Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
siapa pria itu


__ADS_3

setelah kematian dari Didik , desa malah terlihat tenang ya bagaimana lagi.


Di desa itu sepertinya minta tumbal, padahal yang sebenarnya adalah, bukan minta tumbal melainkan para pelaku dari pesugihan itu berhenti beroperasi.


bahkan lurah Sigit terpaksa menikahi Lina secara sirih, karena dia tak siap dengan ikatan resmi jadi ini pilihan terbaik bagi mereka.


siang itu, pernikahan di hadiri cukup banyak orang desa sebagai saksi, dan warga juga tak berani berkata, toh pernikahan seperti ini juga banyak di desa itu.


Mak Ijah sedang menganyam beberapa barang-barang yang terbuat dari bambu di bantu Sekar.


mereka ini punya banyak pesanan, jadi ini seperti wirausaha yang baik, karena dia bisa membantu warga sekitar rumahnya untuk menambah penghasilan.


"mbak, istirahat sana dari tadi kok gak berhenti sih," tegur Rudi yang melihat kakaknya itu sangat sibuk.


"ah sebentar lagi dek Tanggung, oh ya aku mau tanya bagaimana sekolah mu semuanya baik?"


"tentu saja baik kak, aku juga di minta untuk mewakili sekolah dalam beberapa lomba, bukankah itu bagus untuk beasiswa ku," kata Rudi yang membuat Sekar terharu.

__ADS_1


"tentu,tapi tolong ya jangan berulah dulu, dan bolehkah kita ke rumah lama mbak?" tanya Sekar yang masih merasa ada yang aneh di rumah itu.


"kenapa lagi to Yo mbak, sudah kalau mbak gak sanggup jangan di paksa, aku merasa jika mbak ingin menyiksa diri sendiri tau gak," marah rudi.


"tapi aku sepertinya sangat tertarik dengan rumah itu, entahlah apa yang terjadi, tapi perasaan itu semakin kuat," kata Sekar yang terus mendengar suara minta tolong dari rumah itu dalam mimpinya.


padahal rumah itu seharusnya kosong, karena saat dirinya dan zaka berpisah, rumah itu menjadi miliknya.


Dan dia tak menyewakan rumah itu pada siapapun kecuali, salah satu orang yang bekerja di tempat mantan mertuanya meminjam rumah itu untuk gudang.


ya tentu saja dia mendapatkan sedikit harga untuk rumah itu saat di gunakan oleh orang kepercayaan dari mantan mertuanya.


"ya kamu benar juga, ah... sudahlah kita istirahat saja," kata Sekar yang langsung menaruh barang yang dari tadi dia bawa.


Dan mencoba untuk tidur, karena sudah jam sepuluh malam, dia melihat Mak Ijah sudah terlelap.


dia pun merebahkan tubuhnya di samping Mak Ijah, saat baru menutup mata.

__ADS_1


tiba-tiba dia melihat sekelebat gambaran-gambaran yang aneh, seorang pria menangis dan memeluknya.


dan kondisi pria itu kotor dan juga bau, tapi di balik pria itu banyak orang sangat kejam menyiksa.


dia pun kembali membuka mata, "mimpi apa ini..." gumamnya.


di rumah lurah Sigit, pria itu tampak begitu santai, menikmati beberapa suguhan di rumah Gondo


"kanu belum punya daging lagi?" tanya pria itu.


"iya pak lurah, padahal rencananya kemarin akan di buat persediaan seminggu kedepan, mengingat pria itu bertubuh cukup besar,"


"sudahlah, sebentar lagi ada yang datang mengantarkan, sudah tenang saja," kata pria itu.


Tapi benar saja, tiba-tiba Gondo di ajak ke tempat yang biasa dia gunakan dan ternyata di sana sudah ada orang lurah Sigit.


"semuanya aman pak lurah, dan silahkan karena tak akan ada yang mencarinya, toh dia ini juga sebatang kara di dunia ini," kata orang kepercayaan dari lurah Sigit.

__ADS_1


"terima kasih ikal, sudahkan sekarang silahkan bekerja, karena aku bisa bangkit jika bakso mu tutup," kata lurah Sigit memberikan perumpamaan.


__ADS_2