
Beberapa Hari Kemudian
Seekor merpati putih hinggap di tangan Penyihir Agung Charrlain. Wanita dunia lain dari negara kecil bernama Jepang ini melepaskan kertas yang terikat di kaki merpati tersebut. Dibacanya sejenak kertas itu hingga matanya terbelalak kaget.
"Ini…benar-benar berita besar. Dunia luar pasti sangat heboh sekarang," gumam sang Penyihir Agung.
TOK TOK TOK
Ketukan pintu terdengar beberapa kali. Setelah mendapatkan jawaban sang guru, murid Penyihir Agung masuk ke dalam ruangan.
"Master, pelatihan kami hari ini sudah selesai," kata Kaleena mewakili mereka berlima.
"Hmm."
"......"
"......"
"......"
Hening, tak ada lagi suara yang terdengar setelah itu untuk beberapa waktu.
"Umm… master?"
Penyihir Agung tersentak, "Ah maaf. Kalian sudah boleh pergi."
"Ada apa master? Kenapa master terlihat tegang begitu?" tanya Kota khawatir.
"Apa master sakit? Mio bisa menyembuhkan master!!" seru Mio khawatir.
Penyihir Agung tersenyum melihat murid-muridnya begitu mengkhawatirkannya. Dia menggeleng kecil sebagai jawaban.
"Tidak. Ada sesuatu yang terjadi di luar. Teman lamaku memberitahuku berita duka."
"?"
Para murid merasa bingung. Master mereka sudah lama memutus hubungan dengan dunia luar. Namun jika berita itu tetap sampai padanya, artinya itu benar-benar penting.
"Maaf, Master. Tapi… boleh kami tau ada apa sebenarnya?" tanya Lilia penasaran.
Murid lainnya mengangguk, mereka juga ingin tau.
"......."
Sejenak, sang master merasa ragu. Ini memang berita penting, namun apakah ini benar-benar penting sampai muridnya yang tidak memiliki hubungan dengan itu perlu tahu.
"Ha~ahh… baiklah."
Penyihir Agung Charrlain, yang memiliki nama asli Amamiya Atsuko ini berbalik dan menatap langit dari jendelanya.
"Azrael-sama sudah kembali pada Dewi."
"Apa!!??" kaget keempat muridnya, kecuali Mio yang tidak tau siapa Azrael itu.
Kaleena maju beberapa langkah, "Tunggu master!! Azrael-sama yang master maksud itu Azrael-sama yang itu!?"
"Tidak mungkin!! Dia salah satu makhluk terkuat di dunia! Bagaimana mungkin Azrael-sama bisa tewas!!!" shock Lilia.
"......"
"Tenanglah kalian berdua!! Pelan-pelan bicaranya! Yang terkejut bukan hanya kalian," lerai Kota.
__ADS_1
"Ah… maafkan kami master…"
"Tidak apa-apa. Ini memang berita yang sangat mengejutkan. Tidak heran kalian seperti itu," senyum sang master.
"Tapi master… meski sekarang Dewa Kejahatan sudah kembali tersegel. Pasti segelnya akan kembali melemah setelah 1 millenium nanti. Apakah dunia… akan baik-baik saja tanpa Azrael-sama?" ucap Lilia khawatir.
".... Itu juga yang aku khawatirkan. Saat ini hanya mereka berlima yang sanggup melawan Dewa Kejahatan dan jenderal-jenderalnya. Itupun kelimanya nyaris tewas karena serangan terakhir," sambung Kaleena.
"Dari 5 sekarang tinggal 4. Padahal satu saja sudah cukup untuk merubah peta dunia. Ini berbahaya master! Level mereka terlalu sulit digapai orang lain bahkan meski terus leveling selama 1 millenium," kali ini Kazuha mengeluarkan pendapat.
"Kalian benar. Tapi tidak perlu begitu khawatir. Dewi pasti akan mengisi posisi yang kosong dengan seseorang. Meski aku juga tidak tau berapa lama waktu yang diperlukan untuk menciptakan malaikat yang sanggup mengisi kekosongan Azrael-sama," jawab Penyihir Agung.
"Jadi begitu, syukurlah…"
"????????"
Kepala Mio dari tadi penuh dengan tanda tanya.
"Sebenarnya dari tadi pada bahas apa sih!!?" kesal Mio yang merasa dikucilkan.
"Ah… Mio belum tahu, ya."
Sang master tersenyum, dia duduk di sebuah kursi dan menepuk pahanya seolah meminta Mio duduk di pangkuannya. Tentu saja gadis kecil itu langsung bergegas duduk di pangkuan sang master, sesungguhnya tempat itu adalah tempat favoritnya sejak dulu.
"Kamu sudah tau tentang ras malaikat, bukan?"
"Hem!!"
