Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
aliran sesat


__ADS_3

seorang pria datang dengan membawa gadis yang sudah tak sadarkan diri, gadis itu sudah di bius dan di pastikan masih perawan.


"sesuai permintaan pak lurah," kata pria yang mendapatkan amanat mencari gadis perawan.


"kerja bagus, sekarang kita bisa mulai untuk melakukan ritual," kata pria itu yang memang tahun ini menjadi tahun terakhir dirinya menjabat.


sebenarnya dia tidak ingin melalui ini, tapi dia ingin mendapatkan semua keinginannya.


jadi dia memilih jalan pintas, gadis itu sudah di ikat di antara dua tiang, dan tentunya pria yang duduk bersila di depannya sedang membaca mantra pemanggil sekutunya.


di sisi lain,Mak Ijah merasa jika suasana di desa tak enak setelah kematian Dati pak Sukoco.


bahkan dia ingin selalu berada di dekat suaminya, "ada apa Mak, kenapa tumben banget sih,orang bapak gak kemana-mana loh," kata Mbah Tejo.


"iya aku tau,tapi entahlah aku merasa jika ada sesuatu yang tak baik, bapak nanti malam jadwal ngeronda, tolong hati-hati ya," kata Mak Ijah yang mewanti-wanti suaminya.


Mbah trjo hanya mengangguk dan mengusap kepala istrinya, keduanya pun istirahat karena di rumah memang sedang tak ada orang.

__ADS_1


sebab pak Junaidi sedang ke kota karena ada pekerjaan penting, dan Rudi juga sedang mengikuti perkemahan.


pria itu berhasil memanggil sosok yang akan mendapatkan timbal darinya.


sosok itu berwujud manusia biasa, "kenapa kamu begitu berani meminta ku datang, apa sekutu mu yang pertama tak bisa mengabulkan permintaan mu?" tanya sosok pria itu.


"tentu saja berbeda, karna dia bekerja untuk ku dalam hal lain,dan aku butuh sosok paling kuat untuk melancarkan keinginan ku yang saat ini,"


"dasar manusia serakah, tapi aku memang tergiur dengan tawaran mu, terlebih gadis ini sangat muda dan juga memiliki sesuatu yang aku butuhkan,"kata sosok itu yang menyetujui untuk melakukan perjanjian dengan pria itu.


pria itu menuliskan nama aslinya yang jarang di ketahui oleh orang,lebih tepatnya nama kecilnya.


sosok siluman itu melaksanakan tugasnya menikmati tumbal yang di kirimkan,dan malam itu suasana desa sangat tak enak.


ya setelah pemakaman dari pak Sukoco yang menganut sistem lain dari warga desa, membuat semua orang ketakutan.


pasalnya malam ini sosok pengantar jenazah makin jelas menujukkan eksistensi.

__ADS_1


mbah Tejo dan lima orang lainnya,sedang berada di pos ronda sambil berdoa.


setelah merasa aman, mereka melakukan pemeriksaan secara berkeliling.


Mbah Tejo tersenyum saat tiba-tiba keempat orang tiba-tiba berhenti berjalan,"kalian ternyata suruhan ya, tak sabar untuk membunuh ku," kata Mbah Tejo.


Parso, Hanan, Jarwo, Karen, dan Sugik tersenyum, "seharusnya jika Mbah sudah tau, lebih baik duduk di rumah dan jangan keluar rumah,"


"siapa yang menyuruh kalian,apa lurah?"


"tentu saja anda tak berhak mengetahuinya,tai karena anda akan mati, maka kami akan memberitahu dia adalah Satrio," jawab Jarwo yang mulai menusuk perut Mbah Tejo.


akhirnya semua orang melakukan hal itu, mereka secara bergantian menghujamkan pisau itu ke tubuh pria tua yang selama ini menjadi orang yang di hormati di desa.


dan terakhir, Parso menancapkan sebuah bambu runcing dari punggung Mbah Tejo hingga menembus dada depan.


Mbah Tejo pun meregang nyawa di tangan para pesuruh dari orang biadab yang kejam.

__ADS_1


setelah Mbah Tejo mati,pria itu di tinggalkan begitu saja, dan para pria itu pergi dari sana.


__ADS_2