
Fatamorgana yang di kagumi sekaligus ditakuti orang-orang itu kembali merubah bentuknya. Rasi bintang baru yang membentuk pria dengan tombaknya bergerak seakan pria itu melemparkan tombak itu, melepaskan diri dari langit dan turun ke dunia.
Tombak yang jatuh dari langit tidak turun dalam bentuk tombak, melainkan ratusan atau bahkan ribuan mata pedang berukuran beberapa meter dari cahaya, yang jika dilihat dari jauh kumpulannya, barulah membentuk sebuah tombak raksasa.
Tombak.
Pedang.
Panah.
Beberapa orang melihatnya dalam sesuatu yang berbeda. Namun itu semua tidaklah penting. Yang paling penting sekarang adalah arah jatuhnya cahaya dengan kecepatan tinggi layaknya bintang jatuh itu. Karena mereka meluncur dalam garis lurus, mudah menebak ujung tombak itu.
Ya.
Mudah menebaknya.
Tapi... alasan kenapa orang-orang baru mengetahui sasaran sihir cahaya itu setelah ledakan besar terjadi adalah karena kecepatan jatuhnya yang tidak masuk akal.
Suatu ledakan luar biasa besar dan tak pernah terlihat di mata makhluk biasa dalam beberapa millenium tahun terjadi tepat dihadapan mereka. Bahkan meski jarak cahaya itu jatuh dan meledak sangat teramat jauh hingga terpisah Benua, ledakan yang begitu dahsyat itu tetap dapat dilihat dan terasa dampak tak langsungnya.
Suara keras yang bisa terdengar dari jauh, hembusan angin yang terasa meski terpisah lautan, guncangan gempa bagi wilayah disekelilingnya, awan yang menghilang seketika bagai debu tertiup angin hingga jeritan dan erangan para monster yang ketakutan menjadi dampak tak langsung yang dihadapi wilayah di sekitarnya.
Tak seperti Benua Melayang dan Iblis yang kadar mana-nya tinggi dan terdapat barrier alami dari peri dan spirit yang mengelilinginya, Benua Suci yang tak memiliki itu menerima 100% dampak langsung yang dengan mudahnya mempengaruhi lingkungan sekitar.
*catatan
Benua Melayang dan Iblis adalah Benua khusus yang terdapat banyak makhluk di luar batasan. Karena itu terdapat barrier alami dari peri dan spirit yang membantu menjaga agar dampak dari sihir apapun yang dikeluarkan di Benua itu tak sampai keluar dari Benua itu dan merusak Benua lain. Selain itu karena kadar mana dan luas wilayah yang sangat besar dibanding Benua lain, penggunaan sihir tingkat Epic-Mythic adalah hal yang normal disana. Mungkin satu-satunya sihir yang keluar di Benua itu dan bisa berdampak ke luar Benua meski ada barrier adalah sihir tingkat God yang mana tak ada satupun makhluk hidup di Demetria bisa menggunakannya.
__ADS_1
Kekaisaran Anessa yang merupakan sasaran dari sihir tersebut, hancur seketika karena tak mampu menahan daya hancur yang luar biasa besar itu. Daratan yang luas dan berbatasan langsung dengan Kekaisaran Levana itu seketika luluh lantak menjadi lubang raksasa yang sangat dalam dan beberapa saat kemudian terisi air laut disekitarnya hingga memutus Kekaisaran Levana dengan Benua Suci dalam jarak lautan yang sangat luas.
(Wilayah yang di lingkari adalah wilayah asli Kekaisaran Anessa yang sekarang kembali menjadi lautan)
(Bukan ngepas satu lingkaran ya, maksudnya didalam tanda itu tadinya ada wilayah ujung asli Benua Suci yang merupakan Kekaisaran Anessa)
Bahkan di antara sihir tingkat Mythic, sihir yang diciptakan Penyihir Agung ini merupakan salah satu sihir yang terkuat dengan daya hancur tertinggi. Dan yang luar biasa dari sihir ini, bukan hanya daya hancurnya. Melainkan penargetan yang 100% tepat sasaran.
Yang dimaksud dari 100% tepat sasaran bukan hanya sihir ini tidak akan meleset, melainkan sihir ini hanya menghancurkan targetnya saja. Meski terkena dampak tak langsung seperti yang disebutkan di atas, wilayah diluar Kekaisaran Anessa tidak mengalami kerusakan langsung oleh sihir itu. Wilayah Kekaisaran Anessa tidak berbentuk lingkaran sempurna atau semacamnya, tapi yang hancur dan kembali menjadi lautan seolah tak pernah ada sebelumnya hanyalah Kekaisaran Anessa.
Dengan kata lain, sihir ini tidak menghancurkan wilayah sekitar Kekaisaran Anessa barang satu senti pun jika dampak tak langsung seperti angin atau guncangan di kecualikan.
Peristiwa ini benar-benar akan tercatat dalam sejarah dan diingat banyak orang karena saat ini, sekali lagi terjadi perubahan pada peta dunia. Orang-orang penting dan petinggi dari berbagai tempat sesegera mungkin mencari informasi pelaku perubah peta itu untuk mengetahui apakah dia adalah rekan yang dapat menolong dunia atau musuh yang menjadi ancaman dunia.
