LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Cemburu


__ADS_3

Setelah seharian berada di tempat acara, Clarissa kini bersandar di sofa yang berada di ruang tengah.


"Rasanya badan ku pegal semua" gumam Clarissa.


Sementara Hana kini lebih dulu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena Hana sepertinya akan langsung beristirahat.


Tak lama terdengar bunyi notifikasi di ponsel clarissa di lihatnya.


My Misterius


*mari bertemu lagi?


Isi pesan yang di kirim Namjoon untuknya.


^^^Me.^^^


^^^*kita baru saja bertemu^^^


My Misterius


*tapi aku sudah Merindukanmu.


^^^Me.^^^


^^^*bagaimana kalau kita bertemu, virtual saja rasanya badan ku pegal semua^^^


My Misterius


*baiklah sebentar lagi aku akan menelpon mu


^^^Me .^^^


^^^By sampai jumlah lagi.^^^


Ucap Clarissa saat sudah melihat Hana keluar dari kamar mandi.


Namjoon setelah mendapatkan balasan pesan Clarissa , memilih untuk membersihkan badanya juga karena sebentar lagi dia akan melakukan VC bersama Clarissa.


Saat Ini kini Clarissa sudah membersihkan dirinya dan mengunakan baju tidur satin miliknya, sementara Hana semenjak tadi sudah tertidur.


Clarissa sudah hampir tertidur tiba-tiba ponselnya berbunyi, terlihat panggilan vidio call Namjoon Clarissa langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Maaf membuat mu menunggu begitu lama" ucap Namjoon saat panggilan videonya di angkat Clarissa.


"Tak apa, aku pikir kau juga masi sibuk" ucap Clarissa.


"Kau sudah mengantuk" tanya Namjoon.


"Iya sedikit mengantuk, mungkin karena aku lelah" ucap Clarissa.


"Namjoon apa tak apa jika kau terus-terusan menelpon ku" tanya Clarissa tiba-tiba.


"Apa yang kau khawatirkan" tanya Namjoon.


"Aku hanya tak enak saja, mengganggu kesibukan mu atau mungkin hubungan mu dengan seseorang" ucap Clarissa.


"Jangan pikirkan apapun saat ini karena kau tak pernah mengganggu ku, aku memang sedang menyukai seseorang wanita namun sedang aku usahakan" ucap Namjoon yang dengan lekat melihat wajah Clarissa melalui layar ponselnya.


Sementara Clarissa yang mendengarkan ucapan Namjoon seketika tertegun, ada rasa gelisa yang dia rasakan saat Namjoon mengatakan menyukai seseorang, muncul rasa tak senang saat Namjoon mengatakan sedang mengusahakan mendapatkan hati wanita itu.


"Clarissa" panggil Namjoon saat melihat Clarissa yang tak fokus ke layar ponselnya.


"Yah" jawab Clarissa singkat.


Saat Namjoon dan Clarissa asyik berbicara, terdengar bel pintu kamar Namjoon berbunyi. Namjoon beranjak dari kasurnya untuk membuka pintu kamarnya dengan ponsel di tangannya, namun saat pintu di buka terdengar suara wanita yang mengatakan.


Suara Clarissa yang tadinya memanggil Namjoon terhenti, Clarissa memilih untuk diam dan mematikan panggil vidio itu. Apa lagi saat dia lihat expresi wajah Namjoon yang berubah membuat Clarissa yakin bahwa wanita itu lah yang sedang Namjoon dekati.


Sementara Namjoon masi diam berdiri di depan pintu kamarnya, milihat wanita yang kini berdiri di hadapannya.


"Sayang" ucap wanita itu dan menerobos masuk kedalam kamar Namjoon.


"Apa yang kau lakukan disini" tanya Namjoon saat sudah duduk berhadapan dengan wanita itu di sofa ruang tengah kamar Namjoon.


"Aku mencari mu dan merindukan mu" ucap wanita itu melihat ke arah Namjoon.


"Jangan berbasa basi cepat katakan, apa yang kau ingin kan" tanya Namjoon yang berusaha untuk menahan amarahnya.


"Aku tak butuh apa pun, aku hanya ingin kita bersama lagi" ucap wanita itu.


"Setelah semua pengkhianatan yang kau lakukan, atau lelaki itu tak bisa lagi memenuhi hasrat mu" ucap Namjoon tersenyum sinis.


