Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
wanita malam


__ADS_3

seorang wanita sedang berlari dari kejaran seseorang, dia tak menyangka jika malam ini akan jadi hari buruknya.


bagaimana tidak, dia sudah di kejar-kejar dari tadi, "ya tuhan tolong aku..." kata wanita itu yang tak sengaja malah terjatuh karena kakinya tersandung kakinya sendiri.


Dan sebuah kayu menghantam kepala bagian belakang wanita itu dengan keras.


Orang itu tersenyum senang melihat wanita itu sudah terkapar tak sadarkan diri.


"lihatlah dirimu, kamu tak berdaya kan sekarang, karena aku akan membuat mu jika kamu itu hanya pantas mati," kata orang itu.


Setelah selesai menyaksikan wanita itu tak berdaya, dia pun menyeretnya ke sebuah persawahan.


Sesampainya di area persawahan itu, sosok itu langsung menginjak kepala wanita yang sudah dia bawa tadi ke arah timur dan menindihnya dengan batu.


Dan tak lupa dia juga mengikat kaki dan tangan wanita itu ke belakang punggung.


setelah memastikan jika semuanya aman, dia tersenyum dan langsung pergi karena tak butuh waktu lama untuk seseorang mati kehabisan nafas.


Keesokan paginya, semua warga heboh karena menemukan ada mayat yang terkubur dengan posisi yang sangat nyeleneh.


Polisi datang dan melakukan rekonstruksi dan bertanya pada beberapa saksi.


Polisi bilang jika itu adalah sebuah pembunuhan, dan wanita itu adalah seorang wanita malam yang cukup terkenal di desa itu.


polisi pun mengindetifikasi jika wanita itu di bunuh oleh pelanggan atau memang ada musuh yang mengincarnya.


pagi itu, Sekar, Mak Ijah dan Nur sudah sampai di rumah duka wanita itu.

__ADS_1


Semua orang terus mencibir wanita itu meski sudah meninggal dunia, para wanita di desa itu seakan masih belum ikhlas memaafkan.


"mbak Sekar kenapa dari tadi tersenyum seperti itu?" tanya Nur heran melihat wanita itu.


"aku ya, tidak ada mbak, hanya para wanita ini tak sadar jika dengan mereka menggunjing saudara yang sudah meninggal dunia, itu sama saja mereka memakan daging saudaranya, dan belum lagi dosa itu akan di tanggung oleh mereka sendiri," kata Sekar yang membuat Nur bingung.


Ya maklum, Nur ini memang sangat lemot, itulah yang kenapa membuat Sekar malah tertawa sambil merangkulnya juga.


"nduk... Kemari," panggil Mak Ijah.


"inggeh Mak," jawab keduanya yang mendekat kearah Mak Ijah.


mobil jenazah datang saat Sekar dan yang lainnya sedang menyiapkan tempat untuk memandikan jenazah.


Karena dia harus memastikan kain penutup terpasang kuat, agar tak terjadi insiden yang memalukan lagi.


dia terdiam, karena itu adalah sosok yang beberapa hari ini muncul di dalam mimpinya terus menerus,dan sekarang malah mereka di pertemukan seperti ini.


Tapi tentunya dia bersikap sebiasa mungkin, karena tak mungkin jika dia mencari atau sok kenal dengan pria itu


Sedang pria itu sendiri terus menatap Sekar, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi dia tahan.


Setelah menaruh jenazah wanita yang sudah di otopsi itu, Mak Ijah, nur dan Sekar pun mulai memandikan jenazah.


Tapi yang membuat aneh adalah, jenazah itu sepertinya tersenyum dan wajahnya seperti mengeluarkan cahaya.


"Mak, apa dia benar-benar seorang wanita malam?" kata Sekar yang sedang membantu neneknya itu.

__ADS_1


"hanya dia dan Allah yang tau sebenarnya apa pekerjaannya, karena jika melihat kondisinya, secara umum dia tidak seperti wanita malam," kata Mak Ijah yang tak pernah mau berburuk sangka.


setelah selesai memandikan jenazah pun, semuanya berjalan sempurna, bahkan tak ada satu pun hal yang janggal terjadi.


itulah yang membuat mereka bingung, kini jenazah pun mulai di berangkatkan ke makam.


Seorang wanita tua datang bersama dengan rombongan dari yayasan pecinta Al-Qur'an.


Bisa di lihat dari mobil yang di gunakan oleh rombongan itu, "apa jenazah nak Aline sudah di berangkatkan ke makam?" tanya wanita sepuh yang tampaknya sangat sedih.


"iya Bu, baru saja, memang ada apa," tanya Mak Ijah.


"ibu panti, biarkan saya ke makam saja dan ibu tunggu di sini ya, maaf boleh titip ibu kami," pamit rombongan wanita yang tampak berpakaian seksi dan ada beberapa ustadzah sepertinya.


"iya nak," jawab Mak Ijah.


Akhirnya mereka duduk bersama dan berbincang, di sanalah semua orang kaget dengan apa yang di bicarakan oleh wanita yang mengenakan pakaian tertutup itu.


"apa kami salah sangka..."lirih para warga.


Sedang Sekar tak menyangka jika ada wanita sebaik gadis itu, tanamannya Aline Aditya.


Seorang gadis cantik yang berkecimpung di dunia yayasan yang bergerak untuk agama


meski dia bukan dari agama Islam awalnya, tapi gadis itu selalu memberikan fasilitas untuk berdakwah di beberapa tempat hiburan malam.


Bahkan mereka ini sering keluar-masuk gang yang terkenal dengan hiburannya.

__ADS_1


Hingga akhirnya gadis itu memilih untuk memeluk agama Islam,dan masalah itu mulai terjadi.


__ADS_2