Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.

Ketulusan Dan Kesucian Aisyah.
Mie Instan


__ADS_3

Dengan terpaksa beberapa hari ini William harus bekerja dari rumahnya. Hanya sekertarisnya yang datang setiap harinya membawakan berkas yang harus di periksa dan di tanda tanganinya.


Sedangkan Aisyah seperti biasa kembali melakukan aktifitasnya membantu ibu salma di restoran dan jika ada waktu luang ia sempatkan melakukan hobinya menjahit dan membuat pola pakaian.


" Aisyah ibu beberapa hari kedepan akan ikut menemani bapak ke kalimantan jadi sementara waktu kamu yang menghandle restoran ya ! " ucap ibu Salma saat perjalanan pulang dari restoran.


" emang Aisyah bisa bu ? "


" bisa kemaren ibu lihat kamu sudah sangat menguasai seluk beluk restoran "


" tapi bu.. "


" udah ibu yakin kamu bisa kok lagian kalau ada apa apa kan tinggal telpon"


" berapa hari bu ? "


" ya paling lama satu minggu "


" ya udah deh Aisyah akan berusaha semaksimal mungkin jagain restorannya. '


" nah gitu dong itu baru namanya calon pengusaha sukses "


" aamiin " jawab Aisyah.


Sesuai dengan janjinya Aisyah menjalankan amanah yang di berikan oleh ibu salma padanya untuk menghandle restoran.


Seperti pagi ini ia sudah siap siap akan berangkat ke restoran begitu pula dengan William .


" mas Will nggak sarapan dulu ? "


" nggak ah nggak sempat ini aja sudah kesiangan "


" kalau gitu ini dibawa roti bakarnya buat sarapan di jalan. sebelum aktifitas, itu perut harus di isi biar konsentrasi kerjanya " ucap Aisyah sambil memasukkan roti ke dalam box makanan. dan William tak menolak.


malam harinya karena di restoran sangat ramai, Aisyah sesampai di rumah ia memilih untuk istirahat sejenak dan melewatkan makam malamnya. hingga tengah malam ia terbangun karena cacing cacing di dalam perutnya mulai berdemo.


" ah laper benget.. Jam berapa ini ?" gumamnya lalu turun dari ranjang. Aisyah menatap jam dari handphone nya


" jam 12 npantes aja aku lapar kan tadi sore belum makan " katanya lagi kemudian bergegas masuk ke kamar mandi guna mencuci wajahnya.


Setelah merasa nyawanya terkumpul ia segera turun ke dapur untuk mencari makanan .


sesampainya di dapur ia melihat meja makan yang sudah bersih.


Memang seperti itu jika sudah lewat jam 10 malam maka sisa makanan akan di bawa pulang oleh mang hasan untuk diberikan kepada istri dan anaknya.


Aisyah membuka kulkas dan ternyata di sana ada telur dan juga sosis dan ia beralih ke rak gantung di atas kompor yang ternyata di sana ada beberapa bungkus mie instan. Lalu dengan cepat ia segera mengeksekusi mie telur sosis ditambah sayur hijau.


William yang saat itu baru saja selesai dari lemburnya merasa haus dan segera menuju dapur. ia sedikit kaget melihat Aisyah yang sedang berkutat di dapur .


" Ais kamu lagi ngapain ? " tegur William


"ya Allah mas kaget..! kenapa mas Will tiba tiba ada disini ? " balik Aisyah yang bertanya


" aku haus mau minum "


" oh.. "

__ADS_1


" kamu ngapain tengah malam di dapur ? " tanya William sambil mengisi air ke dalam gelas


" he he Aisyah lapar mas tadi sore Aisyah nggak sempet makan malam karena tadi langsung tidur "


" gimana restoran, aman ? "


" alhamdulillah mas aman dan tadi kebetulan agak rame kita kita sampe kewalahan "


" makanya kamu kecapean milih tidur daripada makan malam ? " tebak William


" he he iya " nyengir Aisyah.


" kamu masak apa ? " tanya William sambil duduk di meja makan lalu meneguk air yang sudah ia ambil tadi.


