Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
kehilangan terbesar


__ADS_3

Pak Junaidi sudah menunggu di depan ruang operasi, dia tak menyangka jika kunjungannya ke rumah putrinya.


Akan mendapati putrinya sudah pendarahan dan tak sadarkan diri, di tambah wanita tampak begitu lemah.


Dan saat dia membawanya ke rumah sakit,dia mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan.


"maaf pak,kamu tak bisa menemukan detak jantung dari janin yang di kandung oleh putri anda, sepertinya janin itu sudah meninggal dunia dan harus segera di keluarkan dari perut ibunya jika tidak itu bisa membahayakan kesehatan ibunya," kata dokter yang membuat pak Junaidi terdiam dan tubuhnya lemas seketika.


Dia tak menyangka jika Sekar akan mengalami hal seperti itu, luka parah yang di alami.


membuat wanita itu kehilangan bayimu, dan yang paling membuat terluka adalah suaminya sendiri penyebab utama kematian anaknya.


Mak Ijah datang dengan di antar oleh anak buah juragan Baron yang tadi di mintai tolong.


"bagaimana keadaan Sekar dan bayinya le, kenapa tadi kamu terdengar begitu sedih," kata Mak Ijah yang belum tau yang terjadi.


"semuanya tak baik Mak, anak dari Sekar kita sudah di vonis meninggal dunia dalam perut karena benturan, dan air ketuban juga sudah pecah," kata pak Junaidi yang membuat tangis wanita tua itu pecah.


Bahkan pak Dudi menahan tubuh Mak Ijah agar tak jatuh pingsan karena Jabar itu.

__ADS_1


suster keluar dengan membawa jenazah dari bayi Sekar, "maaf pak tolong urus adminitrasi, dan setelah itu anda bisa membawa bayi anda pulang,"


Pak Junaidi langsung mengurus segalanya, sedang Mak Ijah dengan tangan gemetar menerima mayat cicitnya itu.


Bagaimana tidak, bayi yang selama ini di jaga tapi tetap saja tuhan lebih menyayanginya hingga memilih mengambilnya.


Saat Mak Ijah sudah mengendong mayat bayi itu, ternyata orang tua dari zaka baru datang.


"nak Ijah, itu..."


"akibat ulah putra kalian, sekarang aku akan membawanya pulang untuk di makamkan dengan kakek buyutnya, dan tolong jangan pernah ganggu Sekar lagi, dia tdk pantas terluka, kalian sebagai orang tua tak bisa membuat putra kalian mencintai istrinya lebih baik pisahkan saja," kata Mak Ijah yang terlanjur terluka.


Dan dia akan tetap di sini menjaga Sekar, "biar kami antar," kata ustadz Abdullah.


"tidak usah, aku bisa pulang dengan pak Dudi, pak tong antar saya pulang," kata Mak Ijah.


"baik Mak," jawab pria itu.


Sedang orang tua dari zaka tak mengatakan apapun, mereka tak menyangka jika akibatnya akan separah ini.

__ADS_1


Padahal setiap seminggu sekali zaka terus mendapatkan ruqyah rutin,tapi kondisinya tak kunjung membaik.


Dan kadang benar-benar seperti orang gila, di dalam mobil Mak Ijah tampak begitu tegar.


Dan pak Dudi sudah menghubungi juragan Baron untuk memberitahu tentang kematian bayi itu.


Bahkan pria itu yang akan mengurus pemakaman dari bayi mungil itu,saat mobil itu sampai di rumah ternyata semua warga sudah menunggu.


Dan saat nak Ijah membuka pembungkus dari bayi mu Gil yang bahkan sudah memiliki semua anggota tubuh yang lengkap dan berjenis kelamin laki-laki itu.


Membuatnya tak kuasa menahan tangis karena tubuh bayi itu lebam dan di bagian kepala bayi itu sedikit tepos karena benturan keras.


Bahkan Nur juga tak kuasa menahan tangisnya melihat kondisi putra dari cucu Mak Ijah itu.


Tapi semua sudah terjadi,setelah di sucikan, Rudi yang mengendong keponakannya itu dan membawanya ke pemakaman.


Semua orang tak menyangka akan mengikuti pemakaman balita yang Mati di kandungan, seseorang mengawasi setiap orang.


Dia tersenyum membayangkan nikmatnya daging bayi yang baru meninggal itu, dan dia harus menikmatinya karena itu bisa membuatnya makin Sakti, serta abadi dan menambah ilmu dan kecantikannya.

__ADS_1


__ADS_2