
William memarkirkan mobilnya di sebuah restoran mewah.
" jadi kita makan di sini mas ? "
" hem ayo turun " ajak Will. Dan mereka berdua turun dari mobil masuk ke dalam restoran.
" jadi begini Aisyah ada yang mau ketemu sama kamu " terang Will saat mereka masuk ke dalam reatoran.
" siapa ? "
" tu..! "tunjuk Will pada sosok laki laki yang melambaikan tangannya dan duduk di salah satu meja.
" mas Wisman..? " gumam Aisyah
" aku nggak mau aku mau pulang aja mas Will bohong " ucap Aisyah sedikit kecewa dan hendak membalikkan badan
" tunggu dulu Aisyah, jangan pergi dia hanya ingin pamitan sama kamu karena setelah ini dia akan pergi meninggalkan kota ini" cegah William.
" benar kah ? "
" iya dan ada sesuatu yang mau dia sampaikan ke kamu jadi sebaiknya kamu temui dia " ujar Will lagi.
" baiklah tapi kalau dia mau mengajak ku untuk rujuk aku nggak mau "
" ya itu terserah kamu, sekarang kamu temui dia dulu " kata William lagi.
Aisyah pun akhirnya menurut ia berjalan mendekati meja yang sudah di tempati Wisman.
" assalamualaikum Aisyah kamu apa kabar ? " sapa Wisman sambil mengulurkan tangannya .
" Alaikum salam, alhamdulillah baik mas " balasnya sembari mengatupkan kedua telapak tangannya di dada.
" oh ya kalau gitu silahkan kalian ngobrol berdua aku duduk di meja sana " ucap Will
" mas Will di sini aja " pinta Aisyah
" ya nggak papa kok tuan William anda di sini saja bergabung dengan kami lagian kami tidak akan membicarakan sesuatu pribadi"
" maaf bukannya aku tidak mau tapi aku ada zoom dengan klien 15 menit lagi " Will beralasan.
" oh ya sudah kalau begitu maaf sudah merepotkan anda "
" nggak masalah kau santai saja " ujar Will lalu memilih duduk di salah satu meja yang tidak jauh dari meja Wisman dan Aisyah.
" ada apa mas ingin ketemu sama aku " tanya Aisyah langsung.
" sebaiknya kamu minum dulu " ucap Wisman. Aisyah meraih gelas berisi jus jeruk dan meminumnya perlahan.
"ah iya jadi gini aku memintamu datang aku hanya ingin menyerahkan ini ke kamu " ucap Wisman sambil menyodorkan amplop coklat.
" apa ini ? " tanya Aisyah sambil menerima amplop coklat berisi tabungan deposito atas namanya.
__ADS_1
" jadi mulai hari ini aku mengundurkan diri dari perusahaan ibu Zainab dan aku sudah menjual saham ku dan aku ingin memberikan ini padamu, ini adalah hak mu anggap saja ini adalah nafkah yang aku berikan sama kamu selama kamu menjadi istri ku. jadi aku depositokan atas nama mu dan ini baru bisa diambil minimal 1 tahun, siapa tau suatu saat kau membutuhkan jadi kau tinggal datang ke bank ini dengan membawa kartu identitas mu "
" tapi mas ini nggak usah, mas gunakan saja uang ini untuk keperluan mas nanti "
" tidak Aisyah ini adalah hak mu, anggap saja ini adalah harta gono gini. dan aku mengajak mu bertemu juga sekalian mau pamit, setelah ini aku akan membuka usaha baru di kalimantan kebetulan teman bisnis aku menawarkan bisnis kelapa sawit di sana kau doakan ya semoga usahaku sukses nantinya"
" ya aamin "
" oh ya kamu mau pesan apa silahkan..! nanti mas yang bayar"
" nggak usah mas aku sudah makan tadi "!
" maaf aku tidak memesankan makanan untuk mu karena aku tidak tau makanan kesukaan mu"
" ya nggak papa lagian aku masih kenyang "
" aku ini suami yang tidak berguna ya Aisyah karena makanan kesukaan istrinya saja aku tidak tau" sambil tersenyum getir
" sudah mas nggak usah di ingat "
" semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi ya dalam versi yang berbeda " Aisyah tidak menjawab ia hanya tersenyum tipis.
