
Getaran tanah aneh yang bukan disebabkan Fenomena alam itu berhenti tak lama kemudian. Bersaman dengan itu, sebuah barrier raksasa berbentuk setengah bola berwarna emas keperakan menyelimuti seluruh penjuru Kerajaan Amamiya.
1 Hari Setelah Barrier Muncul
Kami, para Youkai ditemani samurai Kerajaan segera memeriksa barrier aneh itu. Banyak yang kami dapatkan dan banyak juga yang kami pusingkan.
Pertama barrier itu mengurung semua orang didalamnya. Kedua, orang dari luar barrier tidak bisa masuk, melihat ataupun mendengar apapun yang terjadi didalam. Ketiga, begitu pula sebaliknya. Keempat, secara ajaib air, angin, api dan berbagai elemen lainnya yang terbentuk secara alami (bukan sihir) bisa menembus barrier itu tanpa merusaknya sedangkan makhluk hidup apapun tidak bisa. Lalu terakhir, bahkan kami para Youkai... tidak bisa menggoresnya.
Siapapun yang memasang barrier ini... pasti berencana mengurung Kerajaan Amamiya dari dunia. Tapi kenapa?!
Apa Kerajaan Amamiya mempunyai musuh yang sekuat ini? Sejak zaman Master, Kerajaan Amamiya sudah mengurung diri jauh di pengunungan. Selain dengan pedagang, kami tidak membuat kontak dengan kerajaan manapun. Jadi seharusnya tidak ada "sesuatu" yang memusuhi kami sebegitunya.
"Mio, Heika (raja) memanggil kita!" seru Lilia-nee membuyarkan lamunanku.
"Ini pasti rapat lagi, ya..."
"Jangan mengeluh begitu! Kita harus mengatasi barrier ini secepatnya. Bahkan meski persediaan makan dan minum kita tidak akan habis, kita tetap harus menghancurkan barrier ini. Firasatku tidak enak, rasanya ada yang gawat kalau dibiarkan begini saja."
"Aku tau kok, ayo!"
Benar, aku tau.
Tidak mungkin seseorang atau sekelompok orang yang memasang barrier ini tidak tau kalau Kerajaan Amamiya adalah kerajaan mandiri yang tidak perlu stok bahan apapun dari luar. Tapi kalau mereka tetap memasangnya... artinya ada tujuan lain.
"Cepatlah Mio!!"
"Iya! Iya!!!"
...***...
2 Hari Setelah Barrier Muncul
Tidak ada yang begitu berbeda dari hari sebelumnya. Yang ada rakyat tidak panik lagi karena itu. Kemarin malam sempat turun hujan, dan hujannya bisa menembus barrier seperti biasa.
Benar-benar aneh. Benda apaan itu sebenarnya?
Hatiku tidak bisa tenang. Sejauh ini barriernya tidak menyakiti kami secara langsung. Tapi rasanya gelisah.
Insting? Kalau ini semacam insting... pasti mirip seperti semut yang bisa memprediksi kapan turun hujan atau mamalia yang tau kapak musim dingin.
...***...
5 Hari Setelah Barrier Muncul
Sekarang aku paham alasan kenapa perasaanku gelisah dan tidak tenang sebelumnya!!
Beberapa jam yang lalu kami baru menyadari sesuatu! Aliran mana dalam udara semakin kacau semakin berjalannya waktu. Semakin lama... kami semakin sulit menggunakan sihir. Ini gawat! Kalau di keadaan seperti ini, manusia menyerang kami... tergantung levelnya, mungkin kami para Youkai akan kesulitan juga.
Aku harus melakukan sesuatu!
...***...
1 Minggu Setelah Barrier Muncul
"Mio!! Ini!!!" jerit Lilia-nee panik.
"Ya... sekarang kita benar-benar tidak bisa menggunakan sihir lagi. Apa-apaan ini?! Aku belum pernah melihat atau membaca barrier seperti ini sebelumnya!!" kesal Kota-nii.
Kazu-nii menggerakkan jari-jarinya yang mulai kaku. "Bukan hanya itu... fisik kita semakin lama semakin lemah juga."
"Kalau sudah begini, tidak salah lagi! Musuh ingin melemahkan kita agar penyerangnya berjalan mudah," kata Kota-nii menyimpulkan.
