Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
Pencarian Wisman


__ADS_3

satu bulan sudah Wisman mencari Aisyah dan kini ia sudah menemukan siapa pemilik kendaraan yang di masuki Aisyah malam itu. dia adalah eksekutif muda seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan eksportir. dengan diam diam ia mengikuti setiap gerak gerik Laki laki tersebut yang tidak lain adalah William.


dan sore itu Willam kembali ke kediaman orang tuanya karena papa dan mamanya baru saja tiba dari dari kalimantan.


" bagaimana kabar mu Will? apa bisnismu lancar" tanya sang papa


" alhamdulillah pa lancar ini juga berkat bimbingan papa "


" papa gimana kabarnya " tanyanya balik


" alhamdulillah ini karena mama mu yang selalu setia dampingi dan ngerawat papa, makanya kamu cepat cari istri supaya ada yang meratiin kayak papa ini "


" papa bisa aja "


" eh apa yang di bilang papa mu itu benar will masak kamu mau bergantung terus sama mak sumi, ingat mak sumi itu sudah semakin tua " kini sang mama yang berbicara


" udah deh ma jangan mulai lagi "


" kamu itu pasti seperti ini setiap mama bicara masalah calon pendamping, ingat will mama sama papa ini sudah mulai tua apa kamu mau kita meninggal dan tidak sempat melihat cucu kita lahir "


" apa sih ma jangan ngomong kayak gitu, aku janji kok kalau sudah ada yang cocok aku bakal kenalin ke papa dan mama "


" kapan? " desak sang mama


" ya pelan pelan dong ma masak cari istri itu kayak beli pisang goreng "


" udah udah kalian ini selalu ribut "


" permisi bu ini Aisyah bikini minuman ronde ini enak lho di minum saat abis perjalanan jauh " ucap Aisyah yang datang sambil membawa nampan berisi tiga gelas minuman


" wah makasih Aisyah kebetulan banget badan saya terasa pegal pegal " kata Salma


" oh jadi ini ma namanya Aisyah? " tanya pak Ilham


" iya pa dia Aisyah "


" selamat sore Pak kenalkan saya Aisyah " ucapnya sambil mengulurkan tangan dan mencium tangan pak Ilham Purwandi.


" gimana kamu kerasan tinggal di sini "


" alhamdulillah kerasan pak "


" kata istri saya kamu pintar masak wah saya mau nih nyicipin masakan kamu "


" boleh boleh nanti saya masak spesial buat bapak " ucap Aisyah.


" trus gimana wil kasus nya Aisyah apa kamu sudah mencari bukti bukti untuk menjebloskan orang orang itu ke penjara " kini mama Salma yang bicara.

__ADS_1


" sudah ma tapi aku masih mencari saksi untuk kasus Aisyah. aku juga sudah menyewa detektif dan juga beberapa Intel untuk terus mengawasi tempat itu tinggal menunggu mereka masuk perangkap saja maka mereka akan masuk penjara "


" Aisyah apa ada saksi saat kejadian itu? " tanya pak Ilham.


" ya hanya mba Iren trus sama laki laki yang dia panggil Jerry itu pak "


" apa suami mu tau kasus ini? " Aisyah menggeleng kan kepalanya.


" ntah lah tapi yang pastinya saat kejadian itu dia sedang tidak ada di rumah "


" emang di sana tidak ada CCTV will ? " tanya pak Ilham.


" ada tapi hanya di luar sedang CCTV di dalam aku tak bisa mendapatkan nya pa sepertinya mereka sudah menghapusnya ny


" tapi selama ini kamu kalau keluar rumah apa ada orang yang gerak geriknya mencurigakan? " tanya pak Ilham lagi


" tidak ada sih tapi emang saya keluar selalu pakai kaca mata hitam sama masker, dan saya juga nggak pernah kemana mana, hanya ke rumah restoran saja "


" ya kita tunggu saja perkembangannya dan kamu Aisyah kamu tenang aja kita akan melindungi kamu mencari keadilan atas kasus mu " ujar pak Ilham


" terima kasih pak. kalau begitu saya permisi ke dapur mau menyiapkan makan malam spesial buat bapak " dan Aisyah pun masuk kembali ke dapur.


saat makan malam semua menikmati makan malam mereka. Aisyah di paksa untuk ikut makan bersama oleh Salma. dengan sedikit canggung Aisyah pun menurut. selesai makan malam Aisyah dengan pembantu yang lain membersihkan meja makan.


