
Masalah bermula saat dia mulai melakukan dakwah di dalam gang yang terkenal dengan hiburan malam.
saat di dalam gang itu, Aline memdng memakai baju yang cukup tertutup tapi masih belum memakai hijab.
dia masih mencoba membujuk mantan temannya yang sekarang menjadi tangan kanan dari pemilik usaha itu.
"mending kamu pergi saja, tak ada yang mau mengaji di tempat ini," kata Mawar pada temannya itu.
"ayolah mawar, aku hanya mau meminta satu atau dua jam dalam seminggu untuk mengumpulkan para pekerja di sini untuk belajar agama, jika mereka keberatan dengan itu akan tak masalah," mohon Aline.
"sudah ku katakan berapa kali, pemintaan mu itu mustahil, terlebih bos ku sangat melarang hal seperti itu di sini," jawab wanita itu.
"kalau begitu pertemukan aku dengan bos mu," kata Aline yang terkenal memang tak kenal takut
"apa kamu gila, kamu bisa mati konyol jika bertemu dengannya," kata mawar mengingatkan.
"hidup mati di tangan Allah, aku tak takut jika harus mati karena menyebarkan agama-Nya," jawab Aline.
Mawar tau berdebat dengan gadis itu seperti memukul batu besar, jadi dia pun mengajak gadis itu bertemu dengan Rei.
Terlihat pria itu sedang duduk santai sambil menikmati minuman keras dan juga beberapa camilan di meja.
"selamat pagi bos," salam dari mawar.
"pagi,ada apa mawar, dan siapa gadis di samping mu itu?" tanya Rei yang melihat gadis cantik di samping anak buahnya itu.
"dia teman ku Aline,dia ingin bertemu dengan bos karena ingin minta izin," jawab mawar.
Tiba-tiba keluar seorang wanita dengan pakaian begitu minim, bahkan Aline tak berani menatapnya.
"ada apa nona kenari,mau menjadi bagian dari kamu?" tanya Rei yang memang masih menunggu barang baru yang masih di cari.
"saya ingin meminta izin untuk di perbolehkan, seminggu sekali sekitarnya jam, untuk mengajak semua pegawai di tempat hiburan anda ini belajar agama bersama," kata Aline.
"ke apa mereka harus mengenal agama? Apa kamu yakin di dunia yang bangsat ini masih ada Tuhan?"tanya Rei dengan santai.
__ADS_1
"astaghfirullah... Perkataan anda sangat menyakitkan, saya tau ini mungkin terdengar konyol, setidaknya mereka punya pilihan untuk itu bukan,mau percaya atau tidak," kata Aline yang berani mendebat pria itu
"baiklah kita buat pertaruhan, jika hari ini kamu bisa ke dapatkan tujuh orang saja dari para pegawai ku, aku akan memberikan waktu yang kamu minta, tapi jika dalam satu jam itu kamu tak bisa mendapatkan tujuh orang itu, maka kamu harus menghabiskan malam mu dengan ku selama dua puluh empat jam, dan tak peduli apa yang akan aku lakukan padamu," kata Rei.
"aku terima, dan bolehkah aku mulai," tanya Aline.
"tunggu sebentar, dan satu jam dari sekarang aku harap kamu gagal," kata pria itu.
Aline pun memanggil semua wanita dan membujuknya untuk belajar dengannya, tapi semua orang di tempat itu menolak.
Aline pun masih berkeliling, dan setelah empat puluh lima menit pun tak ada yang mau.
Hingga karena kesal, Aline pun berteriak dan membuat semua orang diam.
"kalian mengaku Islam,tapi itu hanya di KTP kalian semua, apa pernah kalian mengaji atau bahkan menjalankan perintahnya, aoa kalian lupa jika setelah kematian itu ada pertanggungjawaban atas apa yang kalian kerjakan di dunia, apa kalian yakin bisa aman atau selamat dari semua itu dengan amal kalian, sungguh orang-orang yang tak bisa di ajak berubah, sungguh orang-orang yang lalai," kata Aline yang menangis.
tiba-tiba ada beberapa orang mendekati wanita muda itu, "kalau begitu ajarkan kami," kata mereka.