Aku tidak yakin dengan itu. Apa benar itu alasannya? Kalau memang itu, kenapa mereka tidak melakukan pergerakkan apapun dan bertingkah seperti hanya menunggu? Mempertahankan barrier sebesar Kerajaan kecil pasti membutuhkan mana yang banyak.
__ADS_1
"Tapi yang paling aneh dari semua ini bukanlah itu."
Aku pergi meninggalkan Kota-nii, Lilia-nee dan Kazu-nii dan pergi ke ibukota melihat penduduk Amamiya melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Yah meski kusebut ibukota, dibanding kota kecil di Kerajaan besar, ibukota kami masih kalah besar.
"Ini yang aneh. Dilihat bagaimanapun... hanya kami yang terpengaruh efek barrier itu. Rakyat... bukan, manusia biasa tidak terkena dampak apapun yang melemahkan mereka."
Sudah pasti pelakunya mengincar kami. Tapi kami yang bahkan tidak pernah keluar Kerajaan, tidak mungkin membuat musuh dari pihak luar.
Sial!! Sebenarnya apa yang musuh kami incar!!?
"Mio-senpai!!!!" undang seorang gadis berambut hitam.
"Ah, Hotaru ya..." jawabku santai.
Gadis yang suka mengikutiku kemana-mana saat aku datang ke Ibukota dan selalu memanggilku "Mio-senpai" ini adalah Amamiya Hotaru. Nama keluarganya tidak asing? Tentu saja. Karena Hotaru adalah Putri Pertama Kerajaan Amamiya.
"Mio-senpai!! Aku ada berita baru!!" jeritnya bersemangat.
"Berita apa?"
"Ini sebenarnya masih rahasia kerajaan. Sebenarnya peneliti kami menemukan kejanggalan di barrier ini."
Ohh... sasuga Hime-sama. Meski sifatnya yang lengket itu menyebalkan. Tapi jaringan informasinya sebagai tuan putri memang hebat.
"Sepertinya sedikit demi sedikit... ada mana kegelapan dan cahaya yang dimasukkan dengan dosis yang sudah di atur."
"?!"
"Bukannya menghabiskan mana didalam tapi justru menambahkan? Itu aneh, ini bertentangan dengan fakta kami para Youkai tidak bisa memakai sihir," ucapku curiga.
Hotaru tersenyum menyebalkan seolah tau lebih banyak dariku. Ya memang sih, tapi kok kesal ya.
"Itu semua karena 'mana' yang ada pada Youkai-sama berbeda dari beast skin biasa. Karena anda semua tercipta dari darah Penyihir Agung yang berasal dari dunia lain, sepertinya aliran mana kalian selaras dengan Pahlawan dari dunia lain."
"Sama-sama Mio-senpai!!!"
Aliran mana yang selaras dengan pahlawan dunia lain... artinya dari pada elemen lain, mana dalam tubuh kami lebih banyak menyerap energi cahaya dan kegelapan yang merupakan penyebab kekebalan para pahlawan dari perbedaan lingkungan dunia mereka dan dunia ini.
Semakin aku tau informasi ini, semakin memperburuk perasaanku saja. Kalau musuh tau hal ini... tidak, aku yakin musuh tau dan mengincar hal ini. Mereka bermaksud mengotak-atik energi cahaya dan kegelapan dalam tubuh kami untuk suatu tujuan.
Dan tujuan itu sudah pasti tidak baik.
"Hotaru, kita harus segera mengabari Youkai lain tentang ini. Secepatnya! Tidak ada waktu lagi!" bentakku sedikit mengejutkan Hotaru.
"Ba-Baik, Mio-sen-"
NNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
Secara refleks, semua orang langsung menutup telinga mereka. Dengungan yang begitu memekikkan telinga ini tidak berhenti dalam waktu singkat.
"Apa-apaan ini!!??"
Sakit!
Gendang telingaku sakit!!
Meski mataku ikut terasa berat, aku langsung mencoba memperhatikan sekelilingku. Para warga juga menutup telinga mereka sekuat yang mereka bisa. Tapi dengungan ini memiliki frekuensi yang terlalu tinggi. Tak sedikit orang yang telinganya sampai keluar darah.
