
Beberapa hari kemudian, saat jam makan siang Wisman mendatangi perusahaan William.
"silahkan duduk " William mempersilahkan Wisman saat Wisman sudah berada di ruangannya.
" oke ada apa? apa yang ingin kamu bicarakan sehingga harus datang di kantor ku "
" begini aku ingin bertemu dengan istri ku dan aku ingin membawanya kembali ke rumah tolong ijinkan aku menemuinya "
" aku sih bisa saja mengijinkan mu tapi apa Aisyah mau bertemu dengan mu kemaren kau lihat kan bagaimana dia ketakutan ketika melihat mu ? dan lagi pula apa kau bisa menjamin dapat menjaganya dengan baik? "
" tentu aku akan menjaganya dengan baik, karena itu sudah menjadi amanat dari mendiang ibuku "
" cih..! jadi kau hanya sekedar menjalankan perintah ibu mu..! sebaiknya kau lupakan saja dia biarkan dia bebas karena dia masih sangat muda dia masih ingin mengejar cita citanya "
" apa peduli mu dia itu istri ku jadi aku berhak atas dirinya " .
" ya aku tau itu urusan mu tapi jika dia sudah tidak mau jangan kau paksakan. lagi pula bukannya kau tidak mencintainya jadi sebaiknya kau lepaskan saja dia biarkan dia mengejar cita cita nya " ujar William.
Wisman menarik nafas panjang. ia terdiam memikirkan apa yang di katakan William padanya.
" oke aku janji akan melepaskannya tapi ijinkan aku bertemu dengannya biarkan aku menyelesaikan masalah ku dengan istri ku, dan aku berjanji akan melepaskan nya jika itu keinginannya dan aku ingin dengar itu dari mulut Aisyah sendiri. "
" oke nanti aku akan menghubungi mu jika Aisyah sudah siap bertemu dengan mu dan aku tidak mau kau memaksanya apa lagi sampai mengancam " tegas William.
" tentu kau bisa pegang kata kata ku"
" oh ya satu lagi aku harap kau bisa memberikan kesaksian untuk kasus Jerry "
" aku siap kapan pun kau membutuhkan kesaksian ku, dan saat ini Iren sedang bersama Jerry bisa jadi mereka saat ini sering berada di klub malam itu kalau kau butuh sesuatu hubungi aku aku siap membantu "
" apa kau serius? karena jika aku sudah bertindak kekasih mu bisa terseret ke dalam kasus ini "
" terserah saja aku tak peduli "
" oke kalau begitu nanti aku hubungi jika aku butuh bantuan mu "
" oh ya aku dengar malam minggu akan ada party besar di sana "
" benarkah? darimana kau tau? "
" apa kau lupa aku salah satu pelanggan VIP di sana dan kartuku masih aktif tentu saja aku selalu tau"
" oke terima kasih atas informasi mu "
__ADS_1
" Sama sama, oke kalau begitu aku pamit, sampaikan salam ku pada Aisyah " ucap Wisman sebelum akhirnya keluar dari ruangan William.
sesuai dengan informasi yang didapat malam itu Willam dan juga beberapa aparat kepolisian menggerebek klub malam milik Jerry. polisi segera menangkap semua pengunjung termasuk sang pemilik. sedang Iren saat itu sedang melayani beberapa tamu tak luput dari penangkapan , kondisinya terlihat sedikit kurus. oleh Jerry ia di paksa melayani tamu setiap malamnya bukan hanya satu bisa dua sampai tiga orang yang harus ia layani.
Wisman yang ikut serta dalam proses penangkapan tersebut melihat iba pada Iren.
" Wisman tolong aku...tolong bawa aku pergi dari tempat ini Wisman..!" mohon Iren.namun Wisman tak bisa berbuat apa apa ia hanya menatap iba pada wanita yang dulu menjadi kekasihnya.
"ayo cepat kalian semua masuk mobil..! " perintah salah satu aparat kepolisian.
Willam hanya memantau namun ia belum menemukan sosok Jerry, ia segera mendekati kapten polisi.
" maaf Pak sepertinya Jerry tidak ada di sini tolong sisir semua ruang di sini " ucap Willam
" ya anda benar Jerry memang belum terlihat " timpal Wisman.
