di sini hanya ada dua kamar yang itu kamar mas Will dan di sebelah nya kamar tamu kamu bisa tidur di sana,itu dapur dan yang di pojok sana ruang kerja nya. dan ingat kamu jangan menyentuh barang barang pribadi milik mas Will karena dia tidak suka apalagi sampai masuk ke kamarnya.


" iya mak Aisyah ngerti, tapi klo Aisyah misal masak di dapur boleh kan mak "


" boleh asal jangan sampai kotor "


" siap mak "


" ya udan ayo mak antar kamu ke kamar, mak abis ini mau balik ke rumah utama sudah dua hari mak ninggalin rumah takutnya mamanya mas Will nanyain mak sama yang lain "


" ya mak. tapi nanti mak balik lagi kan ke sini "


" iya nanti sore atau menjelang malam mak ke sini " ucapnya setelah mengantar Aisyah ke kamarnya.


" iya mak, makasih ya mak sudah nolongin Aisyah semoga Allah membalas kebaikan mak"


" ini bukan mak yang nolong tapi mas Will, oh ya di kamar kamu ini juga sudah ada baju ganti, ya udah mak balik ya kamu bisa kan ke kamar mandi sendiri "


" insya Allah bisa mak nanti aku jalannya pelan pelan "

__ADS_1


" kamu baik baik ya di sini.mak langsung balik sekarang assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " kemudian mak sumi melangkah keluar dari kamar Aisyah dan bergegas meninggalkan apartemen William menuju rumah utama.


__ADS_2