
Pak Junaidi terlihat berpikir, dia juga sudah terlalu muak jika harus terus di hantui perasaan seperti ini
desa yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan baik, kenapa malah memiliki aura mengerikan yang membuat orang merinding setiap berjalan sendirian saat malam.
"apa yang pak Inyong tau?" tanya pak Junaidi.
pria itu pun mulai menceritakan lagi, apa yang dia saksikan beberapa tahun lalu.
Dia malam itu datang atas perintah dari Bu Henny ke rumah Sigit muda, dan dia awalnya ingin mengetuk pintu.
tapi kemudian dia mendengar suara berisik dari belakang rumah itu, "suara apa itu," gumamnya yang langsung berjalan ke area belakang rumah.
Di sana dia mrligat hal yang mengerikan, Sigit muda sudah selesai membunuh seorang gadis kecil.
Setelah itu pria itu menyeret tubuh gadis itu masuk kedalam rumah, pak Inyong berusaha mengintip dan dia menemukan sebuah celah.
dari celah itu, dia menyaksikan semuanya, Sigit menaruh gadis itu ke tengah simbul yang sudah di buat kemudian mulai membacakan sebuah mantra.
dan tiba muncul asap hitam tebal yang mengelilingi tempat itu, sayup terdengar oleh telinga pak Inyong.
"aku ingin membuat juragan Dandi mati, dan buat Henny menjadi pelayan di kaki ku, dan aku ingin kekayaan ku tak akan hand selamanya," kata pemuda itu yang sedang mengikat perjanjian dengan iblis.
tiba-tiba angin bertiup,pak Inyong tau jika ini adalah hal yang tak baik, dia ingin pergi, tapi tak sengaja dia malah menabrak tumpukan kayu di samping rumah itu.
"siapa!!" tariak Sigit dari dalam rumah.
Pak Inyong pun berlari sebisanya, dan setelah lumayan jauh dia langsung menyalakan motor miliknya.
Dan kabur sejauh yang dia bisa, tapi saat ingat ucapan pria itu dia kembali ke rumah keluarga dandi.
Dan mengatakan semuanya pada juragannya, tapi dia malah mendapatkan jawaban yang mengejutkan.
"bawa Davin pergi dari sini, jaga dia jangan sampai dia di temukan oleh Sigit, karena aku sudah membalik semua kekayaan ku atas namanya," kata juragan Dandi.
"baik juragan," kata Inyong yang langsung mengendong Davin pergi malam itu untuk menyelamatkan diri.
untunglah dia menemukan tempat ustadz Abdullah untuk bersembunyi, setidaknya pria itu tak mungkin bisa melawan Tuhan.
Benar saja, keesokan harinya tersiar kabar tentang kematian juragan Dandi yang mati secara misterius dan anehnya Davin semakin menjadi tak waras.
__ADS_1
Pak Junaidi diam, dia tak mengira jika timbal pertamanya adalah seorang gadis muda dan perawan.
kemungkinan itu akan sangat menyulitkan, tapi tak apa-apa untuk di coba.
"baiklah aku akan menghubungi Abdullah untuk meminta bantuan tentang masalah ini," kata pak Junaidi yang bersedia membantu pria itu.
tapi itu memang harus terjadi,sudah cukup desa ini di kuasai oleh pria yang telah berlaku tak terpuji.
Akhirnya siang itu pak Inyong pamit untuk kembali ke tempat pengajian milik ustadz Abdullah.
Sedang pak Junaidi mencari semua barang peninggalan ayahnya yang mungkin masih bisa di gunakan nantinya.
"kamu sedang cari apa Jun?" tanya Mak Ijah
"ini Mak, Junaidi tengah mencari beberapa barang peninggalan bapak jika ada,karena aku ingin menyelesaikan pertarungan terakhir bapak," kata pak Junaidi dengan yakin
"Mak sudah membuang semuanya, dan semuanya sudah tak ada, dan jangan melakukan hal seperti itu, apa kamu ingin membuat kedua anak mu kehilangan sosok ayahnya," kata Mak Ijah dengan murka.
"kamu rela ayah untuk berjuang demi kebaikan semua orang, dan aku sudah menyimpan semua barang Mbah, dan aku akan berjuang dengan ayah tentunya," kata Sekar dan Rudi yang kini berdiri bersama dengan membawa sebuah kotak besar.
"kalian semua..." suara Mak Ijah dengan parau.
