
Saat sampai di tempat pemandian jenazah, Mak Ijah membaca niat dulu sebelum memulainya.
dia pun mulai mengulurkan air dari atas kepala hingga ke kaki tanpa putus.
tak lupa dia juga membersihkan semua setiap sela dan lipatan agar tak ada najis yang tertinggal.
"Mak kita belum mencoba mengeluarkan kotorannya," kata Nur yang ingat.
"ah iya nak hampir lupa, kamu tolong lakukan sambil belajar ya nur dan Mak yang akan menguyur air agar semuanya bersih bersamaan," kata Mak Ijah.
saat wanita itu menekan sedikit perut bagian bawah jenazah maka keluarlah kotoran berupa lendir berwarna kecoklatan.
Nur pun segera membersihkannya hingga tak ada lagi yang tertinggal, dan setelah selesai nak ijah menyucikannya.
setelah itu jenazah di bawa kembali ke dalam rumah, untuk di kafani,tapi yang membuat tercengang adalah.
Kain yang akan di gunakan, terus menerus kekecilan padahal Mak Ijah sudah mendobel kain itu.
beruntung setelah itu akhirnya bisa di kafani dengan tiga kain yang di satukan.
Padahal untuk ukuran tubuh jenazah ini normal, setelah di sholatkan, jenazah akan di berangkatkan ke makam.
Lagi-lagi butuh lebih banyak pria untuk mengangkatnya, dan terlihat tak banyak orang yang melayat.
__ADS_1
karena nur penasaran dengan kisah jenazah itu, akhirnya dia pun memutuskan untuk bertanya pada salah satu orang yang sepertinya tetangga dekat di sekitar rumah Jenazah.
"permisi Bu, boleh saya tanya tentang mbak Yuni ini, kok saya dari tadi tak melihat orang melayat ya," tanya nur kepo.
"ya bagaimana ada yang melayat mbak, dia ini selama hidupnya di kenal sebagai rentenir berdarah dingin, dan juga perebut suami orang, entah sudah berapa orang yang tersakiti karena hobinya yang aneh itu?" kata wanita itu.
"kok bisa, bagaimana ceritanya?" tanya nur yang masih penasaran.
seorang wanita cantik baru pindah ke perkampungan di desa Sukodono, ya dia adalah janda kaya yang baru di tinggal mati suaminya.
"akhirnya setelah beberapa tahun aku kembali ke desa ini, dan tak berubah sedikit pun desa ini," katanya dengan senyum.
"loh Yuni kamu balik ke desa," sapa seorang wanita muda yang sedang berjalan santai dengan suaminya.
"Iya Yuni, perkenalkan dia ini mas Joni, kamu ingat kekasih ku yang dulu sering kamu bilang kurang gizi, sekarang dia sudah sehat kan, ha-ha-ha," kata Nia yang tak punya kecurigaan sedikitpun.
padahal Yuni sudah memberikan sedikit godaan pada suami temannya itu, sekarang kucing mana yang tak tergoda saat melihat godaan ikan asin di depannya.
begitupun dengan Joni,pria itu seperti tersihir mrligat tubuh indah Yuni yang sempurna.
Di tambah dia kurang mendapatkan jatah ranjang karena istrinya itu sedang hamil tua.
"tapi kalau boleh tau, kamu mau membuka usaha aia Yuni, karena kalau usaha toko pasti akan banyak yang hutang dari pada belanja, ya kamu tau kan bagaimana keuangan warga di desa ini," kata Nia.
__ADS_1
"iya aku mengerti kok, aku akan membuka bantuan dana atau bisa di sebut pemberi hutang saja dengan bunga kecil, tapi tentunya harus ada jaminan bukan," kata Yuni.
"itu bagus untuk membantu warga desa, tapi tolong jangan jadi lintah darat ya," mohon Nia.
"tentu saja, tapi aku butuh setidaknya tiga orang yang akan mengawal ku karena aku akan selalu membawa uang cash, spa kamu punya kenalan pria yang bisa jadi centeng?"
"mas Joni bisa, kebetulan dia baru di PHK, dan mas bisa kamu ajak aman dan Eko, lumayan kalian bisa mendapatkan pekerjaan yang tak berat kan," kata Nia tanpa berpikir jika ide itu akan menghancurkannya.
"baiklah, mulai kapan kami bekerja?"
"besok, karena saya sekarang masih membereskan rumah bersama pelayan ku," kata Yuni.
Mungkin awalnya semua baik-baik saja, para warga juga merasa terbantu dengan kehadiran Yuni dan koperasinya.
Tapi perlahan tapi pasti, wanita itu mulai menaikan suku bunga pinjamannya menjadi tiga belasan, ya jika berhutang satu juta maka harus kembali menjadi satu juta tiga ratus ribu.
Dan jika tidak bayar tepat waktu, bunga itu akan menumpuk dan melilit para warga yang berhutang, dan saat tak bisa bayar maka Yuni menyita sawah dan harta benda warga.
dan itulah tugas utama dari para centeng Yuni, yang sebenarnya bisa di sebut lebih tepatnya sebagai gig*** wanita itu.
Bagaimana tidak, mereka bisa melakukan hubungan yang menyimpang, Nia pernah tanpa sengaja memergoki hal itu dengan matanya.
Dan saat dilabrak, dia malah di hajar oleh suaminya yang membuatnya kehilangan anaknya dan gila, dan yang lebih mengerikan jika seorang pria sudah jatuh ke pelukan wanita itu,Naka sulit untuknya bisa lepas.
__ADS_1
entah Ilmi apa yang dia gunakan, bahkan tak hanya tiga pria pengawalnya saja, dia juga mencari pria lain untuk memuaskan dirinya saat kambuh kegilaan di ranjangnya.