Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
Ajakan Wisman


__ADS_3

Pagi ini Aisyah bangun kesiangan ia terbangun setelah selesai azan berkumandang. Karena ia baru tidur setelah pukul 2 pagi.


" maaf ya mak Aisyah kesiangan bangunnya " ucapnya pada mak sumi


" ya nggak papa kamu pasti capek ya di restoran "


" iya mak alhamdulillah kemaren rame banget makanya Aisyah milih langsung istirahat nggak ikut makan malam. Tapi ya itu tengah malam bangun karena lapar ya aku masak tengah malam akhirnya jam 2 pagi baru tidur lagi "


" ya nggak papa tapi besok besok jangan lupa makan nanti kamu sakit"


" ya mak "


Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi Aisyah dan yang lain sarapan bersama.


" mas William nggak sarapan mak ?"


" nggak tadi subuh dia pesan jangan dibanguni waktu sarapan katanya masih kenyang "


" ah iya mak tadi malam kan mas William nemani Aisyah makan mie "


" Will makan mie instan ? "


" hem " mak Sumi hanya manggut manggut tak percaya.


" kenapa mak ? "


" biasanya dia paling anti pada mie instan "


" ya nggak tau mak mungkin dia pingin kerena mencium aroma mie instan yang menggoda"


" ah kau ini bisa saja "


" tapi Aisyah beneran mas Will makan mie instan ? " tanya Ida


" ya bener "


" wah wah ada perubahan baru nih mas Will mau makan mie "


" sudah sudah ayo selesaikan sarapan kalian setelah itu lanjutkan pekerjaan kalian yang belum selesai"


" baik mak " jawab mereka hampir serempak.


Selesai sarapan Aisyah segera berangkat ke restoran diantar mang Hasan. Karena hari ini hari minggu maka banyak pelanggan yang datang dari pagi dan biasnya akan mulai sepi pada jam 8 malam.


Begitulah Aisyah dia wanita pekerja keras.


Aisyah kembali ke rumah jam 6 sore karena semua stok bahan sudah habis karena itu restoran tutup lebih awal.


" ah capek banget " ucapnya saat masuk dan duduk di dalam mobil.


" capek ya mba "tanya mang Hasan


" lumayan mang biasa kalau weekend memang selalu ramai "


" kita langsung pulang mba ? "


" iya mang langsung pulang aja "


" baik mba " dan mang Hasan segera menjalankan mobil menuju kediaman ibu salma.


Sampai di rumah tampak semuanya sudah duduk di meja makan


" Aisyah kamu baru pulang ayo sini langsung makan " ajak mak sumi

__ADS_1


" ya mak " saut Aisyah lalu segera mencuci tangannya dan duduk di meja makan bersama ART lainnya.


" lho mas William mana nggak ikut makan ? " tanya Aisyah


" katanya ia ada meeting dengan rekan kerjanya jadi nggak ikut makan bareng kita " ucap mak sumi.


Begitulah keluarga ini mereka menganggap semua ART seperti keluarganya sendiri jadi mereka biasa makan satu meja dengan semua pekerja rumah tersebut. Itulah kebiasaan yang di ajarkan oleh pak Ilham kepada anggota keluarganya.


selesai makan Aisyah hendak membantu membereskan piring kotor namun di cegah oleh sri dan Ida.


" udah biar kami saja kamu mandi sana pasti gerah pulang kerja "


" ya mba makasih ya... Memang betul badan aku lengket semua rasanya. "


" ya udah sana ke kamar trus mandi kamu bau acem " goda mba Sri


" masak sih mba aku bau asem ya " sambil berusaha menciumi tubuhnya.


" nggak kok mba sri bohong udah sana kamu istirahat " usir lana.


" oke maksih mba mba ku nanti kalau aku gajian aku bakalan bikinin kalian baju baru "


" beneran ? "


" ya Insya Allah kalau aku nggak sibuk ya "


" oke kita tunggu baju barunya "


" iya Insya Allah, kalau gitu aku ke atas dulu ya " dan Aisyah naik ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Jam sembilan malam Aisyah rebahan di atas kasurnya sambil berselancar di dunia maya mencari informasi kampus kampus yang bergengsi tentunya.


" tok.. tok.. Aisyah ..! " teriak Ida


" ada apa mba ? "


" ada tamu di bawah ? "


" siapa ? "


" nah itu mba nggak sempat nanya tapi katanya teman kamu, mungkin pegawai restoran kali tapi kayaknya mba pernah liat tapi kapan mba lupa"


" oh ya udah suruh tunggu ya mba Aisyah pakai kerudung dulu "


Lima menit kemudian Aisyah turun menemui tamunya.