Hotaru?!
Hotaru setengah ambruk di sebelahku dengan posisi tangannya menutup telinga dan ekspresi meringis kesakitan.
Sialan!!!!
__ADS_1
Siapa yang membuat suara ini!!? Dan apa pula maksudnya!!!??
Sial!! Kenapa disaat seperti ini aku tidak bisa melakukan apapun!? Bahkan aku tidak bisa berubah ke wujud Kyuubi kalau aliran mana dalam tubuhku terganggu. Aku yakin Youkai lain juga sama!
Disaat seperti ini... apa gunanya kami sebagai Youkai pelindung disaat seperti ini!!?
"Se-seseorang... tolong... hentikan suara ini...!" Hotaru dengan putus asa meminta siapapun untuk menghentikan dengungan itu. Tapi jangankan itu, sekarang bahkan tidak ada siapapun yang bisa bergerak.
Bangun!!
Bangun Mio!!!
Kalau bukan kamu... siapa yang akan melindungi Kerajaan!!!!
Apapun itu... apapun itu... tidak harus sihir... aku harus melakukan sesuatu!!! Ingat kata-kata master dulu!!
"Gelombang suara adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui media (seperti udara) dan menghasilkan sensasi suara ketika mereka berinteraksi dengan fisiologi telinga dan sistem saraf kita."
Sedikit demi sedikit... tubuhku gemetaran mencoba bangkit. Karena dengungan itu, telinga dan mataku mulai mengeluarkan darah. Kalau begitu sekalian saja!
SLAAAASSSHHHHHHH
"!!"
"Mi-Mio senpai!?" kaget Hotaru.
Tak heran dia sekaget itu. Agar aku tidak terganggu lagi dengan dengungan memekikkan itu, maka sekalian saja. Aku pecahkan gendang telingaku!
"Benar juga. Biar yang lain tidak terganggu lagi. Hancurkan saja medianya!" senyumku kesal.
Karena suara merambat melalui gelombang di udara, maka yang harus kulakukan adalah merusak dan menyebarkan gelombang itu. Lalu cara termudah untuk itu adalah...
Tarik napas panjang...
"KAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!"
"Mi-Mio senpai!!????"
Mengeluarkan gelombang suara yang bertolak belakang sehingga aliran udara yang menjadi media perambatnya berantakan!!
"......."
"......."
"......."
"......."
Tepat seperti dugaanku! Suaranya berhenti. Memang benar, sesaat ketika kedua suara itu bertarung di udara, suara yang dihasilkan jauh lebih buruk. Tapi tak berlangsung lama dan melenyapkan keduanya sekaligus. Untuk sementara, suara apapun dengan gelombang terlalu tinggi atau rendah akan kacau di udara.
"WAAHHH!!!! SASUGA MIO-SAMA!!!!! TERIMAKASIH MIO-SAMA!!!!!!!"
Rakyat seketika bersorak-sorai saat suaranya berhenti. Mereka mengira ini akhir dari serangannya. Tapi itu pasti tidak mungkin. Suara itu... sebenarnya apa alasan suara itu keluar? Dan kenapa rasa gelisah dalam dadaku justru semakin kuat?
Kota-nii, Lilia-nee dan Kazu-nii berlari sekuat yang mereka bisa ke arahku berada dengan ekspresi panik dan gelisah yang sama.
"MIO!!!!!!!"
Karena semua hal melelahkan ini, atau karena gendang telingaku yang hancur. Aku sama sekali tidak mendengar suara seorang pria yang diam-diam mengamati kami dari jauh.
⟨⟨ Tenguna Kota, Nekona Lilia, Jorona Kazuha dan Kitsuna Mio... apa kalian mendengarnya? Suara ini adalah tanda segalanya akan dimulai. Perintah Yang Mulia akan menjadi kenyataan! Tidak, kitalah yang akan membuatnya menjadi kenyataan! ⟩⟩
⟨⟨ Dengan ini aku nyatakan! Misi pemusnahan Kerajaan Amamiya, secara resmi dimulai ⟩⟩
__ADS_1
⟨⟨ Darah kotor yang mereka bawa, tak akan kita biarkan menyebar di tanah Suci sang Dewi ⟩⟩