
Setelah mengantar kak Andre dan kak Cristal ke bandara Namjoon, Clarissa dan juga nyonya jung kini sudah berada di salah satu restoran yang terkenal. Namjoon sudah memesan tempat untuk makan siang bersama.
Mereka makan dengan tenang walau sesekali muncul pembicaraan yang rendom dari Clarissa.
Sekarang Clarissa makin menikmati setiap moment yang terjadi antara dia dan Namjoon, rencananya mereka akan pergi berlibur ke Jepang, ingin menghabiskan waktu musim dingin di jepang sekalian untuk menikmati pergantian tahun disana.
Jepang menjadi tempat liburan yang Namjoon pilih karena kebetulan dia juga nantinya akan mengontrol hotelnya.
Clarissa dan Namjoon nantinya akan berangkat berdua, nanti setelah itu disusul oleh meyjhun dan juga Hana.
Perusahaan Clarissa kini sudah ada yang menangani Hana dan juga orang suruhan Namjoon yang sudah berpengalaman dibidang interior. Namjoon sengaja biar Clarissa bisa berlibur dengan tenang tampa harus memikirkan pekerjaanya namun sesekali Clarissa akan mengontrolnya.
Sore ini Clarissa sudah mulai masukkan semua pakaian dia dan Namjoon dalam masing-masing koper. Dan tak lupa pula semua keperluan mereka disana nanti ada 5 koper yang mereka bawah, cukup banyak karena mereka akan berada di Jepang selama 2 mingguh.
Tenang mereka menaiki jet pribadi keluarga Namjoon jadi tak masalah jika membawah banyak koper.
Clarissa yang sedang asyik mengatur semua perlengkapannya mendengar ponselnya berdering di lihatnya ke layar ponselnya tertera nama "My Musterius" vidio call.
"Hay sayang" ucap Clarissa tersenyum melihat wajah Namjoon.
"Sayang sedang apa?" Tanya Namjoon.
Clarissa menganti kamera depan ponselnya menjadi kamera belakang memperlihatkan jejeran koper yang nantinya akan mereka bawah.
"Sayang, ini cukup banyak" ucap Clarissa.
"Sayang jangan pikirkan koper itu, bawah apa pun yang ingin sayang bawah jika masi kurang nanti aku akan membeli koper baru untuk mu" ucap Namjoon.
"Jangan ini sudah cukup banyak, aku rasa aku sudah memasukan semua keperluan kita" ucap Clarissa.
"Sayang ingat jangan terlalu lelah tungguh aku akan segerah pulang menemui calon istri ku ini" ucap Namjoon berdiri dari tempat duduknya.
Setelah itu panggil mereka berakhir. Clarissa masi sibuk mengecek kembali catatan yang dia buat apa-apa saja yang mereka bawah.
Tak lama terdengar suara pintu di buka, Clarissa berlari menyambut kedatang Namjoon yang juga membawah makan malam untuk mereka.
Namjoon sangat bahagia melihat Clarissa yang selalu tersenyum menyambut kedatangannya dengan senyuman yang sangat tulus.
"Aku sangat merindukan vitamin ku" ucap Namjoon memeluk Clarissa.
"Sayang lihat" ucap Clarissa menujuk ke arah meja makan, karena ada buket bunga tulip merah.
Namjoon menatap dengan heran.
"Sayang membelinya? Tanya Namjoon.
Clarissa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku menemukannya di depan pintu aparteman siang tadi, saat hendak masuk ke aparteman" ucap Clarissa.
"Sayang nanti jika melihat bunga seprti ini lagi di dapan pintu aparteman sebaiknya langsung di buang, atau langsung menelpon ku untuk mengkonfirmasinya" ucap Namjoon dan berjalan ke arah meja makan mengambil bunga itu di letakan di atas rak sepatu.
"Baik boss" ucap Clarissa.
Clarissa sangat menyukai bunga tulip, hanya saja itu bukan pemberian Namjoon jadi dia tak meletakan kedalam vas.
Namjoon dan Clarissa makan malam dengan makan yang di bawah oleh Namjoon tadi. Setelah itu mereka masuk ke dalam kamar, karena Clarissa ingin memperlihatkan hasil pekingan barang mereka yang nantinya akan di bawah.
"Sayang sepertinya aku orang yang ingin pindah rumah" ucap Clarissa memperlihatkan dan duduk di antara koper itu.
"Jika sayang mau kita pindah kesana, aku akan menyuruh meyjhun mengurusnya" ucap Namjoon santai.
