LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam

LANGIT CERAH Di Balik Awan Hitam
Hari Pertama Liburan


__ADS_3

Udara dingin di pagi hari, tak membuat dua insan yang kini masi berpelukan dengan eratnya terganggu dengan cuaca yang ada di luar, bulan ini sudah memasuki musim dingin.


Clarissa membuka perlahan matanya, di lihatnya Namjoon masi memeluknya dengan erat.


"Jam berapa sekarang" gumam Clarissa mencari letak ponselnya.


Dengan gerakan yang kasar Clarissa Namjoon sedikit terganggu, namun memilih untuk kembali memejamkan matanya.


Pukul 10.30 sudah cukup siang, mereka melewatkan sarapan pagi.


"Sayang bangunlah" ucap Clarissa mencoba membangunkan Namjoon yang masi terlelap.


"Sayang ayo bangun ini sudah sangat siang" ucap Clarissa lagi.


Namjoon hanya bergumam "hmm... sebentar lagi sayang" dengan suara beratnya.


Clarissa turun dari kasur besar itu berjalan menujuh kamar mandi untuk mencuci mukanya.


"Ahhh diluar sangat dingin" ucap Clarissa saat membuka tirai kamar mereka namun tak berani untuk membuka pintu balkon.


Namjoon yang sadar mencari keberadaan Clarissa di samping namun tak ada, memilih mengangkat sedikt kepalanya.


Saat melihat kekasihnya itu berdiri menghadap ke jendela kaca besar, Namjoon beranjak dari kasur dan berjalan ke arah kekasihnya.


Merasa ada yang memeluk pinggangnya Clarissa menoleh.


"Sayang sudah bangun" tanya Clarissa menyadari Namjoon memeluknya.


"Hmmm" gumam Namjoon.


"Bersihkan dirimu, setelah itu kita makan siang" ucap Clarissa.


Namun Namjoon tak beranjak dari sisinya, justru Namjoon makin menanamkan wajahnya ke leher Clarissa. Bagaikan candu aroma tubuh Clarissa sangat membuat Namjoon nyaman begitu pun sebaliknya.


"Sayang hari ini kita akan kemana" tanya Clarissa.


"Hari ini kita akan berjalan-jalan, setelah itu besok kita akan pergi kesuatu tempat, pasti sayang menyukainya" ucap Namjoon.


"Baiklah, kalau begitu, bersihkan diri mu setelahnya kita makan siang" ucap Clarissa lagi.


"Baiklah" ucap Namjoon melepaskan pelukan mereka tapi sebelum itu mencium bahu Clarissa.


Namjoon berjalan menujuh kamar mandi, sementara Clarissa memesan makan siang untuk di antarkan ke kamar mereka.


Tak berselang lama Namjoon kini sudah rapi dengan pakaian santainya.


Bell berbunyi.


"Biar aku yang membukanya" ucap Namjoon saat melihat Clarissa hendak berdiri.


Namjoon masuk dengan membawah troli yang berisi makanan.


"Kenapa sayang yang mendorongnya" tanya Clarissa menyambut kedatangan Namjoon.

__ADS_1


"Aku tak ingin pelayan itu masuk dan melihat mu mengunakan baju seperti itu" ucap Namjoon.


Karena memang pakaian yang di kenakan Clarissa cukup terbuka di bagian bahu dan dadanya.


Clarissa tersenyum "sekarang kau sangat cemburu" ucap Clarissa mendekati Namjoon.


"Karena aku tak ingin milikku, di nikmati orang lain" ucap Namjoon.


"Baiklah, baiklah" ucap Clarissa lagi.


Mereka makan dengan sangat santai, sambil sesekali Clarissa bertanya banyak hal kepada Namjoon tentang negara ini.


Setelah makan siang, Namjoon dan Clarissa duduk di atas sofa.


"Hari ini kita akan berjalan-jalan di sekitaran pusat kota, dan setelah itu kita kan pergi ke tempat jajanan untuk mencoba semua jajanan yang kau sukai" ucap Namjoon.


Clarissa yang mendengarnya sangat antusias.


"Ayo kita pergi sekarang" ajak Clarissa.


"Cuaca di luar cukup dingin, apa sayang ingin membeku" ucap Namjoon menyadarkan Clarissa bahwa dia masi memakai pakai yang tipis.


"Ahhh aku melupakan nya" ucap Clarissa menepuk jidatnya.


"Sayang hentikan, jangan sakiti dirimu" ucap Namjoon saat melihat Clarissa menepuk jidatnya.


Clarissa tertawa melihat expresi Namjoon.


Jam menujukkan pukul 16.30 waktu setempat.


Namjoon tak pernah melepaskan tangan Clarissa dari genggamannya sejak dari lift hingga mereka kini sudah berada di lobby hotel berjalan keluar untuk menikmati keindahan kota ini di malam hari.


Sekali lagi Namjoon, memastikan pakaian yang di kenakan Clarissa bisa membuat tubuhnya hangat.


