
sedang di sekitar warung bakso, para warga yang semalam begadang sedang mencari mayat dari Didik.
pasalnya pak wanto ingat benar jika pria itu semalam terakhir sebelum terlihat aneh ada di sana.
"maaf ada apa ya kok rombongan kesini begini,pak RT dan pak RW juga," tanya pegawai warung.
"permisi kami harus memeriksa toilet sebentar," kata pak Junaidi mengajak pak RW.
tentu saja di izinkan oleh pegawai itu sambil di temani, pak Junaidi terlihat berjalan dengan sangat aneh.
bagaimana tidak, jika pak RW dan pegawai warung tampak jalan biasa, pak Junaidi ini seperti berjalan dengan menghindari sesuatu yang tak kasat mata.
setelah itu, mereka bertiga sampai di kamar mandi, saat menyentuh tempat itu, dia melihat sekelebat bayangan orang menyiram tembok kamar mandi.
Setelah melihat itu, pak Junaidi tak bisa merasakan apapun lagi, mau itu suasana atau aura dari Didik.
"sepertinya kita harus mencari ke tempat lain, pak RW tolong Share ke warga untuk membantu pencarian," mohon pak Junaidi yang langsung lari keluar dari tempat itu.
sedang tak terlalu lama, terlihat warga yang sudah membaca pesan itu berdatangan dan mulai berdiri untuk membantu pencarian didik.
tentu saja pencarian di fokuskan di area sekitar warung terakhir kali sosok pria itu terlihat di sana.
__ADS_1
Sedang di sebuah kebun pisang, seorang pria sedang berusaha menyeret sebuah karung yang harus dia segera bawa pulang.
Dia jadi kepagian seperti ini karena apa yang harus dia antar terlebih dahulu sebelumnya.
Itu yang membuatnya jadi memiliki jadwal yang berantakan, tapi semoga tak ada yang menemukan sosok pria itu, karena stok daging di freezer miliknya sudah semakin menipis.
"ah sial banget,kenapa begitu berat sih," marah pria itu yang merasa sangat capek.
Akhirnya dia beristirahat sebentar, t
Lalu tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara memanggil nama pria yang ada di dalam karung, "mas Didik..." teriak semua orang.
Mendengar panggilan itu otomatis dia panik bukan main, pasalnya dia harus segera lari dari tempat itu.
pak Junaidi dan pak RT dan pak Warno sampai di kebun pisang, keduanya merasa heran dengan apa yang temukan.
"siapa yang membuang sampah di sini?" kata pak RT.
"pak wanto tolong telpon polisi, Kita sudah selesai mencari dan sekarang biarkan pihak kepolisian datang untuk memeriksa semuanya,"
"iya pak,"
__ADS_1
Di sebuah kamar yang gelap, seseorang sedang di rantai tanpa bisa keluar.
Bahkan dia tak bisa bicara dan terus meringkuk di kegelapan, dia takut karena melihat sosok pria tua dengan cambuk di tangannya.
"dasar keturunan dari wanita gila,hingga kamu ikut gila seperti ini," kata pria itu.
Sekar terbangun dari pingsannya, dan dia terlihat begitu sedih,Mak Ijah tak mengira jika cucunya itu masih sangat mencintai suaminya.
"yang sabar ya nduk..."
"maaf ya Mak, tadi aku histeris seperti itu, aku tiba-tiba ingat semuanya,"
"iya gak usah sedih," kata Mak Ijah
tiba-tiba terdengar suara sirine ambulan dan mobil polisi yang bersahutan.
Sekar dan Mak Ijah keluar, mereka kaget melihat kedua mobil itu menuju ke kebun pisang.
bahkan terlihat semua warga berbondong-bondong ke tempat itu, Rudi sudah pamit untuk berangkat ke sekolah karena dia bisa telat.
tak butuh waktu lama, hingga polisi datang dan melakukan rekonstruksi saat menemukan mayat didik di dalam karung itu.
__ADS_1
Dan benar saja, sosoknya sama persis dengan yang ada di lihat oleh pak Junaidi dan juga Jono.
Bahkan pria itu muntah karena melihat temannya yang selalu kemana-mana selalu berdua, kini malah menjadi mayat dengan kondisi yang mengenaskan seperti itu.