LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Eomma Dan Appa Namjoon


__ADS_3

"Akhirnya calon menantuku datang juga" ucap eomma Namjoo saat melihat Clarissa turun dari mobil Namjoon.


Clarissa berjalan menghampiri eomma Namjoon yang sudah lama menungguh kedatangan Clarissa dan Namjoon.


"Bagaiman kabar mu nak" tanya eomma Namjoon saat melepaskan pelukannya ke Clarissa.


"Baik eomma" ucap Clarissa lagi.


"Ayo masuk, appa sudah menungguh" ucap eomma.


Eomma dan Clarissa berjalan untuk masuk ke bersama ke dalam rumah, meninggalkan Namjoon yang sedari tadi tak disapa, atau di berikan pelukan selamat datang.


"Eomma kau lupa dengan anak mu ini" teriak Namjoon saat melihat eommanya bersama Clarissa.


"Sepertinya tahta tertinggi akan di gantikan di rumah ini" gumam Namjoon yang mau tak mau ikut masuk ke dalam.


"Appa" teriak Namjoon mendahului Clarissa dan eommanya.


Appa berbalik melihat ke arah Namjoon namun seketika berpaling saat melihat Clarissa.


"Kau sudah datang nak" tanya appa, melewati Namjoon.


"Appa eomma anak kalian sebenarnya siapa" ucap Namjoon kesal.


"Aku sedari tadi tidak di sapa atau di berikan pelukan" ucap Namjoon lagi.


"Siapa dia, apa kami mengenal mu" ucap eomma dengan wajah seriusnya.


Appa dan Clarissa langsung paham dan mulai ikut berakting.


"Iya dia siapa? Dan kenapa bisa masuk ke rumah ini" ucap appa menimpali.


"Owww dia supir ku eomma" ucap Clarissa.


Namjoon hanya mengendus kesal.


"Terserah kalian saja, aku malas" ucap Namjoon merajuk dan berjalan ke kamarnya.


Saat melihat Namjoon sudah masuk ke kamarnya eomma, appa dan Clarissa tertawa dengan sangat keras.


"Sekali-kali kita harus memusuhinya" ucap eomma.


"Kau lihat wajah Namjoon merah seperti kepiting rebus nak" ucap appa.


"Aduhhhh eomma appa perut ku sakit jika kita tertawa terus seperti ini.


Eomma masi belum bisa menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Sepertinya ini akan sangat lucu jika meyjhun dan Hana juga datang" ucap appa juga.


"Eomma appa aku heran kenapa dia bisa sedingin itu, sedangkan eomma dan appa sangat suka bercanda" tanya Clarissa.


"Mungkin waktu bayi dia tertukar" eomma makin ketawa.


Sementara Namjoon yang dari kamarnya samar-samar mendengar suara tertawa eomma dan appa nya hanya bisa pasra, apa lagi saat Clarissa juga ikut ikutan mengerjainya.


"Mungkin benar tahta tertinggi akan jatuh di tangan Clarissa" gumam Namjoon lagi.


Tapi dia cukup senang karena eomma dan apanya bisa menerima Clarissa dengan tulus.


Waktu makan siang Namjoon turun dari lantai dua kamarnya, menujuh meja makan, eomma sibuk memepersiapkan makanan di temani Clarissa dan juga para pelayan yang sibuk di dapur.


"Sayang panggil Namjoo" saat melihat Clarissa lewat di hadapannya.


Clarissa berbalik.


"Sayang sudah turun, aku baru saja akan memanggil mu" ucap Clarissa berjalan naik menghampiri Namjoon.


"Aku rindu pada mu" ucap Namjoon sambil memeluk Clarissa.


"Hmmmm ayo turun makan, eomma sudah masak banyak untuk kita" ucap Clarissa.


Namjoon dan Clarissa berjalan bersama menuruni tangga, menujuh ke meja makan yang sudah penuh dengan makan.


"Tak ada, eomma hanya senang saja calon menantu eomma datang berkunjung ke rumah ini" ucap eomma.


"Giliran ada Clarissa eomma masak segini banyak, tapi kalau hanya aku yang datang eomm tak pernah masak segini banyak" protes Namjoon.


"Jadi kau mau protes" tanya appa lagi.


