Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
malam satu suro 2


__ADS_3

Pak Junaidi tampak santai, meski beberapa arwah bermunculan menunjukkan eksistensi mereka.


"baiklah, apa kita bisa mulai berjalan menyusuri desa lagi," ajak pria itu.


"loh tapi kenapa pak?" tanya pak RW.


"ya karena kita tidak ingin kecolongan, terlebih setelah apa yang terjadi dengan makam cucu ku, jika kalian keberatan tidak apa-apa tak ikut," kata pak Junaidi.


semua warga saling pandang, mereka bahkan tak berani duduk di pos kamling meski banyak orang.


saat pak Junaidi bangkit, otomatis mereka semua ikut mengikuti pria itu, karena pak Junaidi ini seperti mewarisi ilmu milik Mbah Tejo.


mereka berkeliling desa, tampak ada bola api yang melayang dan tiba-tiba meledak di tengah jalan.


bola api itu sepertinya tidak bisa mendekati rumah yang akan di tuju oleh pengirimnya.


"alah siapa yang mengirimkan santet beginian," kesal pak Warto.


"tenang saja pak, tak akan ada apa-apa asal kalian tak memiliki pikiran kotor," kata pak Junaidi yang dengan santai lanjut berkeliling.


Dan saat melewati warung bakso yang ada di pertengahan jalan tuwangan itu, terlihat bakso itu sangat laris.


"kita ngebakso dulu yuk,"ajak pak RT yang kebetulan ada di rombongan mereka.


"boleh tuh pak,asal di traktir, maklum gak bawa uang," kata pak Setu.


"salah kamu ini mesti kok," kata pria itu yang tertawa.


"sudah ayo masuk biar saya yang traktir," kata pak Warto.

__ADS_1


"kalian saja saya tak usah,saya madu kenyang karena tadi makan pisang kukus," kata pak Junaidi yang melihat yang tak seharusnya.


Pasalnya warung itu tak hanya ramai dengan pembeli manusia, tapi ada juga pembeli dari alam lain.


bahkan aroma anyir itu membuat perut pak Junaidi mual, jadi dia memilih melanjutkan perjalannya.


Dan ternyata hanya dia bersama pak RW dan satu orang yaitu mas Jono, "kalian tak ikut andok bakso dulu?" tanya pak Junaidi.


"tidak usah lah mas, aku ingat dulu Mbah Tejo pernah seperti mas Junaidi, taunya ternyata penjualnya pakai pesugihan daging tikus,Hem auto mencret seminggu," kata Jono.


"itu mungkin masnya gak kaleng-kaleng kasih cabainya,sudah kursi kembali ke pos sebelum jam dua," kata pak Junaidi.


benar saja, jam dua kurang dua menit, mereka sudah sampai di tempat itu.


sesampainya di sana, mereka duduk bersila dan pak Junaidi menyalakan api untuk sebagai petunjuk bagi beberapa orang yang kemungkinan hilang malam itu.


"loh mas kenapa di hidupin lagi," tanya Jono.


sementara itu, di rumah Mak Ijah sedang tertidur sambil memeluk tubuh Sekar.


sedang Rudi memilih bangun pukul dua hari dan mulai sholat malam dan melanjutkan dengan membaca Al-qur'an untuk membuat perlindungan.


sedang di rumah lurah Sigit, pria itu mengusir semua arwah yang sudah menikmati apa yang dia suguhkan.


Sedang dia kini memanggil sosok istri ghaibnya untuk memperkuatnya dengan bayi yang masih berada di dalam wadahnya.


sosok kuntilanak itu datang dengan wujud paling seram, dan menerima bayi itu dan langsung melahapnya dengan senang.


Dan jantung manusia itu juga di nikmati juga dan kini kekuatannya makin bertambah dan kembali masuk kedalam tubuh inangnya.

__ADS_1


"aku merasa lahir kembali, dan lihatlah tubuh ini sangat sempurna kan,dan dia bisa mengikuti ku yang menjadi semakin muda,"kata Lina menyentuh wajah lurah Sigit.


"tentu saja, kamu sangatlah menyenangkan sekarang,sekarang tunaikan tugas mu sebagai istriku," kata lurah Sigit yang langsung menikmati istrinya itu.


Dan malam itu, dia mendapatkan harta yang berlimpah, pasalnya dia membuat dua makhluk peliharaannya kesenangan.


Pukul empat pagi, dia bangun dan mengambil botol air mineral yang sebesar satu setengah liter.


Dia masuk kedalam kamar di mana Lulu berada, di sana dia melihat wanita itu sudah tak terkapar tak bergerak, entah masih hidup atau mati.


Dia mendekati wanita yang tak mengenakan apapun itu, dan mulai memijat perut wanita itu.


Dan lurah Sigit menampung sesuatu yang akan dia gunakan untuk membuat minyak yang akan membuat wibawanya semakin terpancar dan bisa menarik para warga untuk semakin tunduk padanya.


Setelah cairan itu habis, Lulu membuka mata, dan lurah Sigit membuka ikatan gadis itu.


"pria biadab," kata Lulu menangis tapi dia tak berdaya sama sekali.


"kenapa hum...,mau berakhir seperti orang tua mu, atau menurut padaku, kamu akan hidup nyaman di rumah ini," kata lurah Sigit yang sebenarnya sayang mempersembahkan Lulu karena wajah gadis itu yang cantik.


Tapi sosok hitam itu memilih Lulu, jadi apa boleh buat, "aku lebih baik mati," kata Lulu yang berusaha turun tapi tubuhnya jatuh ke lantai karena tak berdaya.


"ha-ha-ha wanita bodoh, kamu tak akan bisa mati selama aku tak mengizinkannya," kata lurah Sigit.


Lulu berlari keluar sebisanya,tapi kemudian dia tidak bisa bicara lagi, suaranya hilang.


Tapi saat kembali ke kamar itu, dia memiliki suaranya lagi,dan itu membuatnya bingung karena bisa terjadi hal seperti itu.


Sedang di pos kamling, pak RW dan Jono tak sadar jika teman-teman mereka yang andok bakso ini belum kembali.

__ADS_1


Sedang pak Junaidi terus menjaga nyala api karena jika sampai ketujuh orang ini belum kembali sampai subuh, sudah di pastikan mereka sudah berpindah alam.


__ADS_2