Wanita itu mendekati Namjoon, dan membelai dada namjoon dengan penuh gaira berharap Namjoon dapat meresponsnya. Namun wanita itu salah.

__ADS_1


"Menjauhlah dari ku karena aku tak kan pernah mengambil kembali apa yang telah aku buang" ucap Namjoon dengan penuh penekanan.


"Dan silahkan keluar dari kamar ku" ucap Namjoon lagi dan berjalan untuk membuka pintu.


Wanita itu beranjak dari duduknya berjalan keluar dari kamar Namjoon tapi sebelum dia benar-benar keluar dari kamar Namjoon, sekilas wanita itu mengecup bibir Namjoon lalu melangkah pergi memasuki lift untuk turun.


Perasaan Namjoon sangat kacau, Namjoon membanting ponselnya yang sedang dia pegang. Dia tak bisa mengontrol emosinya saat ini semua benda yang ada di hadapannya dia banting, karena dia tak bisa melampiaskan amarah yang dia pendam kepada orangnya langsung.


Sedangkan Clarissa, entah kenapa dia menjadi tak tenang saat mendengar suara wanita itu memanggil Namjoon dengan sebutan sayang, di tambah lagi pesan yang dia kirim ke ponsel Namjoon tak ada yang di baca oleh Namjoon dan saat dia menelpon namjoon ponsel namjoon kini sudah tidak aktif lagi membuat hati clarissa makin tak menentu.


Clarissa mengakui saat ini dia cemburu, sangat cemburu, namun dia masi saja mengatakan untuk tidak cemburuh karena dia dan Namjoon hanya berteman. Apa yang ada di kepala dan hati Clarissa sangat bertolak belakang, di saat dia tengah gelisa Hana terbangun karena gerakan Clarissa yang mebolak balikan badannya di atas kasur.


"Kau kenapa" tanya Hana dengan suara yang berat.


Clarissa yang mendengar Hana terbangun berbalik dan menghadap ke arah Hana yang masi setengah sadar dari tidurnya.


"Aku tak tau apa yang kurasakan saat ini" ucap Clarissa lirih.


"soal kau dan Namjoon?" tanya Hana.


"Hemm" jawab Clarissa singkat.


"Kau menyukainya?" tanya Hana lagi.


"Aku tak tau apa yang kurasa saat ini terhadapnya, karena kau tau sendiri aku masi belum bisa merelakan Lee Min-ah, dan aku masi menjadikannya sebagai bagian dari hidup ku" ucap Clarissa.


"Terus" ucap Hana menanggapi Clarissa.


"Tapi saat mengenal Namjoon beberapa hari yang lalu, aku bisa merasakan kehadiran Lee Min-ah dalam diri Namjoon namun dalam versi berbeda, aku merasakan kenyamanan saat berada di dekatnya, aku merasa seperti menemukan kembali kepingan puzzle yang telah lama hilang" ucap Clarissa yang kini sudah menatap langit langit kamar hotel mereka.


"Aku tak tau harus berkata seperti apa untuk menenangkan hati mu saat ini, dan aku juga tak tau bagaimana kedekatan kalian selama beberapa hari ini" ucap Hana.


"Tapi jika benar kau menyukai Namjoon aku minta jangan buat dia menjadi sosok Lee Min-ah, karena Namjoon dan Lee Min-ah adalah 2 orang yang berbeda" ucap Hana lagi.


Saat Clarissa mendengar Hana mengucapkan itu, membuat Clarissa tersadar selama ini dia bisa dekat dengan Namjoon karena dia merasa Namjoon itu adalah Lee Min-ah calon suaminya dulu dan mungkin rasa cemburuh yang timbul di hatinya itu juga karena dia menganggap Namjoon adalah Lee Min-ah.


"Namjoon maafkan aku" gumam Clariss lirih.


"Hana harus kah aku menjauhi Namjoon" tanya Clarissa.


"Itu semua tergantung dari hati mu" ucap Hana.

__ADS_1


Clarissa tak menanggapi lagi ucapan Hana, kerena dia pikir dia memang tak bisa seperti itu.


Malam ini Namjoon dan Clarissa sedang sangat kacau dengan pikiran mereka masing-masing, Takdir mereka terlalu timur.


__ADS_2