" mas Wisman ? "


" assalamualaikum Aisyah...! "


" waalaikum salam mas "


" gimana kabar kamu "


" Alhamdulillah baik. Mas Wisman gimana kabarnya.? "


" aku baik "


" Oh ya silahkan duduk " ajak Aisyah yang kini jauh lebih tenang ketika bertemu Wisman


" oke makasih" dan tak berapa lama lana datang membawakan minuman.


" makasih mba lana "

__ADS_1


" ya sama sama, silahkan di minum mas ganteng "


" ya terima kasih "


" oh ya ada apa ya mas Wisman menemui ku "


" ya jadi begini, maksud kedatanganku ke sini aku ingin bicarakan masalah kita, tentang hubungan kita.aku mau kamu kembali ke rumah kita aku mau kamu tetap jadi istri ku "


" tapi mas .. "


" aku janji akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab dan jika kamu mau kuliah aku akan membiayai kuliahmu aku janji mari kita ulang dari awal lagi "


" maaf mas kejadian yang menimpaku kemaren membuat ku trauma untuk menjalin hubungan dengan mu, bagaimana nanti dengan mbak iren jika tau aku hidup bersama mu aku takut dia akan berbuat nekad lagi"


" Aisyah mas janji akan menjaga mu dengan baik "


" maaf mas aku nggak bisa maaf "


" ayolah Aisyah aku akan menjadikan mu ratu, kau nggak usah kerja keras lagi mas akan mencukupi semua kebutuhan mu "


" ya tapi semuanya sudah terlambat mas "


" kenapa apa kau sudah mencintai orang lain? apa sudah ada laki laki lain dalam hati mu ? "


" bukan tapi rasa simpati ku rasa cintaku yang mulai tumbuh dulu sudah hilang saat .. "


" saat apa ? "


" saat aku tanpa sengaja melihatmu bermesraan dengan mba iren di ruang tamu waktu itu"


" Aisyah tolong maafkan aku saat itu aku khilaf aku dibutakan cinta yang salah aku sudah bodoh karena jatuh cinta pada Iren"


" aku sudah memaafkan mu dan aku juga sudah berdamai dengan perasaan ku dan kini perasaan ku padamu sudah mati "


" ayolah Aisyah apa permintaan maaf ku belum cukup, apa perlu aku bersujud memohon maaf darimu"


" nggak usah mas karena itu tidak akan merubah perasaan ku"


" Aisyah kenapa sih kamu keras kepala benget kenapa kamu nggak mau aku ajak hidup enak jadi nyonya Wisman itu akan jauh lebih baik daripada kamu tinggal di sini yang hanya jadi pembantu " ucap Wisman dengan nada tinggi


" siapa bilang dia jadi pembantu di rumah ini ? Aisyah sudah saya anggap seperti putri saya sendiri jadi anda jangan sembarangan ngomong " ucap ibu salma yang tiba tiba muncul dari balik pintu. Yang ternyata ia dan William sudah dari tadi tiba namun mereka memilih diam di teras membiarkan Aisyah dan Wisman menyelesaikan urusan mereka berdua.


" ibu... " ucap Aisyah sambil mencium punggung tangan ibu salma


" saya berniat akan menjadi ibu asuh Aisyah dan akan menguliahkan dia sampai dia lulus kuliah dan saya sudah bicarakan ini dengan papanya William. Jadi anda jangan sembarangan kalau bicara. " kata ibu salma nanar.


" maafkan aku kalau sudah lancang bicara tapi aku di sini hanya ingin mengajak istri ku untuk pulang "


" istri ? Bukannya kamu tidak menganggapnya istri dari semenjak kamu menikahinya ? Udah sekarang kamu lepaskan saja Aisyah kasian dia, dia masih sangat muda biarkan dia mengejar cita citanya "


" tapi aku janji akan menjaganya dengan baik "


" apa kau yakin ? kemaren saja pacarmu itu mau menjualnya "


" ya atas itu aku minta maaf lagipula iren saat ini sudah di penjara aku rasa dia akan aman nantinya. "


" bagaimana jika Iren keluar dari penjara dan balas dendam pada Aisyah, saya tidak mau Aisyah mengalami hal hal dapat mencelakainya lagi. " ucap ibu salma. sedang William hanya terdiam Mendengarkan mama dan Wisman berdebat.


" sudahlah wisman kamu jangan memaksa terus jika dia sudah tidak mau lagi kembali ke kamu. Kasian dia. Dia masih sangat muda untuk menjadi seorang istri. Biarkan dia mengejar cita citanya biarkan dia menjadi orang sukses. Suatu saat jika kalian masih berjodoh pasti akan di pertemukan lagi." Wisman terdiam dan hanya menghela nafas panjang.


**** to be continue ***


Jangan lupa like komen dan vote nya ya buat dukung karya aku .

__ADS_1


__ADS_2