Rei tersenyum melihat hal itu, dia tak mengira jika wanita seperti Aline ini bisa merubah semua pemikiran para wanita yang bekerja di tempatnya.
Hingga suatu hari, sebuah pernyataan membuatnya di benci oleh seorang wanita yang tak pernah dia duga.
bos pemilik pusat hiburan malam itu datang dan meminta untuk di ajarkan agama,dan juga memrluk agama itu juga.
Aline sangat senang mendengarnya, tapi tanpa terduga setelah beberapa waktu akhirnya Rei memberanikan diri untuk meminta gadis itu menikah dengannya.
Dan di sanalah orang itu beraksi, dia merasa kesal, marah dan benci pada Aline.
Karena gadis itu membuat pria yang dia cintai tak melihatnya sama sekali, dan malah ingin menikahinya.
_______
Tanpa terduga semua warga terdiam, setelah mendengar yang di ceritakan oleh ustadzah yang selama ini menjadi guru gadis itu.
"lihat kan, sekarang kita bisa belajar sesuatu, jangan percaya pada semua yang kita lihat dan dari omongan orang yang tak tau apapun, padahal dia bukan wanita malam, tapi gadis yang baik," kata Sekar.
__ADS_1
semua warga itu hanya diam membisu mendengar itu, pemakaman pun berakhir dengan baik dan lancar.
Setelah itu mereka semua bubar untuk pulang masing-masing, Sekar, Mak Ijah dan pak Junaidi berjalan bersama menuju ke rumah.
Ketiganya tampak santai sambil sesekali tertawa bersama, "jadi ayah kapan mau menikah lagi?"
"apa maksud mu sih nak,memang kamu kira sudah itu menikah, ah terlebih ayah masih teringat dengan ibumu terus," kata pak junaidi.
"sedang kamu kapan mau move on, dan mencari sosok pendamping lagi, toh masih muda juga?" tanya mak Ijah pada sekar.
"sepertinya tidak semudah itu Mak, terlebih aku tidak ingin membina atau mencintai lagi untuk saat ini, tapi aku aku tak tau masa depan ku, jadi aku memilih untuk santai saja saat ini," jawab Sekar yang membuat pak Junaidi merasa kasihan ada putrinya itu
"bagiamana dengan juragan Baron, sepertinya dia menaruh perhatian padamu,"
"itu menurut ayah, padahal juragan Baron itu hanya mencintai seseorang dari masa lalunya, dan jangan pernah menikah atau mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya," kata Sekar yang membuat Mak Ijah tersenyum.
"ya kamu benar nduk, jangan pernah menikah dengan siapapun yang belum menikah dengan orang seperti itu,"
Di sisi lain, seorang pria menghampiri rumah lama yang dulu di tinggali Sekar dan Zaka.
Rumah itu memang beralih fungsi menjadi sebuah gudang uang di gunakan oleh seseorang.
Tapi yang tak dh ketahui semua orang,ada sosok pria yang juga menghuni rumah itu tapi dalam sebuah jeruji besi dengan kaki dan tangan terantai.
Dan tak hanya itu, kondisi pria itu juga sangat menghawatirkan karena tubuhnya kotor dan aroma busuk tercium dari ruangan itu
Tapi pria sepuh yang merawat pria itu tampak tak peduli, dia menyiram ruangan itu beserta pria yang terpasang itu drngdn air.
Setelah bersih, dia memberikan makanan, dan memastikan jika tempat itu tak basah lagi.
Ya rumah itu menjadi tempat di sembunyikannya sosok pria yang akan menjadi aib seseorang jika bebas.
Atau lebih tepatnya,dia bisa membongkar rahasia besar yang tersembunyi di desa itu, karena dia adalah orang yang harusnya di bunuh saat lahir dulu.
Tapi karena kasihan jadi dua di sembunyikan dan di besarkan seperti cara binatang seperti ini.
__ADS_1
"seharusnya kamu bisa menjadi manusia seutuhnya, tapi maaf karena harus menyembunyikan mu dari ayah ku, aku hanya bisa memperlakukan mu seperti ini, dari pada kamu mati di tangannya," kata pria itu sedih.