"nduk keluarkan semua barang kakek mu, dan sebentar lagi akan ada tamu yang datang, dan tolong siapkan hatimu untuk menemuinya," kata pak Junaidi yang tadi sudah menelpon ustadz Abdullah dan malam ini mereka akan berangkat untuk memastikan semuanya akan berhasil.
Sekar mengerti, karena bagaimanapun juga mereka butuh bantuan dan mantan mertuanya adalah orang yang pas.
Sore itu persiapan sudah selesai, Sekar membantu ayahnya untuk memanggil semua khodam yang pernah di miliki kakeknya.
Pak Junaidi yang memang tak tau sebanyak apa khodam milik bapaknya.
Menyerahkan semuanya pada Sekar, dan saat di panggil, dia kaget saat melihat begitu banyak sosok kuat yang datang dan mau membantu.
Rombongan dari tempat ustadz Abdullah datang, mereka membawa beberapa murid dan para guru utama yang mengajar di tempat itu.
Dan tentunya salah satunya adalah zaka, bahkan pria itu kaget saat melihat Sekar yang sedang duduk untuk memanggil semua khodam.
Dia melihat sosok Mbah Tejo di dalam sosok mantan istrinya itu, tiba-tiba jantungnya terasa sakit dan mulai tak bisa di kendalikan, "tenangkan hatimu zaka, ingat ucapan Abi sebelum kita datang kesini, dan jangan membuat kekacauan," kata ustadz Abdullah.
"baik Abi... Maaf..." jawab Zaka yang bangkit menguatkan dirinya.
__ADS_1
Sekar membuka mata,dan kemudian bangkit membawa sebuah pisau dan puluhan bambu kuning yang sudah di beri doa.
Rudi membawa golok yang nanti akan di gunakan juga setelah membersihkannya dengan air bunga tujuh rupa, "kalian semua masuklah dulu,dan istirahat dulu ingin duduk di sini sebentar," kata Sekar yang langsung berjalan ke teras dan mulai duduk seperti halnya sosok Mbah Tejo saat itu.
Dia sedang berusaha untuk memanggil satu sosok yang akan dia minta secara khusus untuk menjaga Zaka.
Ya meski memanggil sosok itu tak akan mudah, dan tanpa di sangka malah dia melihat sosok Mbah Tejo yang datang.
"yakinkan niat ku,dan percayalah kalian bisa menang melawan kemungkaran," kata pria itu memberikan sebuah kalung pada Sekar.
"inggeh Mbah," jawab wanita itu.
di tempat lurah Sigit, pria itu sedang menikmati waktunya bersama Lina.
Keduanya seperti tiada bosan dan Irish untuk berhubungan intim,bahkan suara ******* itu terus terdengar.
Di kamar lain, Lulu sudah tak bisa bertahan lagi dan jika bisa dia memilih mati dari pada di jadikan pelayan dari sosok menyeramkan itu.
tubuhnya bahkan sepertinya sudah remuk redam,di tambah beberapa hal yang membuatnya tak sadarkan diri.
"biarkan aku mati,aku merasa sakit..." lirih lulu.
"kamu tak bisa mati jika tanpa izin ku, dan aku tak menyukai jika kamu mati," kata yang terdengar bersama dengan suara geraman
"tapi aku tak tahan lagi," lirih Lulu.
dia memecahkan sebuah gelas air yang tadi di gunakan untuk mengiriminya makanan.
Dia langsung menyayat tangannya sendiri dan juga lehernya dengan berani.
Dia pun mulai menggelepar seperti ikan yang keluar dari air, hingga akhirnya nyawanya pun menghilang.
Sosok genderuwo itu murka, karena Lulu benar-benar memilih jalan itu, padahal wanita itu sedang hamil ghaib.
lurah Sigit yang merasa jika ada yang tak beres segera keluar dari kamarnya, tapi betapa terkejutnya dia melihat Lulu yang sudah tak bernyawa di depan kamarnya.
Dan sosok hitam yang berdiri di samping mayat wanita itu, "kenapa kamu membunuhnya, dia itu harusnya jadi wadah calon anak mu yang akan membuat ku tak tertandingi karena dia adalah sengaja yang aku nantikan," marah lurah Sigit.
"kamu manusia serakah, aku kehilangan orang yang aku sukai dan bayiku juga," marah sosok hitam itu yang langsung menyerang lurah Sigit dengan kuku panjang miliknya.
__ADS_1