Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
orang hilang


__ADS_3

Yuni ini lama kelamaan makin merajalela, hingga suatu saat salah seorang wanita yang sudah tak tahan lagi, karena suaminya yang juga menjadi pria simpanan wanita itu sangat sakit hati.


siang itu, Yuni sedang santai berbelanja di kawal oleh Joni,entah keberanian dari mana.


wanita itu memukul kepala Yuni, dan saat wanita itu tersungkur ke jalan, tiba-tiba datang sebuah mobil yang menabraknya hingga tak sengaja melindas kaki wanita itu.


Dan di saat itulah mulai kemalangan terjadi, kaki Yuni remuk dan tak bisa berjalan, bahkan saat sudah seperti itu saja.


Wanita itu tetap tak bisa memperbaiki sifatnya yang tetap membuat semua terluka dengan omongannya.


bahkan dia meminta semua orang yang berhutang agar segera mengembalikan, Nia yang kesal menyiram Yuni dengan air cucian beras dan juga air bekas cucian daun kelor.


Tiba-tiba wanita itu menjerit kesakitan dan wajahnya mulai merah dan kepanasan.


pembantu wanita itu segera membawa pulang, dan itulah yang membuat Yuni sakit parah.


Nur terdiam, dia tak mengira jika latar belakang wanita itu sangat buruk,bahkan Mak Ijah tampak diam tak tergoda bergosip


"sudah, dia sudah tenang di sana jadi jangan membicarakan tentang hal seperti itu lagi," kata Mak Ijah.


setelah selesai dalam hal pemakaman, Mak Ijah dan pak Junaidi pulang.


Mereka tadi juga sempat singgah di sebuah warung mie ayam langganan dari Sekar.


"assalamualaikum... Ini Mak bawa mie ayam untuk kita semua," kata Mak Ijah.


"wa'alaikumussalam Mak, ya Rudi masih di masjid, tuh masih ngepel," kata Sekar yang duduk di teras rumah.


"bocah yang rajin," kata Mak Ijah tersenyum senang melihatnya.


di sebuah warung bakso, para pelanggan tak ada habisnya, bahkan warung itu buka dua puluh empat jam.

__ADS_1


dan para pembeli ini tak ada putusnya, nur dan Tono yang baru pulang pun merasa ingin makan di tempat itu.


Ya untungnya tadi mereka sudah bersih-bersih sebelum pulang karena sering berhenti makan dulu.


"bantu mau bakso yang apa dek?" tanya Tono pada istrinya itu.


"aku mau yang jumbo beranak mas, kita berdua saja sama mie ayam satu gitu," kata Nur.


"baiklah apapun keinginan istriku, minumnya?"


"es jeruk dong," kata Nur sangat senang.


setelah menunggu, akhirnya giliran mereka berdua memesan setelah mengantri cukup panjang.


"bakso beranak jumbo satu, mie ayam spesial satu dan es jeruk dua ya mas, makan di sini," pesan Tono.


"baiklah, mohon di tunggu ya," kata pelayan warung itu.


Mereka mencari tempat duduk di luar warung, dan menemukan di pinggir sungai dengan pemandangan hamparan sawah yang padinya mulai menguning.


"eh kalian sudah dengar belum, di desa sebelah kan ada gadis hilang lagi," kata salah satu orang yang sedang menikmati bakso di tempat itu.


Tono pun menoleh mendengarnya, "sudah mas tak usah di urusi,"


"tapi aku penasaran dek, di tambah pria yang dari desa tanggungan juga belum ketemu, tapi sekarang sudah ada yang hilang lagi," kata Tono.


"ya juga sih, tapi bagaimana lagi polisi juga sepertinya tak membantu sama sekali," kata Nur.


akhirnya pesanan mereka datang dan langsung di nikmati bersama, bahkan menurut nur dan Tono ini bakso yang paling enak di desa.


Itulah yang membuat warung bakso ini seperti tak ada lawannya satupun, meski berada di tempat yang sepi tetap saja paling ramai.

__ADS_1


Di sebuah rumah pemotongan, seorang pria sedang menggiling daging ayam dan daging merah yang baru dia ambil dari freezer.


Ya itu adalah daging yang sudah dia persiapkan sebelumnya sesuai resep adonan bakso.


Bahkan balungan saja semuanya terpakai tidak ada bagian yang terbuang.


dia terlihat begitu cekatan dalam membuat adonan bakso sendiri dan mencetaknya, tak perlu bantuan sedikit pun.


Ya dia adalah pemilik asli warung bakso itu, tapi yang di ketahui oleh warga adalah adiknya yang punya


"mas warung minta di kirimi bakso urat,karena banyak yang bungkus jadi baksonya cepat habis," kata seorang wanita yang ternyata istri pria itu.


"Hem..." jawab pria itu yang baru menyelesaikan adonan satu resep.


dia langsung mulai mencetaknya dengan mesin dan tak ada yang tau selain dirinya, semua bakso itu terbuat dari daging apa.


Di kantor polisi di buat bingung, dalam sebulan saja sudah ada lima orang yang hilang


"pak ini adalah orang kelima yang hilang, kita bahkan tak menemukan sedikitpun petunjuk," kata seorang polisi membawa laporan itu.


"soal ini kebetulan atau memang ada yang tak beres, tapi apa, kenapa seperti semuanya sulit di jelaskan dengan nalar, terlebih tak ada sedikitpun bukti yang tersedia," kata kepala polisi itu.


malam hari, warga desa mengadakan acara tahlilan di masjid karena besok adalah hari satu suro.


Terlihat pak lurah Sigit baru datang saat sudah selesai acara doa, dan itu hanya sebagai simbolis saja.


Mereka semua menikmati bubur suroan, dan di rumah Lulu sedang di ikat untuk mendapatkan perlakuan khusus dari makhluk sekutu.


Lulu hanya bisa mengerti kesakitan, tapi sepertinya tak ada yang mendengar suara jeritannya.


Dia tak menyangka akan jadi pelayan naf** dari sosok hitam besar mengerikan itu.

__ADS_1


Sedang di kamar milik Lulu, wanita itu sudah terikat , dan mengenakan kemben saja.


Tak lupa bunga tujuh rupa juga sudah di tabur merata di atas tempat itu,bahkan dia sudah di kerumuni oleh sosok-sosok ghaib.


__ADS_2