
Sekar terbangun, dia melihat ada tanda yang aneh di langit, sebuah warna merah yang tampak membimbing tinggi di ikuti asap hitam
"ayah, kita berangkat sekarang!!" teriak Sekar yang tau jika ada sesuatu yang tak beres.
"baiklah,ayo semuanya..." kata pak Junaidi.
sosok yang di panggil Sekar akhirnya datang, tapi sosok itu memilih untuk mengintip dari kejauhan kedua orang tuanya.
sedang di rumah lurah Sigit,pria itu terluka parah, dan Lina yang melihat suaminya terluka pun ikut murka.
Dia langsung menyerang sosok hitam itu dengan membabi buta, dia tak bisa memaafkan sosok yang sudah menyakiti orangnya.
"dasar makhluk menjijikkan dan rendahan, beraninya kamu melukai Suamiku, aku akan menunjukkan di mana tempat mu itu," marah sosok Lina yang mengubah wujudnya jadi wujud aslinya.
Beberapa warga ikut menjadi saksi akan apa yang di lakukan oleh keluarga itu.
Pasalnya pak Junaidi tak mau jika mereka di salahkan jika nantinya ada yang mati dan mereka di sebut pembunuh.
Lina menghajar sosok hitam itu hingga terjadi kekacauan di dalam rumah itu.
saat mereka sampai di rumah lurah Sigit,mereka di gadang oleh para centeng dari pria itu.
Zaka dan dua adiknya yang berdiri dan mulai membaca doa, setelah selesai mereka pun melawan para centeng berjumlah lima orang itu.
Tapi ternyata mereka bertiga kuwalahan, Sekar tak bisa diam saja,"Rudi!" panggil Sekar pada adiknya yang langsung maju dan menyerang dua centeng yang lain .
pemuda itu begitu beringas saat bertarung,bahkan sekali tendang, para centeng itu terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
"kalian tak berguna, seharusnya kalian memiliki ilmu beladiri," kata Rudi yang merasa jika yang di dirikan oleh ustadz Abdullah ini kurang sempurna.
Sekar melihat dua patung yang menurutnya sedikit aneh,jadi dia pun mengambil pedang dan menebas kedua patung itu.
__ADS_1
Dan di dalamnya ada sebuah ke di yang langsung di tancapkan sebuah bambu kuning kedalaman.
Tiba-tiba dari Parung itu muncul darah yang mengalir, para warga yang melihat pun terkejut.
Di dalam rumah, kedua sosok itu sudah muntah darah dan sosok hitam itu bahkan perlahan mulai menghilang dalam asap.
"kamu kebepa Lina?" tanya lurah Sigit.
"ada yang menemukan jantung ku, dan dia mulai membakarnya dengan api, tolong aku, aku tak mau mati seperti ini," kata sosok Lina yang begitu mengerikan.
Lurah Sigit keluar dari rumahnya dan kaget menemukan jika dia Parung tempatnya menyimpan dua jantung perjanjian lamanya sudah hancur.
"pergi dari sini!!" usianya yang ingin mengusir semua orang yang mengelilingi dia patung itu yang sedang di bakar dan di doakan
Rudi menghalangi pria itu drngdn tubuhnya dan lurah Sigit pun terpental saat tenaganya kalah besar dari bocah itu
"jangan melakukan itu!!" teriaknya
Sekar menunjukkan dirinya di ikuti oleh zaka di sampingnya, melihat itu, lurah Sigit mulai membaca mantra yang bisa membuat zaka kembali gila.
Tapi tiba-tiba zaka terduduk dan mulai muntah darah,melihat itu Sekar pun memanggil salah satu khodam yang ada di sampingnya.
dia mengambil golok yang dia akan gunakan, dan langsung menyerangnya dengan cepat.
lurah Sigit tak mengira jika Sekar akan berani seperti ini, saat mereka bertarung, lurah Sigit lirih bisa mendengar suara wanita itu sedang membaca kalimat Allah.
"sialan!!" maki pria itu yang langsung melawan Sekar.
Tapi tanpa terduga sosok kuntilanak yang menjadi istri dari lurah Sigit keluar dan menunjukkan sosoknya.
di tambah sekarang adalah waktu surub, dan sosok kuntilanak itu benar-benar dalam kekuatan yang sangat besar
__ADS_1
Ustadz Abdullah dan pak Junaidi maju melawan sosok itu, dan Rudi membantu sang kakak melawan lurah Sigit sbg memang sudah terluka tapi kekuatan pria itu tetap saja sangat besar.
"ayah, incar kepalanya, dan setelah itu Abi tolong Patek dan musnahkan!" teriak Sekar yang masih bergelut melawan lurah Sigit.
"kamu tak akan bisa!!" teriak pria itu semakin menjadi.
Tanpa terduga,zaka melihat ada sosok seorang bayi yang merangkak ke arah dirinya dan menempelkan tangannya pada dadanya.
"ayah..." lirih bayi itu yang membuat zaka teringat dengan kebahagiaan yang dia rasakan saat tau jika Sekar Hamil.
sosok itu mengambil sebuah bungkusan dari dada zaka dan membakarnya, tiba-tiba sosok kuntilanak itu kesakitan.
Ya ternyata inang yang sesungguhnya itu adalah zaka, yang di kirimi ilmu oleh lurah Sigit.
"tidak!! Panas!!" teriak sosok kuntilanak itu.
"Junaidi!" kata ustadz Abdullah.
"La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim..." kata pak Junaidi dan ustadz Abdullah bersamaan
bambu kuning itu menembus dada dan juga kepala dari sosok kuntilanak itu.
Dan kemudian para murid dari ustadz Abdullah mulai membaca surat yang bisa menghancurkan jin dan santet.
"tidak!!! kalian membunuh istri ghaib ku!!" marah lurah Sigit yang mengejutkan para warga.
Akhirnya pria itu ingin menyerang Sekar, tepi tiba-tiba sebuah pohon tombak melesat hingga menembus dada pria itu dan membuatnya mati seketika.
Sekar menoleh kearah datangnya tombak itu, dia terkejut melihat sosok pria yang dia lihat dalam mimpinya.
"kejahatan mu berakhir pria sialan, aku sudah lelah menjadi orang yang terus bersembunyi," kata pria itu.
__ADS_1
Pak Inyong yang ikut dalam rombongan itu pun kaget, dia tak menyangka akan melihat sosok putra angkat dari juragan Dandi.
"mas Dafa," panggil pak Inyong