"Sayang siap" tanya Namjoon.


"Aku sangat siap, kapan lagi aku bisa berlibur seperti ini" ucap Clarissa gembira.


Mereka berjalan-jalan menyusuri teretoar, cafe cafe disana sudah mulai buka menyajikan makan yang bisa menghangat kan tubuh di udara yang dingin ini, di tambah dengan hiasan-hiasan yang bertemakan natal, sebentar lagi perayaan hari natal.


"Sayang lihat itu" ucap Clarissa menujuk ornamen natal yang berada di depan salah satu toko mencuri perhatiannya.


"Sayang mau kesana" tanya Namjoon, namun tak menunggu jawaban Clarissa Namjoon langsung menarik tangan Clarissa ke arah toko itu.


Toko itu menyediakan berbagai macam pernak pernik natal, Clarissa dengan antusias melihat lihat dengan ke kaguman.


"Ingin membuat pohon natal?" Tanya Namjoon.


"Apa kah bisa, kita kan nanti akan berada di tempat lain saat natal" ucap Clarissa.


"Aku janji kita akan merayakan natal saat di hotel" ucap Namjoon.


"Pilihlah dan kita akan menghias pohon natal bersama" ucap Namjoon lagi.

__ADS_1


Dengan antusias Clarissa memilih segala perintilan natal yang dia inginkan. Senyuman di wajah Clarissa tak pernah pudar memilih-milih dia sudah bisa membayangkan pohon natal seperti apa yang akan dia buat.


Namjoon memilih salah satu pajangan natal yang berbentuk bola kaca yang cantik dengan seorang pria dan wanita yang sedang mengunakan gaun pengantin. Tampa di ke tahui oleh Clarissa Namjoon memasukan benda itu di antara benda benda yang di pilih oleh Clarissa.


Clarissa memikirkan hadia yang akan dia berikan pada Namjoon yang sudah dia pesan kepada Hana dan akan datang bersamaan dengan Hana nanti.


Setelah puas memilih Clarissa dan Namjoon berjalan menujuh kasir untuk membayar semua belanjaan mereka. Namjoon berdiri di depan untuk membayar. Sengaja Namjoon menyuruh Clarissa untuk berdiri dibelakangnya biar Clarissa tak mengetahui hadia yang akan dia berikan nanti.


"Berapa semuanya" tanya Namjoon.


Kasir tersebut menyebutkan sejumlah nominal belajaan mereka, tak lupa Namjoon berkata " yang ini tolong di bungkus dengan rapi " ucap Namjoon pelan.


"Dan yang lain tolong satukan ke dalam sebuah kardus, lalu kirim ke alamat ini" ucap Namjoon dan memberikan alamat hotel tempat mereka menginap.


"Katakan pada kurirnya untuk meletakan itu di depan meja resepsionis" ucap Namjoo lagi.


"Baik tuan" ucap kasir tersebut.


Setelah itu Namjoon dan Clarissa keluar dari toko tersebut.


"Kita kemana lagi" tanya Clarissa.


"Mau makan?" Namjoon balik bertanya.


"Yahhh ayo kita cari makan" ucap Clarissa.


Namjoon Clarissa berjalan menyusuri jajan yang berjejer dengan rapi, Clarissa berhenti tepat di depan penjualan mie yang sangat rami pengujungnya.


"Sayang sepetinya ini enak" ucap Clarissa.


"Ayo kita pesan" ajak Namjoon.


Namjoon berjalan memesan makan mereka sementara Clarissa sudah duduk di bangku plastik yang tersedia.


Meja Clarissa penuh dengan jajanan yang sebelumnya sudah mereka beli.


Tak lama pesanan mereka datang. Clarissa makan dengan gembira.


"Sayang ini sangat enak" ucap Clarissa segeralah menyeruput kuah mie yang hangat itu.


"Makanlah jika sayang menyukainya" ucap Namjoon.


"Terima kasih sayang" ucap Clarissa lagi.


Setelah beberapa saat mereka selesai makan, Namjoon dan Clarissa berjalan kembali ke hotel dengan kantong jajan yang memenuhi tangan Namjoon.


"Apa kah kekasihku ini senang" tanya Namjoon.


"Aku bukan hanya senang, tapi sangat sangat sangat senang" ucap Clarissa mengecup pipi Namjoon saat mereka sudah berada di dalam lift menujuh kamar hotel.


"Ini baru permulaan, masi banyak lagi kejutan yang akan sayang dapatkan" ucap Namjoon.


"Aku menantikannya" ucap Clarissa.

__ADS_1


Namjoon menatap ke arah clarissa yang kini sudah duduk bersilah di lantai yang hangat, setelah selesai membersihkan dirinya dan membuka semua jajan yang mereka beli tadi. Sementara Namjoon membuka laptopnya untuk memeriksa laporan yang di kirim meyjhun.


Malam ini mereka habiskan dengan berbahagia.


__ADS_2