Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
melepaskan


__ADS_3

Sekar menghela nafas melihat tingkah zaka, ternyata pria itu benar-benar tak punya keyakinan untuk berjuang bersamanya.


pukul setengah tujuh malam, akhirnya semua warga pun menyaksikan hasil perhitungan yang sudah selesai.


ternyata lurah Aris yang terpilih, dan pak Junaidi menyelamati pria muda itu.


tapi yang tak terduga, Sekar dan Rudi malah tampak begitu senang, "selamat atas kekalahan mu ayah, tapi aku bersyukur karena ayah tak jadi kepala desa," kata wanita itu tertawa.


"ya aku mengerti, kalian ini memang terbaik," kata pak Junaidi tertawa.


mereka pun pulang dan ternyata Mak Ijah sudah menyiapkan makanan untuk menyambut kekalahan putranya itu.


"jadi ini benar harus di rayakan?" tanya pak Junaidi.


"ya sekalian saja, kita adakan doa bersama untuk mendoakan bapak dan istri mu, Monggo semuanya," kata Mak Ijah mempersilahkan.


malam itu keluarga pak Junaidi sangat ramai dan terdengar pembacaan tahlil terus terdengar.


sedang di rumah keluarga ustadz Abdullah, terlihat Zaka tampak begitu gelisah.

__ADS_1


pria itu tampak terus melamun dan itu membuat umi Salamah jadi sedikit kasihan.


"ada apa ini le, kenapa kamu sedih dan gelisah seperti ini, dan bagaimana tadi pertemuan mu dengan Sekar," tanya umi Salamah.


"Semuanya tak berjalan mulus umi, terlebih Sekar tak ingin melihat ku dan menatapku,"kata Zaka menaruh kepala di pangkuan uminya.


"kenapa kamu mengatakan hal seperti itu, apa kamu lupa bagaimana kalian berdua bisa di persatukan," kata umi Salamah.


"sepertinya berat umi, karena ada satu orang yang sekarang sedang mendekati Sekar," jawab zaka.


Mendengar itu umi Salamah tak menyangka jika akan ada orang yang mendekati mantan menantunya itu.


Padahal dia tau benar bagaimana Sekar sangat mencintai suaminya,bahkan di saat tersulit di hidup zaka pun dia ada.


Esok paginya, Sekar beraktifitas seperti biasa, dia yang selama ini selalu duduk diam di rumah.


Kini mulai ikut adiknya lari pagi keliling desa karena tak mau menyia-nyiakan hidupnya seperti yang lalu.


Dia harus bangkit untuk menatanya lagi, jika Zaka menyerah maka dia harus mandiri dalam hidupnya.

__ADS_1


Dia tak menyangka saja, sedikit ucapannya membuat pria itu langsung seperti orang patah semangat.


Padahal sebagai wanita dia ingin di perjuangkan, ya dia ingin melihat bukti cinta zaka dan menunjukkan itu pada keluarganya.


Tapi semuanya tampak seperti angin lalu, "mbak mau beli bubur kacang ijo, sepertinya Mak dan ayah akan pulang telat deh,"


"boleh dong, oh ya memang kamu gak sekolah hari ini?" tanya Sekar yang duduk di samping adiknya itu.


"tidak kok, karena di sekolah sedang ada ujian kelulusan anak kelas tiga, jadi yang jelas dua dan satu libur," Jawab Rudi.


"benarkah, aku lupa kamu kan sudah bilang, pak tolong gak usah es ya," kata Sekar.


"iya neng," jawab pedagang bubur kacang hijau.


setelah menerima mangkok miliknya, tiba-tiba Sekar dan Rudi merasakan Aura yang begitu gelap dan sangat pekat.


keduanya menoleh dan melihat seorang wanita dengan aura hitam itu menempel pada tubuhnya.


,"mbak anda baik-baik saja," tanya Rudi pada gadis itu.

__ADS_1


"iya mas, ada apa ya kenapa kok kayaknya ada yang tak beres ya?"


"tentu saja tidak mas, semuanya baik kok, saya cuma tanya saja," jawab Rudi kikuk


__ADS_2