Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
JuS Mangga


__ADS_3

Aisyah segera bersiap siap dalam hitungan menit ia sudah siap dan turun ke bawah.


"Aisyah cepet kita berangkat sekarang " panggil William sambil menuruni tangga.


" Aisyah sudah menunggu di samping mobil mas " jawab mak sumi. Dan Will pun segera menuju mobilnya.


" ayo mas Aisyah sudah siap "


" hem.. " eh tunggu...tunggu ... Itu apa kantung beras "


" itu mangga mas. Aisyah mau bagiin ke teman teman kerja trus sisanya mau buat jus mangga buat di jual "


" kamu tu ya ..! Ucap will geretan "mang hasan ...! "


" ya mas ..! "


" ini kenapa mangga ada di dalam. Mobil..? "


" anu mas itu ...! "


" Aisyah yang suruh masukin ke dalam, kalau mas Will nggak mau bawak ya udah Aisyah mau naik taksi online aja, dan bilang sama ibu kalau mas nggak mau antar Aisyah " ancamnya sembari membuka pintu mobil.


" eit jangan macam macam kamu ! Ya udah masuk lagi kedalam dan ingat hukuman mu belum selesai " ucap Will sambil duduk di depan kemudi.


" hukuman apa sih mas emang Aisyah salah apa ? "


" eh kamu udah lupa gara gara kamu saya jatuh tadi "


" ya tapi kan Aisyah juga jatuh malah mas Will yang menimpa tubuh Aisyah mana berat lagi "


" ya itu karena kamu ceroboh"


" Aisyah yakin nggak akan jatuh kalau mas Will nggak marah marah tadi dan nyuruh Aisyah turun cepat cepat. "


" alah alasan kamu. kamu tu anak perempuan masak pake manjat pohon segala nggak ada feminim feminimnya "


" ya mas will nggak tau, pohon mangga di rumah nggak seberapa dibandingkan pohon jambu dan pohon rambutan di panti di sana jauh lebih tinggi." tutur Aisyah


" dan diantara anak panti Aisyah yang paling jago manjatnya"


" heran aku kamu tu anak cewek jadi harus anggun pantas aja mantan suami mu menceraikan mu "


" mas Will nggak usah bawa bawak mas Wisman lagian dia sekarang ngemis ngemis minta balikan lagi "


" ya itu karena dia lagi khilaf karena pacarnya di penjara makanya dia mau balik sama kamu mungkin nggak ada lagi cewek yang mau sama dia kali"


" masak sih ..? "


" ha ha ... "William tertawa melihat perubahan ekspresi wajah Aisyah.

__ADS_1


" ih mas Will jahat ..! "


" jahat apaan ? "


" itu kenapa ketawa ? "


" emang nggak boleh ketawa "


" tau ah .. " ucap Aisyah sambil membuang wajahnya keluar jendela.


Hampir satu jam mobil yang mereka tumpangi tiba di restoran orang tua William.


" ayo turun ..! "


" iya...! Ih heran deh nggak ada manis manisnya.. " Aisyah menggerutu.


" eh mas tunggu mangga nya belum di keluarin ..! " teriak Aisyah saat William hendak menjalankan mobilnya.


" buka pintunya..! " teriak Aisyah sambil menggedor pintu mobil ,


" udah cepet turunin..! "


" bantuin napa mas ini berat.. " ucap Aisyah sembari berusaha mengeluarkan karung mangga dari dalam mobil.


" ogah nanti tangan ku kotor ..! "


" nggak usah pake nyumpahin sudah diantar juga..! "


" Aisyah ..! kamu baru datang ..? " sapa salah seorang pelayan.


" eh mas robi..! iya mas tadi ada urusan di rumah.


" apa itu Aisyah ..? "


" oh ya mas bisa minta tolong nggak tolong keluarin mangga ini trus bawa ke dalam ya .. "


" oh ya tentu.. apa sih yang nggak buat adek Aisyah ini.. Sini biar mas yang bawa" ucap pemuda yang bernama Roby yang diam diam menaruh hati pada Aisyah.


" makasih mas Roby " ucap Aisyah sambil melirik William. Sedang William hanya tersenyum mengejek.


sampai di dalam restoran Aisyah membagikan mangga yang sudah dia bawa pada seluruh karyawan restoran, dan sisanya dia jual sebagai tambahan menu minuman yaitu jus mangga. Yang ternyata banyak pelanggan yang memilih menu jus mangga sebagai minuman nya.


Menjelang makan siang ibu salma tiba di restoran dan langsung disambut Aisyah.


" gimana kabar restoran aman ? "


" aman..! Oh ya ini coba deh ibu cicipin dan kasi nilai tadi sudah ada sih yang pesan kata mereka sih seger enak " ucap Aisyah sambil menyodorkan segelas jus mangga yang sudah di raciknya.


" gimana bu..? enak ? " tanya nya pada ibu salma.

__ADS_1


" iya ini beneran enak jus mangga di tambah biji selasih rasanya khas mangganya terasa. "


" alhamdulillah dan ini sudah ada beberapa yang pesan tadi "


" oh ya "


" he em"


" ya udah untuk promo hari ini gimama kalau nanti kita kasi pesan 2 gratis 1 "


" wah ide bagus itu bu, ya udah ntar Aisyah minta mba ratih untuk membuat tulisannya. Kalau gitu Aisyah keluar dulu bu "


" eh tunggu dulu, tadi saya dengar ada kejadian di rumah tadi pagi, ada apa ? " tanya ibu salma


" oh itu bu, anu apa.. Itu tadi Aisyah metik mangganya naik pohon mangga trus mas Will marah marah karena takut dan buru buru Aisyah terpeleset dan jatuh tapi untung ada mas Will yang jagaian kalau nggak mungkun tulang Aisyah ada yang patah kali. "


" ya ampun Aisyah itu kan bahaya pokoknya besok ibu nggak mau liat kamu manjat pohon mangga itu lagi. Itukan tinggi, tadi bener katamu untung ada William yang nangkap kalau nggak, aduh nggak bisa ibu bayangkan. "


" ya bu maaf "


"dan apa karena itu will marah padamu trus nggak mau antar kamu ke restoran ? "


"ya bu " jawab Aisyah


" ya udah kamu kerja lagi sana sebentar lagi jam makan siang pasti yang lain kewalahan melayani pembeli "


" ya udah Aisyah keluar dulu ya bu "


" hem " jawab ibu salma. Dan Aisyah pun keluar dari ruangan ibu salma ikut sibuk bersama pelayan restoran lainnya.


Menjelang sore hari Aisyah merasakan tubuhnya sakit semua. Mungkin karena efek jatuh tadi ia baru rasakan sekarang.


" tok.. Tok.. Permisi bu ".


" ya ada apa Aisyah ? "


" maaf bu Aisyah boleh ijin pulang duluan nggak ? "


" lho ada apa ? "


" badan Aisyah sakit semua bu rasanya kayak di remek gini, mungkin karena jatuh tadi "


" apa perlu kamu ke rumah sakit supaya di rontgen "


" nggak usah bu, biar dipejet aja insya Allah sembuh "


" ya udah nanti minta sama mak sumi buat nyatiin tukang pijet, sekarang kamu pulang biar diantar mang Hasan. " kata ibu salma lalu mengambil ponselnya dan menghubungi mang Hasan.


" nanti setelah mengantar Aisyah langsung balik ke sini soalnya saya ada acara abis ini " pesan ibu salma pada mang Hasan sebelum ia keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2