" ini aku masak mie instan. Mas Will mau ? "


" nggak ah itu makanan nggak sehat. Kamu makan mie kayak gtu emang nggak takut gemuk ? "


" ya elah mas makan kayak gini juga nggak tiap hari kan, jadi boleh lah, lagian ini kan ada sayur hijaunya. Mas Will mau biar Aisyah buatkan " ucapnya sambil menuangkan mie kedalam manhkuk


" nggak nggak usah " tolak wil namun aroma yang keluar dari mie yang di masak Aisyah membuatnya menelan ludah.


" ini enak lho mas beneran ? "


" nggak buat kamu aja " ucap will


Aisyah mengaduk ngaduk mie nya di dalam mangkuk membuat aromanya semakin keluar kemudian perlahan memasukkan mie ke dalam mulutnya.


" hem.. Enak bengat apalagi di tambah taburan bawang goreng dan telur setengah matang kayak gini"


William yang melihat Aisyah makan dengan nikmat kembali menelan ludahnya.


" apa itu beneran enak ? "


" hemm apalagi di makan saat cuaca dingin begini kalau nggak percaya ini cicipin aja " ujar Aisyah sambil mengambilkan sendok lain dan memberikannya pada William.


William menyendok mie dari mangkuk Aisyah dan mencicipinya.


" bagaimana enak kan ? " William mengangguk.


" ya udah ini buat aku kamu bikin aja yang baru "


" eh jangan ini kan bekas aku mas, nanti biar kamu aku buatkan yang baru "


" oke nggak pake lama trus nanti bawa ke ruang kerja ku "


" iya ..! " dan William melangkah kembali ke ruang kerjanya.


sepuluh menit kemudian mie instan buatan Aisyah sudah jadi ia segera membawa dua mangkuk mie instan ke ruang kerja William.


" tara... Mie goreng endes sudah jadi" ucap Aisyah sembari meletakkan dua mangkuk mie diatas meja William.


" selamat menikmati " ucapnya lagi.


" makasih" dan tanpa basa basi William segera menyantap mie buatan Aisyah.


" enak kan..? "

__ADS_1


" lumayan, tapi kamu nggak boleh makan seperti ini terlalu sering bahaya "


" iya ini juga seminggu sekali juga kagak. Ini kalau lagi bosan makan makanan yang itu aja " ucap Aisyah


dalam hitungan menit mie di dalam mangkuk ludes.


" aku bawa ini ke dapur dulu ya ..! "


" sekalian buatkan teh hijau buat aku dua gelas " ujar Will sebelum Aisyah menghilang dari balik pintu.


Aisyah kembali dengan dua gelas berisi teh hijau.


" ini mas teh hijaunya. " sambil meletakkan di hadapan William.


" kamu minum satu "


" hah ..! Aku ? "


" hem "


" tapi aku nggak suka mas ini pait "


" kamu harus minum ini sebagai antioksidan membuang racun dari mie instan yang sudah kamu makan tadi "


" kan udah ada sayur hijaunya..! "


" udah kamu minum aja lagian ini tidak terlalu pait kayak jamu. Ayo minum "


" ya nanti aku minum di kamar aja"


" hey kamu mau kemana minum di sini aja ? "


" mau ke kamar "


" jangan tidur dulu abis makan nggak baik nanti kamu kena gula "


" kan manis kalau kena gula "


" Aisyah..! "


" he he iya ya.. "


" ini kamu baca buku buku soal soal ujian SNPTN biar kamu lulus di perguruan tinggi negeri, kamu mau kuliah kan ? "


" ya mas mau mau "


" ya udah itu kamu baca. Kamu kalau mau kuliah harus serius belajarnya karena kalau kuliah beda dengan kamu sekolah SMA. Kalau kuliah ada satu saja mata kuliah yang kamu tidak lulus maka kamu harus ngulang lagi di semester berikutnya " tutur William panjang lebar.


" ya mas Aisyah janji mau belajar sungguh sungguh agar bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.


" bagus kalau begitu sekarang kamu baca ini buku bukunya.


" sekarang..? "


" nggak tahun depan..! Ya sekarang Aisyah..! "


" oke oke aku baca sekarang "

__ADS_1


" nanti aku akan tanyakan soal soal yang sudah kamu baca, dan di belakang sudah ada kunci jawabannya"


Dan Aisyah pun segera membuka buku buku bimbingan tes perguruan tinggi yang di berikan William padanya. Sedang William kembali berkutat pada laptopnya.


__ADS_2