" Aisyah tolong kamu ambilkan paper bag di dalam mobil saya trus bawa ke kamar ya..! " perintah Salma


dan nampak dari kejauhan seseorang memerhatikan gerak gerik orang di dalam rumah.


Aisyah naik ke lantai atas mengetuk pintu kamar Salma


" masuk " terdengar suara dari dalam. awalnya Aisyah ragu takut ada pak Ilham.


" masuk suami saya sedang di ruang kerja bersama Will " ucap Salma yang muncul dari balik pintu


" ah iya bu " dan Aisyah masuk mengikuti langkah ibu Salma.


" ini paper bag yang ibu minta " sambil menyerahkan paper bag berwarna hijau kepada Salma.


" oh ya ini kemaren saya beli oleh oleh buat orang orang di rumah ini sekarang kamu pilih dulu yang mana yang kamu suka ini saya beli beberapa cincin sekarang kamu pilih nanti sisanya baru saya kasikan ke yang lain. "


" aduh bu ini terlalu bagus, ini beneran buat saya satu?"


" ya kamu pilih yang mana yang kamu suka "


"saya bingung bu terserah ibu saja mau ngasi yang mana "


" oke sebentar nah ini...! ini sama dengan cincin saya jadi kita couplean "

__ADS_1


"wah iya bu ini bagus simple "


" gimana kamu suka "


" ya suka, tapi ini pasti mahal "


" udah nggak papa saya memang biasa ngasiin orang orang di rumah ini oleh oleh."


" makasih ya bu semoga ibu dan keluarga sehat panjang umur lancar rezekinya "


" ya aaminn "


" sekarang kamu panggil mba mba yang lain suruh menemui saya di sini "


" baik bu " dan Aisyah pun keluar dari kamar tersebut, memanggil para pelayan lainnya.


keesokan harinya semua pelayan sibuk bekerja begitu pula Aisyah ia dan mak sumi sedang menyiapkan sarapan pagi.


" sudah Aisyah biar mak yang me lanjutkan kamu kan sebentar lagi berangkat ke restoran bersama ibu Salma sekarang kamu siap siap gih abis itu sarapan lagian ini juga sudah mau selesai mak tinggal buatkan susu coklat buat mas William. "


" oh mas will bermalam di sini mak?"


" iya tadi malam Pak Ilham melarang mas will pulang karena sudah tengah malam "


" emang mas Will tidak sering bermalam di sini? "


" jarang itu pun hanya saat saat tertentu saja, udah sana kamu siap siap "


" baik mak aku siap siap dulu ya " dan Aisyah segera naik ke lantai atas masuk ke kamar nya.


lima belas menit kemudian Aisyah sudah rapi dan siap siap berangkat ke restoran.


" mak di luar ada tamu katanya mau ketemu sama Aisyah " ucap Ida salah satu pelayan.


" siapa? "


" nggak tau mak dia bilang keluarganya. "


" ya udah kamu panggil kan Aisyah di kamar nya "


" baik mak " dan ida pun melangkah memanggil Aisyah yang hendak bersiap siap berangkat ke restoran.


" Aisyah ada tamu mencari mu "


" tamu? siapa perasaan aku nggak punya teman atau apa teman restoran ya..? " ucapnya


" saya juga nggak tau tapi ganteng juga lho "

__ADS_1


" idih mba ida, ya udah aku ke bawah sekarang " dan Aisyah segera turun ke bawah. menemui tamu tersebut.


__ADS_2