Kitsune In Another World

Kitsune In Another World
Chapter 9 [ Hari-Hari Damai Seperti Biasa ]


__ADS_3

Rambut pirang bersinar yang menutupi telinga rubahnya menyembur keluar dari balik selimut. Matanya yang berwarna Ruby terlihat sedikit mengantuk dan masih linglung. Sesekali dia menoleh ke sana kemari seakan mencari sesuatu.


"Apa yang... terjadi kemarin...?" gumam gadis itu.


NYUUUTTTTT


"Ukhh..."


Kepalanya berdenyut hebat. Sepertinya efek dari mabuk sudah mulai dia rasakan.


Mio memegangi kepalanya yang pusing dengan ekspresi kesakitan, "Ah iya... aku... mabuk ya..."


"Aku gak ingat apapun setelah Lilia-nee memaksaku minum," ucap Mio setelah ingatan hari itu sedikit kembali.


Sang Kitsune melirik sekelilingnya. Hanya satu kata yang bisa mendeskripsikan apa yang dia lihat. "Kacau..." batin Mio capek.


Barang-barang dalam mansion tersebar kemana-mana, alias berantakan. Kota, Lilia dan Kazuha juga terbaring tidak pada tempatnya. Entah apa yang terjadi kemarin, tapi saat ini Mio melihat Kota terbaring di atas meja makan, Lilia tersangkut di atas lemari dan Kazuha berada di dalam pot kosong peninggalan master mereka.


"......."


Setelah Mio pikir-pikir, keadaannya tak jauh berbeda. Dia bangun di tengah-tengah tangga ke lantai 2.


"Pantas tubuhku sakit semua..."


Mio yang masih sakit kepalanya mulai memaksa tubuhnya untuk bergerak. Hal pertama yang dia lakukan adalah pergi ke ruangan es yang disebut Kulkas oleh masternya. Disana, dia mencari-cari sesuatu yang bisa digunakan untuk meredakan mabuk. Tak butuh waktu lama sampai minuman herbal yang ditinggalkan Kaleena dia temukan. Dan disamping itu...


"Ini... cemilan edisi terbatas punya Lilia-nee? Hmm..." senyum Mio.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TAP TAP TAP TAP TAP


Deru kaki yang kencang terdengar bergema kemana-mana sampai Mio yang asik duduk di depan rumah sambil melihat kupu-kupu bisa mendengarnya.


"MIO!! KAMU MENGAMBIL CAMILANKU LAGI!!! INI SUDAH YANG KE BERAPA KALI!!! DASAR RUBAH PENCURI!!!!!" jerit Lilia penuh kemarahan.


"?"


Mio tak terlalu menggubrisnya. Dia hanya melihat Lilia sejenak sebelum kembali bermain dengan kupu-kupu.


"Dasar bocah kurang ajar!!! Sebelumnya sih gak papa, tapi apa-apaan ini hahhh!!? Kamu gak tau betapa susahnya cemilan yang satu ini kudapatkan!!!"


"Lilia-nee duluan yang mulai. Lilia-nee gak tau seberapa aku menahan diri untuk tidak minum karena aku tau dampaknya gimana," kesal Mio gantian.


"!"


Lilia mendadak diam. Dia mulai mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Apa Lilia-nee tau betapa malunya aku saat penduduk Amamiya mengatakan apa yang terjadi kemarin!!? Selain biaya ganti rugi kerusakan, aku juga membantu banyak ini itu dari pagi!!! Tapi Lilia-nee yang merupakan penyebab masalah ini malah tidur kayak orang mati!!!!" omel Mio membuat Lilia agak takut.


"Ya-Ya mana aku tau kamu sebar-bar itu kalau mabuk!" elak Lilia tidak mau disalahkan.


Mio menghela napas kecil, dia sudah menduga ini akan terjadi. "Cemilanmu adalah ganti semua kekacauan itu. Aku sudah sangat bermurah hati!"


"Hiks... harusnya kamu bilang aja padaku! Aku bayar semuanya kok!! Tapi camilanku tidak bisa dibeli dengan mudah!!!" sedih Lilia.


"Ya, ya, lain kali."


"Mio jahat!!!!"


Seorang lelaki yang melihat semuanya dari teras mansion kini bergabung dengan mereka. "Kalian ini... sore-sore kok ribut karena cemilan."


"KOTA-NII DIAM SAJA!!!" bentak Mio dan Lilia bersamaan.


"Lagian semua masalah ini awalnya dari ide Kota-nii yang mau minum-minum!!" sindir Mio.


1 Hit!!


"Kota-nii juga yang menyembunyikan anggur dengan kadar alkohol tinggi!!" sindir Lilia gantian.


Double Hitt!!


"Yang memegangi ku dan mempengaruhi Lilia-nee memaksaku minum juga Kota-nii!!"


Tripel Hitt!!