"Sayang bukan harus pinda juga" ucap Clarissa terkejut dengan ucapan Namjoon.
"Aku kan hanya mencoba memenuhi semua keinginan kekasihku ini" ucap Namjoon yang juga ikut duduk di samping Clarissa.
"Sayang mandi dulu" ucap Clarissa.
"Aku ingin di mandikan oleh kekasihku" ucap Namjoon manja.
"Sayang sudah besar masa harus aku mandikan" ucap Clarissa.
"Aku kan ingin" ucap Namjoon lagi.
"Pergilah mandi, aku kan turun ke bawah karena Hana akan datang memberikan paspor ku" ucap Clarissa.
Namjoon berjalan ke arah kamar mandi sementara Clarissa melihat ke arah ponselnya, mungkin saja Hana sudah tiba.
Hana datang ke aparteman Clarissa memberikan paspor, visa perjalanan, kartu debit milik Clarissa yang selama ini di pegangnya. Clarissa mempercayakan semua keuangannya di pegang oleh Hana.
Clarissa sudah terbiasa membawah uang kes seadanya dan juga M-Banking yang ada di ponselnya, jadi di tak perlu kartu debit lagi.
"Han nanti jangan lupa untuk menyusul ku" ucap Clarissa saat ini mereka duduk di sofa ruang tengah.
"Apa meyjhun juga ikut" tanya Hana.
"Kenapa kau rindu pada meyjhun yah" ucap Clarissa asal.
"Heiii hentikan kejailan mu itu, aku baru sadar semenjak kau berpacaran dengan Namjoon kau menjadi makin jail" ucap Hana.
"Jangan bawah-bawah Namjoon" ucap Clarissa protes.
"Sepetinya aku harus pulang"ucap Hana lagi.
"Baru begitu saja kau sudah marah pada ku" ucap Clarissa dengan tertawa.
__ADS_1
Clarissa tak bisa menahan tawanya apa lagi melihat wajah Hana yang kesal karenanya.
"Han Han kalau memang kau suka pada meyjhun tinggal bilang biar aku membantu mu" ucap Clarissa lagi.
"Sa hentikan, mana mungkin aku menyukai pria itu" ucap Hana sedikit gugup.
Clarissa makin tertawa.
"Baiklah aku pulang" ucap Hana berpamitan karena melihat Namjoon sudah turun.
"Sayang" panggil Namjoon.
"Hana kau sudah mau pulang" tanya Namjoon lagi saat melihat Hana yang berpamitan.
"Ya aku ingin pulang" ucap Hana sekenanya.
Namjoon melihat ke arah Clarissa.
"Sayang jangan di tanya, nanti dia bakal tambah marah" ucap Clarissa .
"Sa hentikan, aku tak menyukai dia jadi jangan berharap aku bisa bersama dia" ucap Hana asal.
"Aku tak bilang kau mengharapkannya" ucap Clarissa.
"Atau memang kau mengharapkannya" ucap Clarissa lagi.
"Sepertinya kau harus membawah kekasih mu itu ke dokter" ucap Hana menatap Namjoon dan berlalu keluar dari aparteman Clarissa, karena kalau dia bertahan disana nantinya bukan hanya Clarissa yang menertawainya bisa bisa Namjoon juga ikut ikutan.
"Sayang kau sangat suka mengerjai Hana" ucap Namjoon yang kini duduk di sofa di samping Clarissa.
"Aduh perut ku sakit, aku lucu melihat wajah Hana yang seperti itu".
Namjoon mengangkat Clarissa untuk duduk di atas pangkuannya.
"Sudah hentikan sayang" ucap Namjoon.
"Sayang kau lihat wajah Hana tadi" ucap Clarissa lagi, dengan masi tertawa tapi tak seperti tadi.
Namjoon hanya menatap Clarissa tertawa lepas seperti itu.
Clarissa yang melihat Namjoon hanya diam, menghentikan tawanya.
"Maaf sayang" ucap Clarissa.
"Kenapa harus minta maaf sayang, aku justru senang melihat mu bahagia seperti tadi" ucap Namjoon.
"Ternyata calon istriku ini bisa juga tertawa seperti itu" ucap Namjoon lagi.
__ADS_1
"Makasih sayang" ucap Clarissa.
Kebahagiaan yang sangat di ingin Clarissa dulu, kini pelan-pelan kembali kepadanya, dia hanya berharap semua ini bukan lah mimpi indah dan suatu saat dia akan terbangun.