Kisah Ibu Pemandi Jenazah

Kisah Ibu Pemandi Jenazah
masa lalu lurah Sigit


__ADS_3

pria itu pun duduk di teras rumah yang dia sewa dengan alasan membantu pembangunan dari pondok pesantren milik keluarga ustadz Abdullah.


tapi nyatanya,dia hanya menutupi alasan yang sesungguhnya yaitu untuk menyembunyikan putra kandung dari orang penting di desa ini.


dia sudah tiga tahun bekerja di kediaman keluarga ustadz Abdullah, dia bahkan tau kenapa Zaka sekarang harus sampai


di pisahkan dengan istrinya.


Itu semua juga pernah terjadi dulu, tepatnya dua puluh tahun yang lalu, saat lurah Sigit masih muda.


Ya pria itu memang sudah terkenal sangat tampan meski dari keluarga kurang mampu atau miskin.


tapi ketampanannya itu yang membuat para wanita tergila-gila padanya, tak terkecuali seorang wanita yang sudah bersuami.


dia adalah Bu Henny, seorang istri dari juragan kaya di desa itu, dan terkenal sangat jahat.


Tapi wanita itu sangat menaruh perhatian pada lurah Sigit muda.


"jadi Sigit, apa kamu mau jadi pria ku, aku bisa memberikan mu uang atau pun semua yang kamu inginkan, tapi kamu tak boleh menikah dengan orang lain," katanya pada pria tampan yang berdiri di depannya itu.


"apa ibu tau,aku memang menginginkan harta, tapi aku tak mau jadi lelaki simpanan mu, jika memang ibu serius, ceraikan saja suamimu itu," kata Sigit muda dengan sangat kejam.


tapi Bu Henny tak semudah itu menyetujui permintaan pria itu, "apa kamu tak waras, jika aku menceraikan suamiku,maka hartanya bisa jatuh pada anak kami," kata Bu Henny.


"kenapa tidak di singkirkan saja, toh dia juga bukan anak kandung mu," kata Sigit yang tau kebenaran dari wanita itu yang tak di ketahui oleh orang lain.


"apa maksud mu?"


"benar bukan, dia adalah anak dari selingkuhan suamimu, dan kamu menculiknya saat itu saat tau wanita itu hamil hingga sampai melahirkan, kamu berpura-pura hamil juga dan saat bayi itu lahir, kamu yang seharusnya membunuhnya malah mengakuinya sebagai anak bukan," kata Sigit.


"bagaimana kamu tau semua itu, padahal aku tak menceritakan pada siapapun," kata Bu Henny terkejut.


"maaf sayang, tapi aku punya semua informasi mengenai dirimu, sekarang lakukan saja apa yang aku inginkan, atau ku buat wanita itu datang untuk mengakui segalanya," kata Sigit yang tersenyum melihat Bu Henny tak bisa berkutik.

__ADS_1


Bu Henny memilih untuk tetap bersama suaminya dan tak melanjutkan percintaannya dengan Sigit.


Tapi pemuda itu tak terima dan mengirimkan santet pada suami Bu Henny dan juga putra wanita itu.


Tapi anehnya kiriman itu selalu saja seperti hilang saat mereka berdua berjauhan, dan dia adalah saksi hidup atas peristiwa yang menyayat hari malam itu.


Sekar, pak Junaidi dan Mak Ijah lewat, saat melihat pria yang menyewa rumah sedang termenung sendirian.


"pak Inyong sedang melamun sendirian, awas kesambet," suara pak Junaidi mengejutkannya.


"Ita pak, dari mana kok berjalan bersama seperti ini," tanya pria itu yang langsung menghampiri ketiganya di jalan desa.


"iya pak, baru saja pulang dari tempat bekerja biasa, ada apa kok duduk termenung seperti itu sendirian?" tanya Mak Ijah.


"saya sedang lelah dan tak sadar malah ngelamun, memang kalau usia tak bisa di sembunyikan, tenaganya sudah ngongsro."


"ha-ha-ha pak Inyong bisa saja,padahal masih kelihatan muda begini, sekarang lebih baik kita ke rumah kami yuk, kita ngopi sama makan pisang goreng," ajak pak Junaidi.


"boleh pak, kebetulan juga pekerjaan saya di rumah itu sudah selesai," jawab pak Inyong.