"Terus jangan lupa kalau bahkan setelah semua masalah itu terjadi, Kota-nii bukannya berhenti justru semakin membuat kacau!!"


Maniac!!!


"Ah... tambahkan juga kalau Kota-nii sama sekali tidak membereskan apapun hari ini. Dari pagi hanya Mio dan aku yang membereskan masalah kemarin," timpal Kazuha tiba-tiba karena kesal teringat kejadian kemarin.


Savage!!!


Serangan fakta bertubi-tubi ini memanah Kota tepat di hatinya.


"Huh!!" kesal ketiganya.


"Ak-aku... aku akan mentraktir kalian makan di restoran oke?" bujuk Kota.


"......."


"Aku juga akan minta maaf ke rakyat nanti..."


"......"


"...... Aku akan membuatkan Mio Lyra baru dari dahan Yggdrasil, membelikan cemilan terbatas Lilia dan pedang baru buat Kazuha. Oke?" bujuk Kota hampir menyerah.


"!"


"Oke sepakat!!!" ucap ketiganya serempak.


"Dasar kalian ini..." tawa Kota lelah.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


MIO POV


Beberapa hari telah berlalu sejak saat itu. Kota-nii benar-benar memberi kami semua yang dia janjikan. Tapi bukan berarti kami memaafkannya karena itu!


"......."


Yang terjadi setelah itu? Tak ada yang spesial. Hanya hari-hari damai dan santai seperti biasa. Dengan Lyra baru yang kupunya, musik yang kumainkan semakin enak didengar. Aku menyukai senyuman dan pujian anak-anak kecil. Memang terdengar kekanak-kanakan, tapi apa yang salah dengan itu?


"Aku tidak akan kalah darimu selanjutnya, Mio!! Jangan kau pikir kamu sudah menang!!" kata Lilia-nee tidak terima kekalahannya di permainan Mahjong yang kami mainkan berempat.


"Ayolah Lilia-nee... kamu itu tidak hanya kalah dariku. Posisi terakhir... kamu kalah dari Kota-nii dan Kazu-nii juga loh," godaku iseng untuk menikmati reaksinya.


"💢💢💢💢"


"Apa katamu bocah sialan!!!?" marahnya.


Pfftt... dari lima bersaudara ini, Lilia-nee adalah yang paling mudah dibaca ekspresinya.


"Tenanglah, Lilia. Yang kesal bukan cuma kamu, aku juga kok," ucap Kota-nii sambil menacing padaku.


"Menurutku itu wajar... Kita bertiga sama sekali tidak pernah menang melawan Mio yang selalu memakai skor ±0. Bagaimana tidak menyebalkan?"


Ooohh... tidak biasanya Kazu-nii ikut komentar begitu. Apa memang aku terlalu berlebihan ya?


Kota-nii membereskan meja Mahjongnya bersama Kazu-nii.


"Ini pasti karena dulu saat kecil kamu suka nonton anime yang sering master tunjukkan itu, kan!? Karena itu entah sejak kapan kalau main Mahjong, kamu jadi membuat skor ±0. Tapi kenapa masih menang aja ya?"


"Tauk tuh," cemberut Lilia-nee.


"Hahahahaha!!!!"


Ahh... seru banget. Menghabiskan hari-hari bermalas-malasan tanpa memikirkan keuangan sama sekali itu menyenangkan.


Aku memang cinta kerajaan ini. Tapi mungkin alasan utama aku gak pergi keluar Kerajaan adalah karena ini. Hidup santai tanpa perlu memikirkan apapun itu yang terbaik!! Satu-satunya yang perlu kulakukan hanya melindungi manusia dari monster atau manusia lain.


"..... Kenapa senyum-senyum sendiri gitu? Udah gila ya?" kata Lilia-nee merinding.


"Lilia-nee kali yang udah gila..."


"Ya, ya... Suka-suka kaulah. Yang lebih penting, ayo lanjut ke ronde berikutnya!!"


"Iya, iya..."


Memang ya... kuharap hari-hari yang damai ini berlanjut selamanya.


DDDDDDRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGG


PRAAANNNGGGGGGG


Tanah tempat kami berpijak tiba-tiba bergetar hebat. Poin-poin Mahjong berjatuhan dan barang-barang kaca yang jatuh seketika pecah. Kami seketika dalam kuda-kuda waspada untuk apapun yang terjadi selanjutnya.


"Apa!? Apa yang terjadi!!?" kaget Lilia-nee.


"Aku tidak tau!! Hati-hati!!! Ini bukan gempa!!!!" bentak Kota-nii khawatir.

__ADS_1


Kazu-nii mengeluarkan pedangnya dan mengacungkannya dengan hati-hati, "Ada yang menyerang kita!!!"


"Ah, sial. Kenapa aku bilang begitu sih!? Tadi itu masuk Death Flag!!?"


__ADS_2