
sementara di kediaman ibu William tampak Salma dan suaminya, Aisyah dan mak sumi sedang duduk tegang di ruang keluarga menunggu kabar dari William.
jam sepuluh malam tiba tiba ponsel pak Ilham berdering.
" hallo ini benar dengan tuan Ilham Akbar? "
" ya benar saya sendiri dengan siapa ya..! "
" oh ya maaf saya dari pihak kepolisian saat ini saya berada di rumah sakit harapan kita. putra anda Willam tertembak di lengannya saat ikut dalam mengerebakan tadi. kami atas nama kepolisian mohon maaf atas kejadian ini "
" astaghfirullahalazim lalu bagaimana kondisi putra saya pak? "
" alhamdulillah tadi kondisinya masih sadar dan sekarang sedang berada di ruang operasi ditangani pihak rumah sakit "
" ah baik lah kalau begitu saya ke sana sekarang " dan pak Ilham pun menutup ponselnya.
" kenapa pa Will kenapa? " tanya ibu Salma tidak kalah panik.
" mama tenang ya Will tertembak tapi hanya di lengannya dan saat ini sudah ditangani dokter "
" ya Allah pa putra kita pa..! " ucap ibu Salma bergetar
" ya mama tenang insya Allah putra kita kuat. mak siapkan baju ganti untuk Will kita ke rumah sakit sekarang. " titah pak Ilham pada mak sumi.
" pak saya boleh ikut saya juga mau lihat kondisi mas Will, karena biar bagaimana pun semua ini gara gara saya " ucap Aisyah hampir menangis. pak Ilham dan istrinya saling tatap kemudian menganggukkan kepala nya
" ya udah kamu juga ikut " kata ibu Salma.mereka pun berangkat ke rumah sakit.
" bu aku minta maaf atas kejadian ini gara gara masalah aku mas Will tertembak " ucap Aisyah sambil menahan air matanya.
" sudah kamu nggak salah jangan merasa bersalah seperti ini " kata ibu Salma sembari mengusap bahu Aisyah.
" maafin aku ya bu pak Aisyah minta maaf kalau tau begini jadinya lebih baik nggak usah diperpanjang kasusnya"
__ADS_1
" sudah ini sudah takdir Allah dan insya Allah Will akan selamat" kata pak Ilham yang duduk di samping sopir.
sesampainya di rumah sakit William masih di ruang operasi. pak Ilham dan istrinya mak sumi serta Aisyah setia menunggu di depan ruangan. dan setengah jam kemudian barulah dokter selesai melakukan operasi.
ibu Salma segera mendekati dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi, diikuti pak Ilham Aisyah dan juga mak sumi.
" bagaiamana kondisi putra saya dok? " tanya ibu Salma
" maaf apa ibu keluarga pasien? "
" ya kami keluarganya " jawab pak Ilham
" alhamdulillah pelurunya sudah di keluarkan mungkin satu jam lagi pasien akan sadar "
" apa kami boleh melihatnya ? " kata ibu Salma lagi
" boleh silahkan tapi tetap ya hanya satu dua orang saja yang masuk jadi bergantian masuknya " pesan sang dokter
" Aisyah ini kamu minum dulu wajahmu pucat sekali. " kata mak sumi.Aisyah menerima air botol mineral dari mak sumi dan meminumnya.
lima belas menit kemudian ibu Salma keluar bersama pak Ilham.
" bagaimana bu kondisi mas William? " tanya Aisyah
" dia masih belum sadarkan diri tapi menurut dokter kondisinya baik baik saja " pak Ilham yang menjawab. Aisyah segera meraih tangan ibu Salma
" maafkan Aisyah bu sekali lagi maafkan "
" sudah sudah kamu nggak salah kok lagian ibu bangga sama putra ibu yang mau menegakkan kebenaran, dan kamu nggak usah minta maaf terus " ujar ibu Salma.
" Aisyah ayo kamu mau ikut mak ke dalam liatin kondisi Mas William" ajak mak sumi.
" ya mak "
__ADS_1
" kalian masuk saja saya sama bapak mau menemui dokter dulu sekalian mengurus administrasinya" kata Ibu Salma lalu melangkah menuju ruang dokter. sementara Aisyah dan mak sumi segera masuk ke dalam ruang Willam.
Aisyah menatap sosok laki laki yang sudah menyelamatkan harga diri dan kesuciannya.yang saat ini masih belum sadarkan diri.
" sudah kamu tenang mas Will akan baik baik saja kok " ucap mak sumi sembari mengelus pundak Aisyah.
" tapi aku merasa bersalah mak aku nggak enak sama mas Will juga kedua orang tuanyanya."
" ya sekarang kamu doakan saja agar mas Will cepat sembuh dan kamu, kamu itu harus memanfaatkan kesempatan ini agar kamu bisa mencapai cita cita mu "
" ya mak Aisyah janji akan belajar dan menjadi wanita sukses nantinya"
" hemm haus..! " terdengar suara rintihan mak sumi dan Aisyah segera melihat ke sumber suara.
" mas Will..! alhamdulillah mas sudah sadar " ucap mak sumi lalu mendekat ke kepala ranjang.
" ada apa mas..? mas mau apa ? "
" haus mak "
" sebentar mak panggilkan dokter jaga dulu " dan dengan cepat mak sumi keluar memanggil dokter dan Aisyah segera mendekat.
" mas Will haus? " tanya Aisyah William mengangguk dan Aisyah segera menuangkan air ke dalam gelas lalu membantu Will untuk meminum airnya.
dokter datang bersama kedua orang tua William. dan segera memeriksa kondisinya. Aisyah sedikit menyingkir agar memudahkan dokter untuk memeriksa nya.
" bagaimana dok? " tanya pak Ilham setelah dokter selesai memeriksa.
" alhamdulillah semua berjalan sesuai yang diharapkan dan saat ini pasien bisa di pindahkan ke ruang perawatan " ujar sang dokter.
" cuman jangan terlalu banyak gerak lengannya agar luka jahitannya cepat kering dan jangan dulu terkena air untuk beberapa hari ini " kata dokter itu lagi.
" baik dok " jawab ibu salma. tak berapa lama perawat datang membawa William ke kamar perawatan.
__ADS_1