
sore hari Aisyah keluar dari kamarnya perutnya terasa lapar karena terakhir kali dia makan ketika berada di rumah sakit. Aisyah segera berjalan menuju dapur dengan langkah sedikit tertatih karena luka di kakinya belum kering betul.
Aisyah berjalan sedikit terpincang ia buka kulkas ternyata hanya ada telur lalu ia beralih ke kitchen set di atasnya.
" alhamdulillah ada mie instan " dengan sedikit kesulitan Aisyah mengambil wajan untuk memasak mie dan juga telur.
Aisyah mulai memasak mie yang didapatnya dari kulkas. setelah masak Aisyah segera menuangkannya ke dalam mangkuk. karena tidak seimbang tanpa sengaja ia menyentuh pinggiran wajan yang panas hingga wajan terjatuh dan al hasil mie yang akan ia santap jatuh berserakan ke lantai.
" ada apa ini? kamu ngapain di sini?" teriak William yang baru tiba dari kantornya.
" ma.. maaf mas i.. ini saya mau masak mie "
" ya ampun berantakan banget sih kenapa sih pake masak segala jadinya kotor kan ? " bentak William
" maaf mas biar saya bersihkan "
" gimana kamu bersihin jalan aja kamu susah sudah awas minggir " kata William lagi
" maaf mas tadi saya nggak sengaja" ucap Aisyah yang hampir menangis ketakutan. dan bersamaan dengan itu mak sumi datang dengan menenteng kresek.
" ada apa ini ribut ribut? " tanya mak sumi sambil berjalan tergopoh.
" ini mak bikin berantakan aja aku udah capek sampe rumah dia bikin kacau lagi..! "
" udah udah.. nanti mak yang beresin sekarang mas Will ke kamar aja istirahat dan kamu Aisyah ayo mak antar ke kamar mu " kata mak Sumi sambil membimbing Aisyah masuk ke kamarnya.
" maaf ma aku sudah bikin kekacauan, tadi itu aku lapar mau masak mie "
" ia mak tau maaf ya mak lupa nyiapin makanan buat kamu dan mak baru ingat barusan makanya mak langsung kemari "
" maaf ya mak sudah bikin mak dan mas Will repot "
" udah nggak papa nggak repot kok, ucapan mas Will tadi nggak usah di dengar dia mungkin lagi ada masalah di kantor makanya agak sedikit emosi tadi " tutur mak sumi yang masih bisa di dengar oleh William yang berdiri di dapur.
mak sumi mendudukkan Aisyah di sisi ranjang.
" udah sekarang kamu duduk di sini mak ambilkan makanan buat kamu tunggu sebentar ya " dan mak sumi keluar dari kamarnya kembali ke dapur mengambil bungkusan yang berisi makanan buat Aisyah. dan membawanya ke kamar Aisyah lengkap dengan piring sendok dan segelas air putih.
" ini mak belikan nasi padang tadi, maaf ya mak lupa kalau kamu belum makan dari tadi siang " ucap mak sumi menyesal.
" nggak papa mak Aisyah udah biasa kok nahan lapar waktu di panti. cuman Aisyah inget mau minum obat tapi belum makan " tutur Aisyah dan tanpa terasa air mata mata mak sumi mengenang di kelopak matanya.
Aisyah mulai menyantap nasi yang di berikan mak Sumi padanya.
" mak nggak makan? ini banyak lho mak kita makan berdua ya biar Aisyah ambilin sendok "
" nggak usah mak masih kenyang " tolak mak sumi
" mak apa mas Will marah ya sama Aisyah? Aisyah takut mak, gimana kalau mas Will ngusir Aisyah dari sini " ucapnya setelah ia menghabiskan makanannya.
" nggak kok mas Will emang gitu tapi nanti juga dia baik lagi, kan mak udah bilang itu karena ia kecapean aja makanya sedikit emosi "
__ADS_1
" mak.. kenapa nasib Aisyah gini amat ya mak kenapa Aisyah nggak pernah mendapatkan kebahagiaan? apa kebahagiaan nggak akan pernah menghampiri Aisyah "
" eh kamu nggak boleh ngomong kayak gtu. emak yakin suatu saat kamu akan menemukan kebahagiaan kamu"
" aamiin. tapi mak selama hidup Aisyah banyak sekali kesulitan yang Aisyah rasakan. dari kecil Aisyah nggak pernah tau siapa orang tua Aisyah dan Aisyah harus tinggal di panti kemudian Aisyah menikah, Aisyah kira setelah menikah akan menemukan kebahagiaan seperti pasangan lainnya tapi nyatanya Aisyah di duakan dan parahnya lagi Aisyah mau di jual di klub malam, kenapa ya mak nasib Aisyah begini amat.
