
Lulu sudah ketakutan melihat kakak tirinya seperti itu, dia tak menyangka akan dalam situasi yang mengerikan ini.
Menjadi saksi pembantaian ibunya sendiri yang di lakukan oleh anak yang di sia-siakan.
"ma.. Maaf kak..." tangis Lulu memohon karena lehernya sangat terasa sakit.
Tapi tanpa di duga, Lina malah terus mencekiknya makin kencang, tapi tanpa terduga, seseorang masuk dan mendorong wanita itu agar bisa menyelamatkan Lulu.
"dasar kamu gila, kenapa kamu melakukan ini pada adik mu, kamu tak tau jika itu membahayakan dirinya," marah dari ayah keduanya.
tapi Lina marah dan menatap tajam ke arah ayahnya, "kenapa melotot ke arahku!!" teriak pria itu
Lulu menangis di pelukan ayahnya, "ayah... Tolong ibu, kak Lina membunuhnya lihatlah dia terkapar di sana,"kata Lulu menunjuk ke arah tempat ibunya.
Tapi di sana sudah tak ada sosok tubuh ibunya, melainkan Hana sebuah gumpalan debu.
Pria itu melihat ke arah dan saat lengah, Lina menyerang pria itu dan mengambil jantung pria itu.
Dan tentu kali ini dia menghisap darah pria itu hingga kering dan tinggal tulang belulang, setelah itu memakan jantung pria itu mentah-mentah.
__ADS_1
Lulu benar-benar tak bisa mengatakan apapun, bahkan tubuhnya tak bisa bergerak.
Menyaksikan kematian tragis dari dua orang tuanya, kini giliran dari Lulu untuk menemui ajalnya.
tapi saat Lina mendekat ingin memangsa Lulu,dia tak mengira jika di hawa gadis itu masih suci.
"gadis baik," kata Lina yang membenturkan kepala Lulu ke dinding agar pingsan.
Baru setelah itu, dia langsung membawa gadis itu ke rumah lurah Sigit.
Di sisi lain, di rumah Mak Ijah sedang duduk dan menganyam lembaran bambu tipis yang akan di buat menjadi beberapa barang.
"Iya le ada apa, kamu mau main ke rumah mbak mu ya," tanya msk Ijah pada cucu laki-lakinya.
"tidak kok Mbah, aku tak mau kesana karena kasihan melihat mbak yang sekarang makin kurus," kata Rudi keceplosan.
"apa kenapa bisa? Bukankah dia bahagia sekarang, dengan meninggalkan desa ini," kaget Mak Ijah.
"Rudi tak tau Mbah, tapi badan mbak semakin kecil meski hamil besar, di tambah mas zaka terus sakit-sakitan karena sangat sulit menyembuhkan orang yang terlanjur terkena hal ghaib, meski kita rajin sholat pun tak bisa menjamin jiwa akan kembali normal," kata Rudi yang makin membuat Mak ijah. sedih.
__ADS_1
di sebuah rumah, seorang wanita sedang di cekik erat oleh seorang pria, bahkan tubuhnya yang sudah semakin lemah tak membuat pria itu sadar.
"mas tolong kasihanilah aku demi anak kita," mohon Sekar yang tak bisa bertahan lama lagi.
"Diam!!"teriak zaka mendorong Sekar hingga terjatuh hingga perutnya membentur lantai.
Dia hanya bisa meratapi keadaannya, dia tak menyangka jika keputusannya meninggalkan desa malah membuatnya menjadi seperti ini.
bahkan kondisinya sangat buruk, dia tak menyangka jika ruqyah yang di lakukan oleh beberapa murid dari mertuanya itu.
Tak bisa menyembuhkan keadaan suaminya yang sudah terlalu sakit, bahkan kini zaka saat kambuh seperti orang gila yang berteriak dan menyerang siapapun.
belum lagi jika sedang tidak kambuh, maka zaka akan sakit-sakitan, serta terus muntah darah dan lemah.
Sekar sudah tak bisa bertahan, dia tak bisa merasakan tubuh bagian bawahnya lagi, terlalu banyak rasa sakit yang dia rasakan saat ini.
"ayah... Tolong aku... Sakit..." lirihnya benar-benar tak bisa menahan diri lagi.
Akhirnya pandangannya gelap dan akhirnya tak sadarkan diri di dalam kekacauan itu.
__ADS_1