"Di antara ribuan ras malaikat yang hidup di dunia ini, ada 5 malaikat yang menjadi pemimpin mereka dan diciptakan secara khusus oleh sang Dewi. Kekuatan dan level kelimanya begitu jauh dari malaikat lainnya. Tugas mereka berbeda-beda, namun tugas utama mereka adalah menjaga segel Dewa Kejahatan dan menyegelnya kembali," terang sang master.
"Pemimpin ras malaikat?" tanya Mio sambil memiringkan kepalanya.
"Benar. Mereka berlima adalah pemimpin para malaikat. Mereka adalah ras spesial yang diciptakan langsung dari cahaya Dewi, para Arc-Angel."
"Apa yang beda Master?"
"Cincin, sayap dan mata mereka berbeda. Cincin halo Arc-Angel lebih besar dan memiliki bentuk yang lebih… emm… keren dan mewah daripada cincin halo malaikat biasa yang polos. Sayap mereka juga berbeda, Arc-Angel memiliki sayap yang unik. Ada yang punya 3 pasang sayap, 2 pasang yang begitu besar dan lain sebagainya. Lalu yang paling mencolok, kelima Arc-Angel memiliki mata sapphire dengan lambang yang sama."
Pupil Mio sedikit bergetar begitu mendengar penjelasan masternya.
"Cincin halo yang keren… 3 pasang sayap… dan… mata sapphire!?"
"Ma-master… siapa saja Arc-Angel itu?" tanya Mio memastikan.
"Para Arc-Angel terdiri dari Gabriel Sang Ketegasan, Uriel Sang Kebijaksanaan, Raphael Sang Kelembutan, Azrael Sang Kebajikan dan Luciel Sang Kecerdasan," jawab masternya.
"Luci…el?" kaget Mio.
"A-apa tidak ada lagi?"
"Tidak ada selain mereka berlima."
"Kalau begitu… apa ada malaikat yang bukan Arc-Angel tapi punya 3 pasang sayap?"
"Tidak ada. Dan itu pasti."
Sang master merasa ada yang tidak benar.
"Kenapa kamu bertanya begitu?"
"Tidak… apa master."
__ADS_1
Mio merasa sedih. Dia menyadari teman rahasianya sebenarnya tidak mempercayainya dan mungkin juga tidak menganggapnya teman. Namun sesuatu melintas di kepalanya.
"Master!! Tadi master bilang Azrael sang Kebajikan sudah tiada, kan!? Kapan!!?" tanya Mio tiba-tiba.
"Sekitar 2 hari lalu. Aku tau langsung dari Saintess, jadi itu bisa dipercaya."
"2 hari lalu!!? Itukan… 6 hari Luci-nee meninggalkanku… jadi Luci-nee pergi karena… teman baiknya hampir meninggal?" shock Mio kecil.
"Luci-nee… apa sekarang dia baik-baik saja?" cemas Mio.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Moshi-Moshi... Cha_Nyann desu!! Yahh... sudah lama kita tidak berbicara, eakk... Jadi seperti yang sebagian besar dari kalian ketahui, Kitsune in Another World adalah spin off dari cerita The Dragon's Blue Gem dan "Kitsuna Mio" adalah... ekhem ekhem... Seperti yang kebanyakan pembaca inginkan, yaitu sequel... bukan... apa praquel ya? Intinya cerita terpisah Kitsuna Mio dari cerita utamanya. Karena itu author membuat cerita ini secara terpisah.
Tapi karena udah pisah, sekalian aja di buat biar pembaca yang tidak membaca The Dragon's Blue Gem bisa tetap menikmati ceritanya. Yah lagipula jeda latar waktu cerita ini dan The Dragon's Blue Gem kelewat panjang. Sekitar 1 millenium atau 1000 tahun-an. Jadi gak banyak yang masih berhubungan. Ada sih beberapa, kayak tokoh berumur panjang seperti Kaleena dan yang lainnya.
Oke itu ada curhatan Author. Sekarang bagian lainnya.
Disini Kitsuna Mio dkk kan berbicara dalam bahasa Jepang, makanya wajarilah kalau nemu kata-kata jejepangan yak, hehehe...
Nah, si Mio ini kalau berbicara menggunakan logat kuno yang contohnya
"Warawa"(妾) >>> "Aku"
"Sonata" (そなた) >>> "Kamu"
Kek gitu! Entah kenapa cocok aja, hahahahahaha.
Kalau Penyihir Agung pakai "Watakushi"(私) dan "Anata"(貴方/彼方/貴女)
Kalau Lilia pakai "Ware"(我) dan "Kimi"(君)
Kalau Kota pakai "Oira"(おいら) dan "Omae"(お前) sebagai tambahan, Kota juga pakai akhiran "De Gozaru" (でござる)
Kalau Kaleena pakai "Wagahai" (吾輩) dan "Anata"(貴方/彼方/貴女)
Kalau Kazuha pakai "Sessha" (拙者) dan "Anta"(あんた)
__ADS_1
Oke itu aja dari Author. Sayonara~~ ]