"Tidak,,,, tapi memang sepertinya aku harus tes DNA sebenarnya aku anak appa dan eomma atau tidak" ucap Namjoon.


Semua tertawa melihat wajah Namjoon yang merajuk seperti itu.


"Itu sepertinya memang harus di lakukan" ucap eomma lagi.


"Eomma" panggil Namjoon.


"Dasar anak bodoh, katanya seorang CEO tapi masi juga suka merajuk, mana nih sikap dingin bagaikan kutub utara" ucap appa.


"Sudah ayo, makan jangan bahas itu lagi aku sudah lapar" ucap Namjoon.


Mereka pun mulai makan, Clarissa melayani Namjoon bagaikan seorang istri dan juga melayani eomma dan appa bagaikan menantu.


Eomma dan appa Namjoon sudah sangat lama menantikan momen seperti ini dalam hidup mereka apa lagi untuk anak kesayangan mereka Namjoon.

__ADS_1


Di balik sifat dingin Namjoon, tersembunyi sifat manja yang tak prnah orang tau.


"Nak kapan kalian menikah, eomma dan appa sudah tua, dan mau memiliki cucu" ucap eomma.


"Segerah eomma" ucap Namjoon.


"Bagaimana dengan meyjhun dan Hana, kapan mereka akan melangsungkan pernikahan" tanya eomma lagi.


"Mungkin 2 mingguh lagi, setelah appa Hana datang dari Hawai" ucap Clarissa kali ini.


"Hawai" ucap eomma.


"Ia eomma Hawai, eomma dan appa Hana sudah bercerai, Hana di asuh oleh eommanya sementara appa Hana kini sudah memilih tinggal di Hawai karena sudah menikah dengan warga negara sana" ucap Clarissa menjelaskan.


"Tapi walau sudah berpisah, appa dan eomma Hana masi tetap berhubungan baik, Hana Tak kekurangan kasih sayang, apa lagi istri dari appa Hana juga baik terhadap Hana" ucap Clarissa lagi.


"Ohhh kalau seperti itu, eomma akan mengurus pernikahan mereka" ucap eomma.


"Eomma, orang tua meyjhun bagaimana?" Tanya Clarissa.


"Emmm itu biar eomma dan appa yang mengurusnya" ucap eomma saling bertatapan dengan appa.


"Hana pasti sangat senang" ucap Clarissa.


Selesai makan Namjoon dan Clarissa berjalan menujuh balkon lantai dua rumah namjoon tempat eomma dan appa sering bersantai menghabiskan waktu. Sementara eomma dan appa beristirahat di kamar mereka.


"Sayang kenapa kau, tak tinggal disini saja?" Tanya Clarissa.


"Aku sudah dewasa, sudah waktunya untuk punya rumah dan keluarga sendiri" ucap Namjoon


"Tapi kasian eomma dan appa hanya tinggal berdua disini" ucap Clarissa.


"Siapa bilang mereka eomma dan appa hanya tinggal berdua, disini kan ada para pelayan, satpam, tukang kebun" ucap Namjoon.


"Tapi kan mereka akan lebih bahagia jika anaknya yang menemani" ucap Clarissa.


"Justru sayang harusnya kasian padaku, alasan aku tinggal di apartemen karena, eomma dan appa sering sekali meninggalkan ku ke luar negeri, keluar kota bahkan pernah sekali mereka tak pulang selama setahun, mereka memilih untuk tinggal di Swiss, meninggalkan ku yang masi berumur 17 tahun sendirian di Korea" ucap Namjoon jika mengingat tingkah rendom eomma dan apanya.


"Tapi kan mereka pergi mengurus pekerjaan" bantah Clarissa.


"Tapi tak perlu meninggalkan anakannya ini" ucap Namjoon.


"Sudah jangan bahas eomma dan appa, nanti saat sayang jadi menantu eomma, sayang bisa menilai Bagaimana tingka eomma sebenarnya" ucap Namjoon lagi.


"Tapi kau beruntung memiliki orang tuan seperti eomma dan appa" ucap Clarissa.


"Sangat beruntung, dan makin beruntung saat memiliki mu" ucap Namjoon memeluk Clarissa.

__ADS_1


"Mau pulang atau mau menginap disini" ucap eomma yang sejak kapan sudah berada di belang mereka.


__ADS_2