"mas zaka sekarang sudah sangat sehat, dan tak pernah kambuh lagi,bahkan sekarang dua sudah mulai mengajar lagi untuk di tempat milik sang Abi," kata pak Inyong yang membuat Sekar makin merasa bersalah, karena dengan berada di dekatnya.


Zaka menjadi orang asing dan selalu sakit-sakitan, bahkan dia sampai harus kehilangan bayinya.


"apa saya berkata salah neng?" tanya pria itu melihat sekar makin sedih.


"tidak pak, saya juga merasa jika kebersamaan kami memang sedikit di paksakan," kata Sekar yang mencoba tersenyum.


"tapi menurut ku kalian ini berjodoh sebenarnya, tapi hanya karena seseorang yang tak suka dengan kalian, yang membuat kalian harus terpisah seperti ini." kata pak Inyong.


"berarti, pria itu sangat jahat hingga tega memisahkan pasangan yang saling mencinta," kata Mak Ijah yang merasa kasihan pada cucunya.


Tapi karena kemarahannya saat itu, dia malah membuat cucunya jadi seperti ini.

__ADS_1


"sudah neng Sekar ikhlaskan saja, jika memang kalian masih memiliki jodoh pasti akan bertemu dan bersama lagi," kata pak Inyong yang sebisa mungkin membuat wanita itu tenang.


Karena dia tau jika zaka kembali pada sejar,maka yang terjadi makin semakin buruk yaitu kematian untuk zaka itu adalah sesuatu yang tidak mungkin terelakan lagi.


Sesampainya di rumah itu, pak Inyong menikmati kopi bersama dengan pak Junaidi, ya mereka hanya berbicara dengan ringan saja.


Sedang di ruang tamu, Sekar sedang duduk sambil menganyam beberapa keranjang buah pesanan.


Saat sesuatu duduk dan menyandarkan kepalanya di kakinya, dia bisa tau jika itu bukan sosok yang nyata.


Atau bisa di katakan itu adalah sebuah sosok yang sangat dia rindukan saat ini.


Ya itu adalah anak laki-lakinya yang selama ini sangat dia rindukan, dia tak berani mengatakan sesuatu hanya memilih untuk diam saja.


Dan tanpa terasa air matanya jatuh dalam diamnya, sosok itu membalikkan tubuhnya menghadap Sekar sambil tersenyum seperti bayi ada umumnya.


Ingin sekali rasanya Sekar memeluk bayi itu dan ak mau melepaskannya lagi, tapi dia ingat jika semua tak mungkin terjadi.


"ibu..." suara itu membuat hati Sekar bergetar, dia tak sanggup lagi rasanya untuk bertahan.


Tapi dia tak mau membuat sodom arwah bayinya itu semakin lama terperangkap di dunia ini.


Sepertinya arwah bayinya ingin berpamitan,setelah memanggil Sekar ibu, sosok arwah bayi itu pun menghilang perlahan


dia langsung menangis histeris saat arwah putranya benar-benar hilang, dia ingat bagaimana wajah putranya itu cenderung mirip dengan zaka suaminya.


Mak Ijah memeluk cucunya itu, dan mencoba menangkan Sekar agar tak semakin histeris, ya gadis itu harus kuat mulai saat ini.


"pak Junaidi, apa bapak dan tak bisa membinasakan para penghianat agama, yang bersekutu dengan siluman demi kekayaan, apa anda ak bisa melakukannya?" tanya pak Inyong.


"bukan saya tak bisa melakukannya, saya sendiri belum punya cukup ilmu untuk melakukannya, dan lagi bapak saya juga mati saat ingin melawan para penyembah jin itu," kata pak Junaidi.


"apa anda bisa membantu ku, saya ingin membunuh seseorang yang selama ini sudah anyak melakukan hal buruk karena dia adalah penyembah siluman demi kekayaan di dunia," kata pak Inyong yang sudah tau waktunya mungkin tak lama lagi untuk hidup.

__ADS_1


"mungkin tak akan semudah itu pak,terlebih para orang sng biasanya punya perjanjian dengan setan akan di lindungi karena merek sering memberikan tumbal yang tak ada habisnya,"


"tapi saya tau caranya, dan sayangnya ustadz Abdullah tak percaya pada saya, terlebih setelah kejadian nak zaka, di tambah mereka hanya fokus pada pengembangan dan perluasan wilayah dakwah," kata pak Inyong.


__ADS_2