Bahkan meski millenium tahun telah berlalu, sangat sedikit yang mengetahui siapa dalang dibalik hancurnya ⅑ Benua Suci itu (diingatkan, besar Demetria itu 50x besar Bumi atau 2x besar matahari, silahkan hitung sendiri ⅑ Benua Suci sebesar negara apa). Setidaknya untuk saat ini, yang mengetahui itu adalah para peri dan spirit yang menonton dari dimensi yang berbeda, Arc-Angel yang mengawasi segala yang terjadi di Demetria, petinggi Kekaisaran Anessa yang masih hidup dan Kaleena, murid pertama Penyihir Agung yang kini melihat adik kelimanya ambruk bersimpah darah dikelilingi ratusan mayat rakyat Kerajaan Amamiya.
DRAP DRAP DRAP DRAP
"APA?! APA YANG SEBENARNYA TERJADI!!?" tangis Kaleena melihat adiknya sekarat di pangkuannya.
"APA YANG SEBENARNYA TERJADI SELAMA AKU TIDAK ADA!!???????"
Mio diam saja karena memang tidak bisa menjawabnya. Kesadarannya menghilang sempurna dan tubuhnya hancur karena semua yang terjadi akhir-akhir ini. Pendarahan yang tak kunjung berhenti, aliran mana kacau yang merusak jiwanya, hingga masa hidupnya yang bocor menjadi mana membuat Mio benar-benar berada di ambang kematian. Dalam keadaan ini, Mio bisa mati kapan saja dengan berbagai alasan. Justru dia masih hidup saat ini adalah sebuah keajaiban.
Kaleena tidak membuang waktu, wanita itu segera menggunakan sihir pemulihan pada adiknya itu.
__ADS_1
"BERTAHANLAH MIO!!!"
Sayang sekali hasilnya nihil, kerusakan fisik maupun jiwa yang dialami Mio terlalu parah. Meski begitu Kaleena sama sekali tidak menyerah. Setidaknya saat ini dia mengetahui bahwa dirinya tak bisa menyembuhkan Mio sendirian, dia butuh seseorang untuk menolongnya. Dan dirinya mengetahui siapa yang bisa melakukan itu.
Kaleena mengehentikan usahanya menyembuhkan Mio dan berganti dengan menggunakan sihir untuk membekukan waktu Mio agar kerusakannya tidak bertambah parah hingga ajal menjemputnya. Sihir ini adalah salah satu sihir ciptaan Penyihir Agung yang diwariskannya ke para Youkai.
Sembari menunggu sihir ini bekerja sepenuhnya, Kaleena tak diam saja. Tangan kanannya berubah menjadi kayu dan menyatu dengan pohon di dekatnya. Wanita itu mengaktifkan salah satu skill nya pada pohon itu.
[ Plant Memory Reader ]
Seperti namanya, skill yang Kaleena gunakan selama mengaktifkan sihir pembeku waktu untuk Mio itu adalah skill yang memungkinkan Kaleena membaca ingatan dari tumbuhan apapun yang menyatu dengan dirinya.
Skill ini hanya dapat membaca ingatan terbaru 1 Minggu tumbuhan itu, jika mencoba lebih jauh, Kaleena harus menyatu sepenuhnya dengan tumbuhan itu dan itu membahayakan jiwanya. Namun dalam situasi ini, 1 Minggu sudah lebih dari cukup untuknya memahami garis besar masalah yang terjadi.
"Ini gila!! Semua ini terjadi hanya dalam waktu sesingkat itu!!!??" batin Kaleena tak mau percaya.
Kaleena sudah selesai memahami situasi saat ini, dia dengan kepala dingin mengambil keputusan cepat, tepat, efisien dan efektif meski itu menyakiti hatinya.
Begitu sihir pembeku waktu telah aktif, Kaleena segera menggendong tubuh Mio yang mulai dingin dan pergi dari reruntuhan Kerajaan Amamiya sesegera mungkin sebelum siapapun dapat melacak keberadaan mereka.
Tujuan wanita itu hanya satu, pergi ke tempat "seseorang" yang bisa menolong Mio berada. Wanita itu bahkan tidak punya waktu untuk berduka dan bersedih akan kematian keluarga dan rakyatnya. Apalagi untuk memakamkan mayat-mayat itu dengan layak. Karena situasi yang terlalu genting dan berbahaya. Satu-satunya yang bisa dia lakukan hanyalah membakar seluruh mayat itu dengan sihir api-nya hingga berubah menjadi abu dan melayang di Kerajaan.
Kaleena tau dengan pasti bahwa tidak akan semudah itu menghancurkan Kekaisaran Anessa yang merupakan Kekaisaran paling berpengaruh di Benua Suci saat ini. Jika mereka tidak hancur sepenuhnya, mereka pasti akan kembali untuk melenyapkan keluarganya yang terakhir dan dirinya sendiri dari dunia ini.
"Jangan khawatir Mio... Onee-chan pasti akan melindungimu. Aku janji! Karena kamu adalah... satu-satunya keluargaku sekarang."
"Kekaisaran Anessa sialan!! Jangan kalian pikir aku akan diam saja membiarkan kalian merebut Mio dariku juga!!!"
__ADS_1
"Aku pasti tidak akan membiarkan yang kalian inginkan terjadi!!!"
Lari bukan selalu menjadi bukti bahwa kau kalah. Terkadang, melarikan diri dan bertahan hidup adalah cara untuk meraih kemenangan.