
William kembali ke apartemen nya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. selesai membersihkan tubuh nya ia ambil benda pipih di atas nakas.
" mak besok aku aku jemput ya aku butuh bantuan mak "
" ada apa mas Will ? apa ada masalah? "
" besok saja aku ceritain besok pagi aku jemput ya, oh ya satu lagi tolong buatkan aku sarapan aku kangen masakan mak sum "
" alah kamu itu mas, klo kangen tapi kok nggak pernah pulang ke rumah, ko yo betah ndek apartemen dewean pula "
" ya emak kan tau, aku males ketemu mama ntar ribet pasti ujung ujung itu lagi yang di bahas "
" yo mak tau tapi kan mas, setiap orang tua itu kepingin anaknya bahagia ndang cepet nikah gitu lho..!"
" ya... ya.. ah mak ikut ikutan ceramahin aku kayak mama "
" emak nggak ceramahin mas will cuman ngasi tau aja "
" ya udah mak inget ya besok aku jemput "
" iyo "
" assalamu'alaikum "
" waalaikum salam " jawab mak sum .
lalu will meletakkan kembali ponselnya di atas nakas kemudian ia merebahkan tubuh nya di kasur empuknya.
jam tujuh pagi William sudah sampai di kediaman orang tuanya.
"tiin.. tin.. " Will membunyikan klakson mobilnya
" iya mas sebentar, ya ampun anak ini kok yo ra sabar blas " ucap mak sum sambil membawa rantang sarapan untuk anak majikannya itu yang sudah ia asuh mulai bayi merah.
kedua orang tua Will yang notabene seorang bebisnis memaksa orang tuanya untuk lebih banyak menitipkan William pada mak sumi pembantu yang sudah lebih dua puluh lima tahun mengabdikan dirinya pada keluarga Taufik. mak sumi sangat menyayangi Will bahkan ia yang sering membela atau melindungi setiap kali anak tersebut membuat kesalahan. hingga tak jarang mak sum dan ibu Diah pun harus berdebat dalam hal ini karena itulah mamanya, ibu Diah tetap mengontrol setiap tumbuh kembang sang putra. kedua orang tuanya dalam mendidik sang putra sangat tegas namun namun juga penuh kasih sayang.
William tumbuh menjadi remaja yang disiplin dan tanggung jawab dan ini tentu tidak lepas dari didikan kedua orang tuanya.
" sudah mak "
" sudah, kenapa nggak masuk dulu mama sama papa juga belum pulang dari kalimantan "
" nggak ah mak aku harus cepat sampai di kantor satu jam lagi ada rapat mak kan tau jam segini biasanya macet. " ucap Will sembari menjalankan kemudinya.
sesampai di rumah sakit.
" lho kita kok kesini mas? siapa yang sakit? mas Will sakit? " tanya mak sum cemas.
" bukan tapi seseorang "
" seseorang sopo to..? pacarnya mas Will "
__ADS_1
" nggak mak, jadi begini tadi malam aku ada janji ketemuan sama klien di salah satu klub malam sesampainya di sana eh tiba tiba dia membatalkan pertemuan nya trus saat mau pulang ada wanita yang gedor mobil aku minta tolong sama aku trus aku bukain pintu mak, kan enggak tega juga liat wanita malam malam trus nangis di tempat kayak gitu, "
" trus.. "
" ya udah aku tolong eh dia malah pingsan, trus ya udah aku bawa ke sini taunya kakinya berdarah mak kayaknya dia terluka saat berjalan"
" aduh mas Will kok berurusan sama dunia gtu sih.. mak takut dia wanita jahat yang pura pura "
" ya tapi mak kayaknya nggak deh soalnya dia pake jilbab mak "
" hah..! "
" ia makanya aku heran juga kenapa wanita berhijab ada di lokasi kayak gitu, dan trus mak kayaknya dia mengalami trauma ia seperti orang yang shock gtu, jerit jerit bahkan mau nyakiti dirinya sendiri"
" lha terus hubungannya sama mak apa ya..? "
" tadi malam dia sempet pingin pulang ke temu ibunya, ya siapa tau aja mak bisa sedikit nenangin dia "
" trus orangnya cantik nggak? "
" ya elah mak ya cantik lah 𝚖𝚊𝚔, namanya juga perempuan. ya udah ayok turun ntar mak liat sendiri kondisinya " ajak William dan kemudian mereka berdua turun dari mobil.