"padahal Aisyah itu sebetulnya pingin kuliah pingin jadi orang sukses tapi nyatanya "
" kamu yang sabar mak akan doakan semoga kamu jadi orang sukses nantinya. "
" aamiin makasih ya mak, oh ya mak nanti sampein permintaan maaf aku sama mas Will ya mak "
" ya nanti mak sampein sekarang mak keluar dulu mau bersihin dapur"
" aku bantu ya mak "
" nggak usah kamu di sini aja lagian kaki kamu masih sakit gtu " ucap mak Sumi kemudian melangkah ke luar dari kamarnya Aisyah.
Sedang Will dari tadi berdiri dibalik pintu dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan Aisyah dan mak Sumi
" mas Will ada apa berdiri di sini?"
" ah itu mak..ini tolong kasiin Aisyah tadi aku liat tangan kena tumpahan air panas,olesi ini supaya tidak melepuh "
" oh ya sini mak kasii, oh ya itu mak beli nasi padang mas Will sudah makan?";
" belum mak ini aku mau pesan makanan "
" ya udah nggak usah makan itu aja"
Will berjalan menuruni tangga sedang mak sumi kembali masuk ke kamar Aisyah.
" ada apa mak? "
" ini mas Will minta membawakan obat ini katanya tangan kamu kena kuah mie tadi? "
" iya mak tapi sedikit cuman "
" mana mak liat " Aisyah mengulurkan tangannya
" masya Allah merah begini, ya udah sini mak olesi, ini bisa melepuh kalau dibiarkan " dengan pelan mak sumi mengoles obat luka bakar ke kulit Aisyah.
" kamu lain kali hati hati, yang dibawah belum sembuh nambah lagi luka yang ini." ucap mak sumi cemas.
" udah mak kembali ke dapur, ini salepnya di oles lagi nanti abis mandi"
" ya mak sekali lagi makasih ya mak" mak sumi mengangguk kemudian berjalan menuju pintu keluar dari kamar Aisyah.
mak sumi turun ke dapur membersihkan sisa mie yang berserakan di lantai sedang William duduk di meja makan
" gimana mak apa tangannya nggak papa? " tanya Will sambil menikmati nasi padang
__ADS_1
" ya sedikit memerah mas.tapi insya Allah nggak papa. oh ya tadi dia nyampein salam katanya minta maaf atas kejadian tadi " Will hanya terdiam terdiam
" mak harap mas jangan terlalu keras sama dia mak kasian banget tadi aja sampe hampir nangis " tutur mak sumi
" hem... " jawab Will
" trus gimana urusan di rumah utama apa sudah beres " kini William bertanya.
" udah jadi sekarang mak bisa bermalam di sini" kata mak sumi sambil mengepel lantai yang kotor.
" aku udah selesai mak aku kembali ke kamar " ucap Will lalu naik kembali ke kamarnya.
pagi pagi mak sumi sibuk menyiapkan sarapan pagi Will turun dari lantai atas sudah siap dengan setelan jas kerja nya.
" pagi mak "
" pagi ini mak buatkan nasi goreng sama kopi pahit sarapan gih "
" makasih mak "
" mana wanita itu apa dia tidak ikut sarapan? "
" dia nggak mau katanya takut "
" takut ? "
" iya kejadian kemaren itu dia belum berani ketemu sama mas "
" ha ha lucu anak itu "
" eh jangan ketawa kayak gtu kasian anak orang sampek nggak berani keluar "
" ya mak "
" hari ini mak balik ke rumah utama ingat jangan galak galak mungkin mak balik malam hari "
" hem aku juga lembur kok mak malam ini "
" ya udah klo gtu, cepet abisin sarapannya nanti terlambat lho "
" nggak papa mak kan bos "
" iyo bos kok terlambat nanti di tiru sama anak buahnya "
" iya ya mak, ih mak lama lama sudah kayak mama " .
" ya jelas mak gini karena nggak mau liat perusahaanmu bangkrut mas "
" ya mak insya Allah nggak. mak doakan ya "
" pasti itu mak, selalu doakan "
__ADS_1
" yaudah aku ke kantor dulu mak, assalamu'alaikum " sambil mencium tangan mak sumi
" waalaikum salam " begitulah kedekatan William dengan mak sumi yang dia sudah anggap seperti ibunya sendiri yang kadang membuat cemburu sang mama.