" oh ya sudah kalau gitu aku pamit kamu jaga diri baik baik nomor ku masih sama jika kamu butuh sesuatu kapan pun hubungi aku "
" ya mas Insya Allah mas jaga diri juga ya di sana "
" oke makasih kalau gitu aku pamit ya, assalamualaikum "
" walaikum salam " jawab Aisyah. Kemudian Wisman melangkah meninggalkan Aisyah menuju meja William. William yang melihat Wisman mendekatinya segera berdiri.
" kau tenang saja Aisyah aman bersama kami "
" oke aku percaya padamu tolong jaga dia baik baik " ucap Wisman lagi lalu memeluk William dan kemudian melangkah keluar menuju parkiran membawa sejuta sesal karena harus kehilangan wanita sebaik Aisyah.
Sementara di dalam restoran Aisyah melangkah mendekati William.
" ayo mas kita pulang "
" udah selesai ? " Aisyah mengangguk
"Ya udah ayo " ajak William namun sebelum pulang William meminta bill untuk makanan yang sudah ia pesan namun sudah dibayarkan oleh Wisman.
" kalian membicarakan apa saja tadi ? " tanya Will saat mereka berada di dalam mobil.
" tidak ada dia hanya pamit dan memberikan ini " ucap Aisyah sembari menunjukkan amplop yang ia pegang.
" apa itu? "
" deposito atas nama ku "
" oh ya ternyata ia tanggung jawab juga, yah bagus lah dan itu kamu simpan biak baik siapa tau kamu butuhkan suatu saat dan ingat gunakan itu dengan baik dengan bijak jangan dihambur hamburkan "
__ADS_1
" iya mas "
" kriuuuk... " tiba tiba terdengar suara perut Aisyah yang sepertinya minta di isi.
" kamu masih lapar ? "
" bukan masih lapar mas tapi memang lapar "
" trus tadi kamu nggak makan ? " Aisyah menggelengkan kepalanya.
" kenapa nggak makan? Aneh kamu itu "
" aku males aja lama lama di sana "
" trus sekarang kamu mau makan apa ? aku nggak punya waktu banyak"
" berhenti mas Aisyah pingin makan soto itu aja " tunjuk Aisyah pada dagang soto gerobak pinggir jalan.
" di sini ? yakin kamu ? "
" iya itu sotonya enak lho aku pernah beli sama teman kerja "
" tapi di sana kotor berdebu Ai "
" nggak papa toh aku kan yang makan, udah ayo berhenti "
" ya udah terserah kamu saja kalau sakit perut jangan salahkan aku " dan William berhenti memarkirkan mobilnya.
Aisyah segera membuka pintu mobil lalu melangkah menuju grobak soto lamongan.
Aisyah duduk pada kursi panjang sembari menikmati soto yang sudah di hidangkan didepannya. Saat menikmati sotonya tiba tiba ada dua pemuda yang menghampiri Aisyah dan mencoba menggodanya tampak Aisyah sedikit risih. William yang memperhatikan dari dalam mobil segera turun dari mobilnya.
" ada apa ini ? "
" mas ini lho mereka maksa mau minta nomor hp aku "
" maaf mas jangan memaksa "
" nggak kok mas kita hanya mau kenalan aja "
" sebaiknya anda urungkan niat anda karena dia calon istri saya " ucap Will sedang Aisyah membulatkan matanya untuk saja ia tidak tersedak kuah soto tadi.
" oh maaf mas saya kira mas kakaknya, kalau begitu kita permisi " ucap dua pemuda tadi
" hem sekarang kalian pergi "
" oh so sweet banget sih... Makasih ya abang, eh tapi kenapa musti bilang calon suami sih bilang aja abangnya kalau kayak gitu kan aku gagal dapat cowok baru mas .. " ucap Aisyah tapi dibalas toyoran oleh Will
" masih kecil jangan pacaran dulu kuliah yang bener "
" he he kan buat motivasi mas kata teman teman aku dulu "
__ADS_1
" udah ayo cepat makannya kalau nggak aku tinggal "
" iya iya ini juga sudah mau habis " ucap Aisyah kemudian segera menghabiskan makan siangnya. Setelah membayar soto tadi mereka segera meninggalkan tempat tersebut dan Will pun mengantarkan Aisyah kembali ke restoran.