" baik akan saya perintahkan anak buah saya untuk mengusir seluruh ruangan" jawab pemimpin operasi dan ia pun segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari Jerry di seluruh ruangan dan juga area sekitar klub.
hampir setengah jam polisi melakukan pencarian dengan dibantu Willam dan anak buahnya namun sosok Jerry belum terlihat.
" sepertinya ia bersembunyi di sebuah ruang rahasia " ucap Wisman yang juga ikut membantu mencari.
" ya sepertinya begitu, sekarang coba kita panggil asistennya " kata kepala kepolisan.
" katakan dimana bos mu..! " tanya William.
" dia tidak ada pak hari ini dia tidak datang " jawab sang asisten.
" jangan bohong kamu tadi aku liat dia ada di sini, sekarang katakan dimana dia atau kau akan mendapatkan hukuman yang lebih berat karena menyembunyikannya " kini kapten polisi yang bicara.
" sungguh pak saya tidak tau tadi memang ada tapi saya tidak tau pak kemana dia pergi "
" alah bohong kamu " kata salah satu personil polisi.
" pak polisi dia berada di ruang sembunyi di ruang kerjanya coba cari di sana pak ! " teriak Iren dari atas mobil polisi.
" kamu coba periksa kembali ruang kerjanya." perintah sang komandan.
" saya ikut " ucap William
" jangan pak biarkan kami yang periksa takutnya tersangka nekat membawa senjata api jadi lebih baik anda tunggu di sini biar kami yang menggeledah ruangan itu" cegah kepala kepolisan.
" tidak apa apa pak saya akan berhati hati "
__ADS_1
" baiklah tapi usahakan anda berada di belakang kami "
" baiklah "
dengan persenjataan lengkap beberapa personil kepolisian masuk ke ruang kerja Jerry. benar saja dibalik lukisan besar terdapat ruang rahasia dan Jerry sedang bersembunyi didalamnya.
saat pintu terbuka Jerry melepaskan tembakannya beruntung personil kepolisian sudah siaga
dan beberapa menit kemudian terdengar suara baku tembak. dan memaksa komandan pun turun tangan. saat terdesak Jerry menyandra William dan menempelkan senjatanya ke kepala William.
" jika kalian mendekat maka peluru ini akan menembus otaknya " ancam Jerry. suasana menjadi tegang.
William memberikan kode pada sang komandan dan salah satu anggota kepolisian berusaha mengecoh Jerry dan kesempatan itu di gunakan William untuk menyerang Jerry berusaha melepaskan diri dan merampas senjata api milik Jerry dan bersamaan itu polisi segera menembakkan tembakannya ke arah Jerry dan William pun berhasil lolos dari cengkraman Jerry namun sayang di saat bersamaan Jerry berhasil melepaskan tembakannya dan mengenai lengan William.
" Aww " pekik Willam
" tuan William " teriak komandan dan segera menembakkan beberapa peluru ke arah kaki dan juga lengan Jerry dan pistol pun terlepas dari tangan Jerry.
" tangkap dia dan segera panggil ambulan " perintah komandan "
" siap komandan " dan beberapa personil segera meringkus Jerry dan lainnya segera memapah William. dan segera di bawa ke rumah sakit. bersama Jerry yang terkena luka tembak.
" saudara Jerry sudah kami tangkap tapi sayang tuan William juga ikut tertembak." kapten polisi melaporkan pada Wisman.
" lalu bagaimana kondisinya? "
" kami akan segera membawanya ke rumah sakit tapi anda tidak usah kawatir luka hanya mengenai lengannya saja " tutur sang komandan
" ah sukur lah, kalau begitu terima kasih anda sudah membantu menangani kasus ini"
" ini sudah menjadi tugas kami selaku pihak keamanan " balas sang komandan
" baiklah kalau begitu saya dan anak buah kembali ke markas dan mohon untuk anda datang ke kantor besok untuk memberikan keterangan "
" baik siap kapten saya akan memberikan keterangan besok " sambung Wisman
" oke terima kasih sampai ketemu besok " dan sang kapten pun pergi meninggalkan lokasi diikuti iring iringan mobil polisi. sedang Willam dan Jerry di bawa ke rumah sakit dengan pengawalan kepolisan.
begitu pula Wisman mengikuti dari belakang mobil ambulan yang membawa William ke rumah sakit.
****
sory lama nggak up date. mohon dukungannya para reader's ku like dan komen makaci😘😘😘
__ADS_1