Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
malam keramat


__ADS_3

Setelah di makamkan, para warga pun pulang ke rumah masing-masing, tiba-tiba hujan turun tak ada hentinya.


Suasana desa jadi sedikit sukar untuk seseorang keluar rumah, bahkan jalanan desa sangat sepi malam itu.


Mak Ijah yang berada di rumah terus membaca dzikir untuk mendoakan cicitnya dan juga kesembuhan Dati Sekar.


sedang di sisi lain, seseorang berpakaian serba hitam sudah datang membawa cangkul dan mulai menggali kuburan yang masih basah itu.


Dia ingin mengambil jasad bayi yang baru di kuburkan tadi sore, dia terus tertawa senang.


pasalnya bayi itu akan menjadi makanan lezat untuknya, dia pun terus mencangkul tanah itu dengan sangat semangat


Hingga tiba-tiba seseorang melemparkan sesuatu yang membuatnya kepanasan.


"brengsek, siapa itu!!" marah sosok Lina yang mengenakan jubah hitam yang sedang mengali kuburan anak dari Sekar.


"tak ku sangka gadis desa yang selalu murung,ternyata sekarang mulai melakukan ilmu hitam, untuk apa kamu ingin mengambil jasad anak Sekar," bentak pria itu.


"untuk apa kamu menganggu ku, ini urusan ku pergi saja, lagi pula kamu tak berjodoh dengannya pria tak berguna," hina Lina dengan wajah seperti nenek-nenek.


melihat itu, pria itu mundur, terlebih kuku di tangan Lina perlahan-lahan memanjang dan sosoknya berubah seperti kuntilanak.


"Allahu Akbar!!" teriak pak haji yang datang membawa bambu kuning dan melemparkannya ke arah sosok itu.

__ADS_1


Dia pun kesakitan dan kemudian menghilang, setelah itu para pria itu segera menutup kuburan.


tak hanya sampai di sana, pak haji juga memberikan perlindungan pada makan bayi yang malang itu.


Dia tak mengira jika juragan Baron ini bisa tau akan ada masalah, untungnya dia sadar.


Jika tidak kemungkinan desa mereka akan mengalami hal buruk, karena ulah makhluk itu.


sosok kuntilanak itu pulang dan menemui lurah Sigit,pria itu terkejut karena melihat sosok istri ghaibnya itu sudah terluka.


"bagaimana bisa kamu terluka seperti ini?" tanya pria itu yang mengambil ayam cemani untuk membuat wanita itu tak kesakitan lagi.


"aku ingin mengambil jasad dari bayi yang baru di lahirkan tadi pagi, dia adalah bayi istimewa tapi sayang harus mati karena ilmu hitam yang kamu kirimkan pada ayahnya," kata sosok Lina yang tampak sudah mulai kembali normal seperti wanita pada umumnya.


"juragan busuk itu, aku di pergoki olehnya, tapi aku terluka karena haji pendek gemuk dan jelek itu," kata Lina yang tdnoak sudah kembali normal


"sialan, ternyata juragan Baron ini selalu membuatku kesal, selain menyerobot banyak usahaku, pria ini juga ingin menghalangi mu mencari mangsa, tenang sayang ku, aku akan menyingkirkannya," kata lurah Sigit.


sedang di rumah Mak Ijah, wanita itu tak bisa tidur nyenyak,karena memikirkan bagaimana nasib cucu kesayangannya yang harus tau jika putranya meninggal dunia.


Keesokan harinya, Mak Ijah sudah bersiap pergi bersama dengan Rudi cucunya.


karena itu hari Minggu dan biasanya rumah sakit bebas jam kunjungan,saat sampai di ruang rawat Sekar.

__ADS_1


Tampak Wanita itu hanya duduk termenung dengan wajah lebam dan ada perban juga.


"bagaimana kondisinya?"


"Sekar syok Mak karena tau putranya meninggal dunia, dan lagi tadi keluarga ustadz Abdullah datang dan menyampaikan pesan jika perceraian akan segera di urus," kata pak Junaidi yang membuat Mak Ijah sedih.


kenapa harus mengatakan saat kondisi cucunya belum pulih sepenuhnya.


Padahal mereka bisa mengatakannya saat kondisi Sekar sudah pulih, tapi ini tidak,mereka seakan tak tahan untuk segera mendepaknya sesegera mungkin.


"yang sabar ya nduk, kamu masih punya Mak dan juga ayah serta Rudi adik mu, tang kuat ya..." kata Mak Ijah sedih.


Tiba-tiba Sekar menangis sesenggukan di pelukan neneknya, bahkan sampai wanita itu tertidur karena leldh menangis.


Sedang siang itu itu, lurah Sigit di temui oleh pak haji dan juragan Baron yang ingin melaporkan kejadian semalam.


tentu saja lurah Sigit tampak menerima kedatangan mereka dengan baik dan tak menunjukkan sesuatu yang tak normal.


"jadi ada masalah apa?"


"begini pak lurah, semalam kami memergoki seseorang mencoba mencuri jasad, kami ingin minta izin untuk mengadakan ronda keliling untuk menjaga kampung selama seminggu saja, karena itu rawan pencurian di tambah ada mayat bayi yang baru di kuburkan juga," kata pak haji.


"baiklah saya setujui dan saya akan buatkan suratnya," kata pak lurah yang tak bisa menolaknya atau dia bisa di curigai.

__ADS_1


__ADS_2