William tidak langsung membawa mak sumi masuk ke ruang perawatan Aisyah
" mak itu orangnya sepertinya dia belum sadar mak efek obat penenang tadi malam " terang will dari balik pintu.
" oh jadi itu ta anaknya, ya udah ayo masuk " ajak mak sum dan mereka segera masuk ke dalam ruang perawatan VVIP tersebut.
" ya mak kebetulan aku laper banget ini "
" ya ini mak sengaja bikini nasi goreng kambing kesukaan mas Will" kata mak sumi lagi.
dan tak menunggu lama William langsung memakan sarapan yang dibuatkan ibu pengasuhnya tersebut.
" mak nanti klo dia sadar dan tenang mak tanya ya dia siapa dan dari mana "
" ya nanti mak coba tanya "
" oh ya mak satu lagi tolong jangan kasi tau mama masalah ini aku nggak mau dia jadi heboh sendiri mak tau kan gimana mama "
" ya mas Will tenang aja "
" oke klo gtu bulan depan mak aku kasi bonus umroh mau nggak? "
" mau mas tapi mak kan sudah dua kali umroh klo boleh mak mau pergi haji aja "
" tapi kan lama mak klo haji "
" tapi haji kan wajib mas "
" ya nanti aku pikirkan lagi " ucap William kemudian meneguk air putih yang sudah di siapkan mak sumi
__ADS_1
" mak sepertinya aku harus ke kantor sekarang nanti kalau ada apa apa telpon aja atau panggil Fatir aja"
" ya mas Will hati hati "
" ya mak assalamu'alaikum "
" waalaikum salam " jawab mak sumi. dan tak lama berselang suster datang bersama dokter Fatir.
" mak sudah tadi? mana Will? "
" mas Will sudah berangkat ke kantor "
" gimana apa pasiennya belum bangun juga "
" kayaknya belum belum mas " jawab mak sumi
" ya udah nanti klo sadar kasi teh hangat dan bubur ya mak sepertinya dia mengalami dehidrasi " kata dokter Fatir sembari memeriksa kondisi Aisyah.
" ya mas Fatir "
" ntar klo dia sadar hubungi perawat aja nanti aku akan periksa kondisi nya lagi "
" gimana dok? " tanya suster yang mendampingi
" denyut nadinya sudah sedikit stabil tidak seperti tadi malam tapi tensinya masih rendah 80/70 "
" mak nanti usahakan pasien mau makan ya "
" ya mas Fatir nanti mak ngasi dia makan "
" ya udah klo gitu aku keliling lagi, oh ya tante Nadia sudah tau "
" belum, mas Fatir ngelarang mak cerita ke mamanya "
"Ya mak klo tante tau dia bawak anak orang langsung dikawinin dia "
" mas Fatir bisa aja"
"ya udah mak saya lanjut visit pasien yang lain "
" inggih " dan dokter Fatir pun keluar meninggal kan ruangan tersebut dan tak berapa lama perawat datang membawakan sarapan untuk Aisyah.
setengah jam kemudian Aisyah mulai membuka matanya, mak sum segera mendekati Aisyah.
" hemmm. " Aisyah melenguh
" assalamu'alaikum mba " sapa mak sumi
" waalaikum salam ibu siapa dan saya kenapa ada di sini? "
" saya mak sumi dan yang membawa mba ke sini itu mas will. mba tenang aja mba pasti cepat pulih tapi sekarang mba makan dulu ya " kata mak sumi lalu mengambil nampan berisi sarapan buat Aisyah.
__ADS_1